Persepsi Wisatawan Terhadap Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kawasan Wisata Kota Sabang

Noor Aznidar Aldani, Aida Khairunisa

Abstract


Kawasan Tanpa Rokok (KTR) adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan dan atau mempromosikan produk tembakau. Penerapan Kawasan Tanpa Rokok perlu diselenggarakan guna memberikan perlindungan universal kepada masyarakat dengan memastikan bahwa semua tempat umum bebas dari paparan asap rokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali dan mengeksplorasi persepsi wisatawan yaitu pengetahuan, sikap serta dukungan terhadap kebijakan kawasan tanpa rokok (KTR)  di kawasan wisata Kota Sabang. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional, dilakukan terhadap 200 orang wisatawan yang berusia ≥ 18 tahun di kawasan wisata utama (Tugu Nol Kilometer, Iboih, Gapang, Pantai Kasih dan Sumur Tiga). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan wisatawan terhadap kebijakan kawasan tanpa rokok berada pada kategori baik yaitu 65,5%, sikap berada pada kategori kurang baik sebesar 54,5 %, terdapat hubungan yang signifikan (P value 0,001 dengan alpha = 0,05) antara pengetahuan, sikap serta perilaku merokok dengan dukungan kebijakan KTR di kawasan wisata kota Sabang. 47,5 % menyatakan sangat setuju dan 45 % setuju apabila KTR diberlakukan di kawasan wisata kota Sabang. Oleh karena itu kebijakan KTR di kawasan wisata bersamaan dengan dukungan wisatawan terhadap undang-undang KTR, akan sangat membantu dalam membuat regulasi serta mengadvokasi kawasan wisata untuk larangan merokok total yang pada akhirnya akan menciptakan kenyamanan dan yang terpenting mampu mewujudkan Indonesia sehat.

Kata Kunci: Persepsi, Kebijakan, KTR

Abstract

Smoke-free zones are the areas declared prohibited from smoking, producing, selling, advertising, and/or promoting tobacco products. Smoke-free zones need to be established in order to provide universal protection to the community by ensuring that all public places are free from cigarette exposure. This study aimed to explore the tourist perceptions, including knowledge, attitudes and support, of the smoke-free zone policy in the tourist areas in Sabang City. The study used an analytical survey with a cross sectional approach, carried out on 200 tourists aged ≥ 18 years in the main tourist areas (Tugu Nol Kilometer, Iboih, Gapang, Pantai Kasih, and Sumur Tiga). The results showed that the tourist knowledge of the smoke-free zone policy was in the good category of 65.5%, while their attitudes were in the “poor” category of 54.5%. Further, there was a significant relationship (p-value = 0.001; α = 0.05) between knowledge, smoking attitudes and behaviors, and the support of smoke-free zone policy in the tourist areas of Sabang. In addition, about 47.5% of the tourists stated that they strongly agreed and 45% agreed if the policy was implemented in Sabang tourist areas. To conclude, the smoke-free zone policy in the tourist areas, together with the tourist support for the bylaw, will be very helpful in making regulations and advocating tourism areas for a complete smoking ban, which will ultimately create Sabang a comfortable tourist destination and most importantly create a healthier Indonesia.

Keywords: Perception, Policy, Smoke-Free Zones



Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JIK
Jurnal Ilmu Keperawatan
 
ISSN (Print): 2338 – 6371
ISSN (Online): 2550 – 018X
 
Redaksi JIK: Jurnal Ilmu Keperawatan

Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala
Gedung Petronas, Jl. Tgk. Tanoh Abee
Darussalam, Banda Aceh 23111
Telp. (0651) 8053041; Faks. (0651) 8053041
E-mail: jik@unsyiah.ac.id
Website: http://jurnal.unsyiah.ac.id/jik

Creative Commons License
Jurnal Ilmu Keperawatan by Universitas Syiah Kuala is licensed

under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/JIK.