STIGMA MASYARAKAT PADA PENDERITA KUSTA

Nurhasanah Nurhasanah, Jufrizal Jufrizal

Abstract


Penyakit kusta (Morbus Hansen) merupakan penyakit yang ditakuti oleh masyarakat sampai saat ini, baik keluarga, termasuk sebagian dari petugas kesehatan, yang disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan kepercayaan yang keliru terhadap penderita kusta dan kecacatan yang terjadi. Dampak negatif dari segi sosial yang menjadi sumber permasalahan kehidupan penderita kusta yaitu kecacatan pada tubuh penderita yang membuat sebagian besar masyarakat merasa jijik menyebabkan penderita dijauhi, dikucilkan oleh masyarakat serta timbulnya tindakan diskriminasi dan penderita sulit mendapatkan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stigma masyarakat pada penderita kusta di Kecamatan Tanah Pasir Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, populasi pada penelitian ini sebanyak 200 orang dan tehnik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan jumlah sampel 200 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner yang dikembangkan dari konsep Scheid dan Bown 2010. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan bahwa stigma masyarakat negatif sebanyak 127 orang (63,5 %). Disarankan kepada pemberi pelayanan kesehatan untuk dapat memberikan edukasi/informasi bagi masyarakat mengenai penyakit kusta sehingga dapat mengubah stigma yang tidak baik bagi penderita kusta.

                              

Kata kunci: stigma masyarakat, kusta.

 

ABSTRACT

Leprosy (Morbus Hansen) is a disease that is feared by the community until today, both by patients families, and some of health workers. This problem is caused by lack of knowledge and mistaken beliefs about leprosy and the physical defect that occurs. The negative impact from social aspect that the sufferers got from the environment was caused by the flawed in their body affected by this illness. Therefore, some people feel disgusted and tend to ostracize the patients of the community. Also, they faced the emergence of discrimination and difficult to find work. This study aims to determine the community stigma towards lepers in Tanah Pasir District, North Aceh Regency. This research was analytical quantitative with a cross-sectional approach, the population was 200 people. the sampling technique applied was total sampling with 200 people was taken as sample. Data was collected through interviews using a questionnaire developed from the 2010 Scheid and Bown concepts. Data processing was conducted by using frequency distribution. The results showed that the negative stigma was gathered from 127 people (63,5%). It is recommended to health service providers to be able to provide education/information for the community regarding leprosy so that it can change the negative stigma which was not good for lepers.

 

Keywords: community stigma, leprosy.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.52199/inj.v10i1.14245

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


INJ

IDEA NURSING JURNAL

ISSN (Print) : 2087-2879

ISSN (Online) : 2580-2445

Fakultas Keperawatan, Universitas Syiah Kuala

Jl. Tgk. Tanoh Abee, Darussalam, Banda Aceh 23111,

Phone/Fax. Telp: +62651 7555249.

e-mail: inj@unsyiah.ac.id


indexed by:

DESKRIPSI GAMBAR  DESKRIPSI GAMBAR  DESKRIPSI GAMBAR  DESKRIPSI GAMBAR  DESKRIPSI GAMBAR  DESKRIPSI GAMBAR  DESKRIPSI GAMBAR  DESKRIPSI GAMBAR

Lisensi Creative Commons
Idea Nursing Journal (INJ) is licensed under a  Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License