Analisis Tingkat Pengungkapan Akun Persediaan dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah di Jawa

Puji Suwarjuwono, Irwan Taufiq Ritonga

Abstract


According to regulation Act No. 15/2004, adequate disclosure is one of the main criteria for the auditors in giving opinion for local government financial statements (LGFS). All accounts composing LGFS must be disclosed adequately.  One of the most important accounts is inventory account in the balance sheet.  This research aims to analyze whether the level  of disclosure of inventory account is in accordance with the requirements of Government Accounting Standards Number 5 (GAS No. 5) on Inventory. This research uses descriptive qualitative approach. Documentation technique was utilized to collect 113 local government financial statements of regencies/cities in Java for fiscal year 2014. To analyze the data, this study employs percentage descriptive techniques. It was found that disclosure level of inventories account on local government financial statements in Java was still low and not in accordance with GAS No 5. Furthermore, there was no difference in the level of inventory disclosure among LGFS with unqualified opinion, qualified opinion, and disclaimer opinion. The average disclosure level of inventories for LGFS in Java amounted to 40,35%, with the highest disclosure level was 80,00% belonged to only two LGFS.


Keywords


accounting; local government; financial statements

Full Text:

PDF

References


Antoro, S.D. (2015). Akuntansi persediaan dalam SAIBA. Artikel BPPK Diakses 19 Oktober 2015..

Chariri, A. & Ghozali, I. (2003). Teori akuntansi. Semarang: BP Undip.

Creswell, J.W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. 4th Edition. California: Sage Publications.

Fitri, S.A. (2011). Analisis tingkat pengungkapan laporan keuangan pemerintah daerah. Hal 1-22. Padang: Jurnal Pasca Sarjana Universitas Andalas 3.

Fuat, M. (2013). Upaya pemerintah daerah memperoleh opini wajar tanpa pengecualian dari BPK RI. Artikel Pusdiklatwas BPKP. Diakses 30 Januari 2016..

Halim, A. (1997). Akuntansi keuangan menengah (intermediate accounting). Edisi Ketiga, Cetakan Pertama. Yogyakarta: BPFE.

Halim, A., Kusufi, S. (2013). Akuntansi sektor publik: Dari anggaran hingga laporan keuangan dari pemerintah hingga tempat ibadah. Jakarta: Salemba Empat.

Hananto. (2007). Akuntansi keuangan menengah. Edisi Kedua Buku Satu. Yogyakarta: BPFE.

Hilmi, A. Z & Martani, D. (2012). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengungkapan laporan keuangan pemerintah provinsi. Hal 1-26. Banjarmasin: Jurnal Seminar Akuntansi 15.

Kieso, D.E., Weygandt, J.J & Warfield, T.D. (2011). Intermediate accounting volume 1, IFRS edition. New Jersey: Wiley.

Lesmana, S.I. (2010). Pengaruh karakteristik pemerintah daerah terhadap tingkat pengungkapan wajib di indonesia. Tesis Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Munawir, H.S. (2008). Auditing modern Buku I. Edisi Kedua Cetakan Pertama. Yogyakarta: BPFE.

Republik Indonesia. (2004). Undang-undang nomor 15 tentang pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Jakarta: Sekretariat Negara.

Republik Indonesia. (2010). Peraturan pemerintah nomor 71 tentang standar akuntansi pemerintahan. Jakarta. Sekretariat Negara.

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. (2015). Ikhtisar hasil pemeriksaan semester I BPK RI tahun 2015. Buku IHPS, 69-73.

Ritonga, I.T. (2010). Reviu laporan keuangan pemerintah daerah. Yogyakarta: Lembaga Kajian Manajemen Pemerintahan Daerah.

Ritonga, I.T. & Suhartono, E. (2012). Akuntansi keuangan daerah. Edisi I. Yogyakarta: Lembaga Kajian Manajemen Pemerintahan Daerah.

Ryan, C., Stanley. T. & Nelson, M. (2002). Accountability disclosures by queensland local government councils: 1997-1999, 261-289. Melbourne: Journal Financial Accountability & Management Blackwell Publishers 18 (3).

Sugiri, S. & Riyono, B.A. (2012). Akuntansi pengantar I. Edisi Kedelapan Cetakan Pertama. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Suhardjanto, D. & Yulianingtyas, R.R. (2011). Pengaruh karakteristik pemerintah daerah terhadap kepatuhan pengungkapan wajib dalam laporan keuangan pemerintah daerah. Hal 1-94. Surakarta: Jurnal Akuntansi dan Auditing Universitas Sebelas Maret 8 (1).

Sugiyono. (2009). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sumini. (2014). Kebijakan Akuntansi Berbasis Akrual (KABA) untuk persediaan. Artikel BPPK. Diakses 8 Mei 2017..

Suwardjono. (2014). Teori akuntansi: Perekayasaan pelaporan keuangan. Edisi Ketiga. Yogyakarta: BPFE.




DOI: https://doi.org/10.24815/jdab.v4i2.6338

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis

Published by:

Accounting Department incorperated with IAI KAPd Wilayah Aceh
Economics and Business Faculty
Syiah Kuala University
Kopelma Darussalam, Banda Aceh, Indonesia - 23111
ISSN: 2355-9462, E-ISSN: 2528-1143

 

Creative Commons License
Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis by Prodi Akuntansi Universitas Syiah Kuala is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/JDAB/index.