Application of Geoelectrical Resistivity Method to See Groundwater Condition in District of Meuraxa, Banda Aceh After 11 Years of Tsunami Disaster of Aceh

Laura Vadzla H, Dimas Kurnia, Riki Andika Mulia, Marwan Marwan

Abstract


Identifikasi kondisi lapisan air tanah di Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Wenner-Schlumberger telah dilakukan setelah 11 tahun bencana tsunami di provinsi Aceh. Resistivitimeter ARES buatan GF Instrument digunakan untuk mendapatkan variasi nilai resistivitas. Tiga lintasan pengukuran dengan panjang 200 dan 300 m ditentukan untuk memperoleh informasi bawah permukaan. Pengolahan dan pemodelan data menggunakan software Res2dinv. Pemodelan data menunjukan distribusi nilai resistivitas secara umum 0–374 Ωm dapat diidentifikasikan sebagai Alluvium yang bersesuaian untuk semua lintasan. Namun pada lapisan tertentu terdapat intrusi air laut yang ditunjukkan dengan nilai resistivitas rendah yaitu 0–5 Ωm. Hasil studi menunjukkan bahwa bencana Gempa Bumi dan Tsunami Aceh tidak berdampak terhadap kondisi lapisan akuifer, intrusi air laut dimungkinkan akibat oleh masuknya air laut melalui rekahan atau celah-celah yang menembus lapisan akuifer.

Kata kunci: Tsunami, metode geolistrik, resistivitas, akuifer

 

Identification of conditions ground water in District of Meuraxa, Banda Aceh using the GeoElectrical resistivity method with Wenner-Schlumberger array has been done after 11 years of tsunami disaster in Aceh province. Resistivitimeter of ARES made by GF Instrument is used to obtain values of resistivity variation. The measurement of three line with a length of 200 and 300 metres are choose to obtain subsurface information. Processing and modeling data is using Res2dinv software. Modeling data indicates the distribution of the resistivity values in General 0–374 Ωm can be identified as a corresponding Alluvium for all line. But in particular there is a layer of sea-water intrusion, indicated by a low resistivity value i.e. 0–5 Ωm. The devastating earthquake and Tsunami in Aceh does not affect the condition of the lining of the aquifer, sea-water intrusion is possible due to the influx of sea water by through fissures or cracks that penetrate the layers of the aquifer.

Keywords: Tsunami, geoelectrical method, resistivity, aquifer


REFERENSI

Ahyar, N. 2015. Analisa Perubahan Garis Pantai Pasca Tsunami di Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar. Skripsi. Fakultas MIPA, Universitas Syiah Kuala.

Bennet, J. D et al. 1981. Peta Geologi Lembar Banda Aceh, Sumatera. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.

Davis, N. S., DeWiest, R. J. M. 1966. Hydrogeologi. John Wiley &Son, Inc.

Fetter, C. W. 1994. Applied Hidrogeology 3rd Edition. Prentice Hal, Englewood Cliffd, New Jersey.

Kanata, B., dan Zubaidah, T. 2008. Aplikasi Metode Geolistrik Tahanan Jenis Konfigurasi Wennerschlumberger Untuk Survey Pipa Bawah Permukaan. Jurnal Teknik Elektro, Vol. 7 No. 2.

Kodoatie, J. R. 2010. Tata Ruang Air Tanah. Penerbit Andi, Yogyakarta.

Pemerintahan Kota Banda Aceh. 2009. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Banda Aceh 2009-2029. http://www.penataanruang.com/nad1.html, tanggal akses 14 Juni 2017.

Pemeritah Republik Indonesia. 2008. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2008 tentang Air Tanah. Lembaran Negara RI Tahun 2003, Nomor 4859. Sekretariat Negara, Jakarta.

Sehah., dan Aziz, A. N. 2016. Pendugaan Kedalaman Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Schlumberger di Desa Bojongsari Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen. Jurnal Neutrino, Vol 8, No. 2.

Telford, M. W, et al. 1976. Applied Geophysic. Cambridge University Press.

Utama, W. 2005. Experimental Module Mataram Geophysical Workshop. Laboratorium Geofisika FMIPA, Institut Teknologi Surabaya.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


  | eISSN 2355-8229 | email: jacps@unsyiah.ac.id | http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/JAcPS |