The Potential of Red Dragon Fruit Skin (Hylocereanea Polyrhizus) as a Corrosion Inhibitor

Beti Nanda Sari, Evi Yufita, Zulfalina Zulfalina

Abstract


Penelitian tentang pengaruh ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus Polyrhizus) sebagai bahan inhibitor terhadap laju korosi baja plat hitam (Base Plate) A36 dengan menggunakan metode weight loss telah dilakukan. Kulit buah naga merah berpotensi sebagai bahan inhibitor organik karena mengandung senyawa antioksidan diantaranya flavonoid dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi volume larutan inhibitor yaitu 10, 20 dan 30 ml terhadap perubahan massa sampel, selain itu juga ingin mengetahui pengaruh variasi volume larutan inhibitor terhadap nilai laju korosi dan efesiensi inhibisi pada sampel baja A36. Berdasarkan hasil penelitian, perubahan massa didapat dari selisih massa sebelum dan sesudah perendaman dalam larutan inhibitor, nilai perubahan massa maksimum pada volume 30 ml yaitu sebesar 0,073 g. Nilai laju korosi relatif untuk sampel yang dilapisi inhibitor akan semakin menurun, pada volume 30 ml yaitu sebesar 0,001 cm/tahun dengan nilai efisiensi sebesar 98%.

 

Research on the effect of red dragon fruit peel extract (Hylocereus Polyrhizus) as an inhibitor material on the corrosion rate of A36 black plate steel using weight loss method has been carried out. Red dragon fruit skin potential as an organic inhibitor that is containing antioxidant compounds include flavonoids and tannins. This study aims to determine the effect of variations in inhibitor solution volume for 10, 20 and 30 ml on changes in sample mass, the effect of variation in inhibitor solution volume on corrosion rate value and inhibitor efficiency of A36 steel samples is also studied. Based on the results of the study, changes in mass were obtained from the difference in mass before and after immersion in an inhibitor solution, the maximum mass change value at a volume of 30 ml is equal to 0.073 g, while the value of the corrosion rate is relatively decreasing. At a volume of 30 ml, the corrosion rate is equal to 0.001 cm/year with an efficiency value of 98%.

 

Keywords: Korosi, Antioksidan, Kulit, Buah Naga Merah, efisiensi


Full Text:

PDF

References


Fatriah, ,Zulfalina, Yufita E. 2017. Pengaruh Ekstrak Daun Trembesi (Samanea Saman jacq merr) sebagai bahan inhibitor terhadap laju korosi baja plat hitam A36. Jurnal of Aceh Physic Society (JAcPs) Vol 6(2).

Jones, D.A. 1991.Principle and Prevention of Corrosion, Mc. Millan Publishing Company, New York.

Sack, Raymond J. 1997. Welding: Principles and Prantices. Mc Graw Hill.USA.

Supardi, R. 1997. Korosi. Tarsito, Bandung

Wahyuni, Rekna. 2012. Pemanfaatan Kulit Buah Naga Super Merah (Hylocereus Costaricentris) sebagai Sumber Antioksidan Pewarna Alami pada Pembuatan Jelly. Jurnal pertanian. 4 (02).

Noor, Ilham, M. 2016. Identifikasi Kandungan Ekstrak Kulit Buah Naga Merah Menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR) dan Fitokimia. Jurnal Aceh Physic Society. 5 (01). 14-16.

Wu. L, C., H.W. Hsu.,Y. C. Chen.,C.C .Chiu.,Y.I. Lin dan A. Ho. 2006. Antioxidant and Antiproliferative Activities of Red Pitaya. Food Chemistery.95:319.

Yufita, E, Desy F., dan Zulfalina. 2018 Pengendalian Laju Korosi Pada Baja Plat Hitam A36 Dalam Medium Korosif Menggunakan Inhibitor Ekstrak Daun Salam. Jurnal Aceh Physic Society. 7(02): 67-71


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


  | eISSN 2355-8229 | email: jacps@unsyiah.ac.id | http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/JAcPS |