Reservoir Temperature Estimation By Using Geothermometry (Case Study on Geothermal Field Jaboi, Sabang)

Eliyani Eliyani, Muhammad Isa, Khairi Khairi, Muhammad Rusdi

Abstract


Gunung api Leumo Matee dan Seumeuregoh, Jaboi Sabang memiliki potensi energi panas bumi sangat besar. Hal ini ditandai dengan adanya manifestasi yang muncul di permukaan seperti uap panas, fumarol dan sumber air panas. Oleh karena itu, perlu dikaji lebih dalam dan menyeluruh untuk mendapatkan informasi yang detail, terutama parameter suhu dan karakteristik batuan/mineral. Sebuah penelitian telah dilakukan untuk kajian geokimia terutama analisis kimia fluida panas bumi. Pendekatan untuk menentukan karakteristik fluida kimia panas bumi dilakukan dengan metode geotermometer untuk mengukur kandungan air (SiO2) dan gas (Na-K) serta konsentrasi anion dan kation. Berdasarkan data pengamatan lapangan dan hasil uji laboratorium yang sudah terstandarisasi menunjukkan bahwa suhu bawah permukaan untuk fluida cair adalah 228oC dan untuk gas sebesar 220oC. Hasil pengujian sampel fluida panas bumi menunjukkan bahwa manifestasi panas bumi Kawah I dan Kawah IV daerah Jaboi, Sabang sangat prospek untuk dikembangkan. Informasi fluida ini menjadi salah satu parameter dalam pengembangan potensi panas bumi. Oleh karena itu sangat penting ditindaklanjuti karena dapat menjawab kebutuhan energi yang ramah lingkungan dan energi terbarukan. 

 

The Volcano Leumo Matee and Seumeuregoh, Jaboi Sabang have enormous geothermal energy potential. This is characterized by the presence of surface manifestations such as hot steam, fumaroles and hot springs. Therefore, it needs to be studied more deeply and thoroughly to obtain detailed information, especially the temperature and rock/mineral characteristics. A study has been carried out for geochemical studies, especially chemical analysis of geothermal fluids. The approach to determine the characteristics of the geothermal chemical fluid is carried out by geothermometry to measure the water content (SiO2) and gas (Na-K) as well as the concentration of anions and cations. Based on field observations and standardized laboratory tests, the subsurface temperature for liquid fluids is 228oC and for gases of 220oC. The results of testing geothermal fluid samples show that the geothermal manifestations of Kawah I and Kawah IV Jaboi, Sabang are very prospects to be developed. This fluid information is one of the parameters in developing geothermal potential. Therefore, it is very important to follow up because it can answer the needs of environmentally friendly energy and renewable energy.

 

Keywords: Volcano, Geothrmometry, jaboi, Sabang, Temperature


Full Text:

PDF

References


Arnorsson, S. 1983. New gas geothermometers for geothermal exploration calibration and application, Geochemica et Cosmochimica Acta Vol. 49, pp 1307-1325

Alatas, M. 2017. Kajian Geokimia Air Panas Bumi Manifestasi Ie Jue Seu’um Dearah Upflow Lamteuba Seulawah Agam, Aceh Besar. Skripsi. Universitas Syiah Kuala-Banda Aceh

Andayany, H., 2012. Pengembangan Persamaan Geotermometer Empiris Untuk Estimasi Suhu Reservoar Sumber Mata Air Panas. Prosiding Pertemuan Ilmiah XXVI HFI Jateng & DIY. Purworejo. Indonesia. Vol. 1:191-195

Aribowo, Y. 2011. Prediksi Temperatur Reservoar Panas Bumi dengan Metode Geotermometer Kimia Fluida. TEKNIK. Vol. 32 No.3 Tahun 2011, ISSN 0852-1697

Astuti, P. 2009. Badan POM RI. Kajian Khasiat dan Keamanan “Daerah abu-abu” antara obat dan makanan serta Pengujian Logam di Lab. Pangan PPOMN BPOM RI, 10 (4) 9.

Dedi K, Supeno, dan Edi S. (2005) Penyelidikan Geokimia Panas Bumi Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam. Lap. panas bumi PSDG.

Fournier, R. O. (1977). Chemical Geothermometers and Mixing Models for Geothermal Systems. Geothermics, Vol. 5, pp. 41-50. Pergamon Press. Printed in Great Britain.

Giggenbach, W. F. (1988). Geothermal Solute Equilibria, Derivation of Na-K-MgCa geoindicators. Cosmochim, Acta, 52, 2749-2765.

Giggenbach, W.F. 1991: Chemical Techniques in Geothermal Exploration (in D‘Amore, F. Applications of geochemistry in geothermal reservoir development). UNITAR/UNDP publication, Rome, 119-142.

Grant, F. S., and West, G. F. (1965). Interpretation Theory In Applied Geophysics. McGraw Hill Corporation, New York.

Isa, M., Sary, C.A., dan Ismail, N. 2016, Analisa data anomali medan magnetik Pada kawasan potensi panas bumi, Inovasi Pembelajaran, Riset dan Publikasi, Seminar Nasioal Fisika, Universitas Islam Negeri Ar- Raniry, 28 April 2016, UIN Ar- Raniry Banda Aceh, FTK Ar-Raniry Press, 0, 978-602-60401-1-4.

Isa, M., Lim, H.S. and Mat Jafri, M.Z. 2011, The study of electromagnetic field response using very low frequency method in geothermal area, Sabang, American Institute of Physics Conference Proceedings, Malaysia Annual Physics Conference 2010, Perak - Malaysia, 27-30 Oktober 2010, Malaysia, American Institute of Physics, doi: 10.1063/1.3573762.

Royana, R. 2013. Panduan Kelestarian Ekosistem Untuk Pemanfaatan Panas Bumi. WWF-Indonesia, Jakarta.

Subhan. 2017. Kajian Geokimia Air Panas Bumi Manifestasi Ie Seu’um Dearah Outflow Seulawah Agam, Aceh Besar. Skripsi. Universitas Syiah Kuala-Banda Aceh.

Telford, W. M., Geldart, R. E., Sheriff, R. E., and Keys, D. A. (1990). 2nd ed., Applied Geophysics, Cambridge University Press: New York.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


  | eISSN 2355-8229 | email: jacps@unsyiah.ac.id | http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/JAcPS |