MALNUTRISI PADA BALITA PEDESAAN DENGAN PERKOTAAN BERDASARKAN KARAKTERISTIK KELUARGA: DATA PSG 2015

Agus Hendra Al Rahmad

Abstract


ABSTRAK

Framework balita malnutrisi secara tidak langsung akibat kondisi sosial ekonomi daerah meliputi aksebilitas pangan, karateristik keluarga, dan pelayanan kesehatan dasar. Kondisi daerah pedesaan memungkinkan rendahnya aksebilitas tersebut sehingga berdampak terhadap status gizi anak. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi balita malnutrisi antara daerah pedesaan dengan perkotaan berdasarkan karakteristik keluarga. Desain penelitian menggunakan Crossectional Study secara analitik. Tempat penelitian daerah pedesaan (Kabupaten Aceh Besar) dan daerah perkotaan (Kota Banda Aceh) dengan sampel 600 RT. Pengumpulan data menggunakan data sekunder diperoleh dari Pemantauan Status Gizi (PSG) di Provinsi Aceh tahun 2015, analisis menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian diperoleh prevalensi masalah gizi lebih tinggi di pedesaan dibandingkan perkotaan, dengan perbandingan balita underweight 59,7%:40,3%, stunting 51,0%:49,0%, dan wasting 52,3%:47,7%. Tidak terdapat perbedaan prevalensi balita underweight dan stunting antara pedesaan dengan perkotaan berdasarkan pekerjaan, pendidikan ibu dan jumlah anggota keluarga (p-value>0,05). Prevalensi wasting menunjukan perbedaan berdasarkan pekerjaan dan pendidikan ibu (p-value<0,05), sedangkan jumlah anggota keluarga tidak terdapat perbedaan (p-value>0,05). Kesimpulan, balita underweight dan stunting tidak berbeda prevalensinya, sedangkan balita wasting menunjukan perbedaan prevalensi berdasarkan pekerjaan dan pendidikan ibu. Saran, perlu ditingkatkan kerja sama lintas sektoral untuk mengatasi permasalahan gizi didaerah pedesaan. Upaya untuk mengurangi kendala sosial ekonomi dianggap paling penting dan menjadi program prioritas.

Kata Kunci: Balita, malnutrisi, perkotaan dan pedesaan

 

ABSTRACT

 The framework toddler of malnutrition indirectly through socio-economic conditions includes the accessibility of local food, family characteristics, and basic health services. Conditions of rural areas enable children with nutritional problems. The aim of research to identify malnourished toddlers between rural and urban areas based on the characteristics of the family. Study cross-sectional design analytically. Location rural (Aceh Besar) and urban areas (Banda Aceh) with a sample of 600 household. Sources of secondary data obtained from Monitoring of Nutritional Status (MNS) in Aceh, 2015. The research showed were the prevalence of malnutrition is higher in rural than urban areas, with a ratio underweight: 59,7%:40,3%, stunting 51,0%:49,0%, wasting 52,3%:47,7%. There is no difference in the prevalence of underweight and stunting toddlers between rural and urban areas based on employment, maternal education and the family members (p-value>0,05). The prevalence of wasting showed differences based on the work and education (p-value<0,05), while the number of family members there was no difference (p-value>0,05). Conclusion, a toddler underweight, and stunting prevalence did not differ while wasting toddlers showed differences in prevalence by occupation and mother's education. Suggestions should be increased cross-sectoral cooperation to stem malnutrition in rural areas, through solving socio-economic problems as a priority program.

 Keywords :  Malnutrition, rural and urban, toddler


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


INJ

IDEA NURSING JURNAL

ISSN (Print) : 2087-2879

ISSN (Online) : 2580-2445

Fakultas Keperawatan, Universitas Syiah Kuala

Jl. Tgk. Tanoh Abee, Darussalam, Banda Aceh 23111,

Phone/Fax. Telp: +62651 7555249.

e-mail:idea.nursingjournal@gmail.com

  
Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.