Fault Mapping in Weh Island based on Fault Fracture Density Method (FFD)

Muhammad Yanis, Nazli Ismail, Laura Vadzla Hermansyah, Muhammad Nanda, Faisal Abdullah

Abstract


Pulau Weh merupakan pulau vulkanik yang dilalui jalur sesar aktif the Great Sumatran Fault. Keberadaan jalur sesar aktif pada suatu kawasan berimplikasi pada ancaman bahaya gempa bumi. Kami telah menggunakan data Digital Elevation Model (DEM) dari Shuttle Radar Topography Mission (SRTM) untuk pemetaan jalur-jalur sesar di Pulau Weh. Data DEM yang diproduksi oleh SRTM diekstrak menjadi hillshade dengan memberikan variasi sudut penyinaran matahari dan altitude 45o. Analisis topografi permukaan bumi memberikan penampakan gerusan-gerusan sesar dan rekahan. Selanjutnya kelurusan-kelurusan ditarik secara manual berdasarkan analisis sesar dan rekahan untuk tiap perbedaan sudut elevasi matahari pada hillshade. Kelurusan-kelurusan yang diperoleh dari tiap hillshade kemudian di-overlay. Berdasarkan jenisnya, kelurusan yang dianggap sebagai sesar dan rekahan diinterpretasi dengan memberikan grid 500 x 500 m. Dengan menggunakan metode FFD, didapatkan kelurusan-kelurusan yang berasosiasi dengan struktur atau merupakan refleksi gambaran topografi berupa kelurusan sungai, kelurusan lembah, struktur sesar maupun rekahan, kontak batuan dan kemunculan manifestasi panas bumi. Terdapat empat lokasi yang memiliki nilai anomali densitas kelurusan tinggi. Dominasi kelurusan yang terdapat di Pulau Weh yaitu Barat Laut-Tenggara. Arah dominan ini bersesuaian dengan arah Sesar Sumatera.

 

Weh Island is a volcanic island crossed by the Great Sumatran Fault. Presence of such active fault may trigger seismic hazard on the island. We have applied Digital Elevation Model (DEM) from Shuttle Radar Topography Mission (SRTM) data to delineate fault distribution in Weh Island. The DEM data produced by SRTM were extracted as hillshade using variation of sun irradiation angels and altitude 45 o. Surface topographic analysis provided fractures and faults signatures on the study area. The faults and fractures lineament were drawn manually for each angle on the hillshades. The lineaments for each hillshade were overlaid. Using Fault Fracture Density (FFD) method we found lineaments associated as geological structures reflected from rivers, valleys, faults, fractures, rock contacts, and geothermal manifestations. There are four locations with high density lineaments on the island. The lineaments mostly directed in Northwest-Southeast which is same direction as the Great Sumatran Fault. 

Keywords: DEM, SRTM, geomorphology, the Great Sumatran Fault.

 


Full Text:

PDF

References


Blanco, D. F., Philippon, M., and Hagke, C. V. (2016). Structure and Kinematics of the Sumatran Fault System in North Sumatra (Indonesia). Tectonophysics, 0(0), 1 – 16.

Dirasutisna, S., dan Hasan, A. R. (2005) Geologi Panas Bumi Jaboi, Sabang, Provinsi Aceh. Pemaparan Hasil Kegiatan Survei Panas Bumi., Direktorat Inventaris Sumber Daya Mineral.

Franto (2015). Interpretasi Struktur Geologi Regional Pulau Bangka Berdasarkan Citra Shuttle Radar Topography Mission (SRTM). Jurnal Promine, 3 (1), 10 – 20.

Hakim, L., Ismail, N., dan Faisal (2017). Kajian Awal Penentuan Daerah Prospek Panas Bumi di Gunung Bur Ni Telong Berdasarkan Analisis Data DEM SRTM dan Citra Landsat 8. Jurnal Rekayasa Elektrika, 13(3), 125-132.

Hung, L. Q., Batelaan, O., and De Smedt, F. (2005). Lineament extraction and analysis, comparison of LANDSAT ETM and ASTER imagery. Case study: Suoimuoi tropical karst catchment, Vietnam. Proceeding of SPIE. Volume 5983 59830 T-1.

Suhanto, E., Sriwidodo., Munanda, A., Kusnadi, D., dan Kusuma, D. S. (2005). Penylidikan Terpadu Geologi, Geokimia dan Geofisika Daerah Panas Bumi Jaboi, Kota Sabang – Nanggroe Aceh Darussalam. Pemaparan Hasil Kegiatan Survei Panas Bumi. Direktorat Inventaris Sumber Daya Mineral.

Thannoun, R.G. 2013. Automatic Extraction and Geospatial Analysis of Lineaments and their Tectonic Significance in some areas of Northern Iraq using Remote Sensing Techniques and GIS. Mosul University. Iraq.

Widodo, S., dan Suhanto, E. (2005). Penyelidikan Geolistrik Schlumberger di Daerah Panas Bumi Jaboi Kota Sabang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Pemaparan Hasil Kegiatan Lapangan Subdit Panas Bumi. Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Mineral.

Yamaguchi, Y., Hase, H., and Ogawa K. (1992). Remote Sensing for Geothermal Applications. Journal of International Geoscience, 5(1). Episodes.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


  | eISSN 2355-8229 | email: jacps@unsyiah.ac.id | http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/JAcPS |