Control of Corrosion Rate on A36 Black Plate Steel in Corrosive Medium Using Salam Leaf Extract Inhibitor

Evi Yufita, Desy Fitriana, Zulfalina Zulfalina

Abstract


Pemanfaatan inhibitor organik untuk mengurangi laju korosi pada logam telah banyak diteliti karena ramah lingkungan dibandingkan dengan inhibitor anorganik. Dalam penelitian ini, ekstrak daun salam (Eugenia Polyantha (Wight.)Walp.) digunakan sebagai inhibitor untuk menghambat laju korosi pada baja plat hitam A36. Ekstrak daun salam digunakan sebagai inhibitor karena mengandung senyawa tannin dan flavonoid yang dapat menghambat laju korosi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan efisiensi penambahan variasi volume inhibitor tersebut dalam medium korosif NaCl 3 % terhadap laju korosi pada baja plat hitam A36. Metode yang digunakan adalah kehilangan berat. Sampel direndam dalam larutan korosif yang dicampurkan dengan inhibitor. Dari hasil peneliti menunjukkan bahwa ekstrak daun salam mampu menghambat laju korosi. Nilai laju korosi terendah dan efisiensi tertinggi pada penambahan volume inhibitor 16 ml, masing-masing sebesar 0,0003 cm/tahun dan 99,80%. 


Organic inhibitors ultilization to reduce corrotion rate on metal have been widely studied due to more enfironmentally frendly compare to inorganic material. In this study, the extract of salam leaf (Eugenia Polyantha (Wight.) Walp.) was used as an inhibitor to reduce the corrosion rate on A36 black plate steel. Salam leaf extract is used as an inhibitor because it contains tannin and flavonoid compounds that can inhibit corrosion rate. The purpose of this study was to determine the effect and efficiency of adding variation of the inhibitor volume in a corrosive medium of 3% NaCl to the corrosion rate on A36 black plate steel. The method used is weight loss. The sample was immersed in a corrosive solution mixed with the inhibitor. From the results of the research show that the extract of Salam leaf can reduce corrosion rate. The lowest corrosion rate value and the highest efficiency at the addition of 16 ml inhibitor volume are 0.0003 cm/year and 99.80%, respectively.

Keywords: Flavonoid, Inhibitor Effeciency, NaCl, Salam Leaf Extract, Tannin, Weight Loss


Daftar Pustaka

Cicek, Volkan. 2014. Corrosion engeneering. Wiley. United State of America.

Fatriah, Zulfalina, Evi yufita.2017.Pengaruh ekstrak daun trembesi sebagai inhibitor terhadap laju korosi pada baja plat hitam A36. J.Aceh Phys.Soc Vol.6, No.2 pp. 52-56. Jurusan Fisika Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala.

Indah wahyuutami. 2008. Efekfraksi air ekstrak etanol dalam daun salam terhadap penurunan kadar asam urat pada mancit putih jantang alurbalb-c yang di induksi dengan kalium oksonat. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Rozanna Sri Irianty dan Khairat, 2013, Ekstrak Daun Pepaya sebagai Inhibitor Korosi pada Baja AISI 4041 dalam Medium Air Laut, Jurnal Teknobiologi, volume IV (2), Riau

Supardi, Rahmat. 1997. Korosi. Tarsito. Bandung.

Sari, M,D., Handani,S., Yetri,Y. 2013. Pengendalian laju korosi Baja St-37 dalam medium asam klorida dan natrium klorida menggunakan inhibitor ekstrak daun teh. Jurnal Fisika Fakultas MIPA. Vol.2 No.3. Universitas Andalas Padang.

Yonna Ludiana dan Sri Handani, (2012). Pengaruh konsentrasi inhibitor ekstrak daunteh (Camelia Sinensis) terhadap laju korosi baja karbon schedule 40 grade BERW. Jurnal Fisika volume 1 No. 1 Universitas Andalas Padang.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


  | eISSN 2355-8229 | email: jacps@unsyiah.ac.id | http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/JAcPS |