ANALISIS POLA KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) MENGGUNAKAN METODE GIS DI KECAMATAN JAYA BARU KOTA BANDA ACEH TAHUN 2014

Dahrul Fakri, Hermansyah, Nizamuddin.

Abstract


Abstract: Jaya Baru Sub-district is one of the sub-districts in Banda Aceh City with the most cases of dengue hemorrhagic fever (DHF) in 2010. Cases of DHF always fluctuate from year to year so that an accurate and responsive strategy for controlling it is required in order for the cases of DHF to be prevented from reoccurring in the future. This research aims to investigate the case pattern based on sex, occupation, education, age group, distance between residences of DHF patients and the health centre (puskesmas), and the level of vulnerability of the villages in which DHF spread out from 2012-2014. The research design employed a qualitative descriptive approach. The research population was all DHF patients in 2014 totalling 24 respondents from 9 villages. The type of data used was primary data obtained from the questionnaire distributed to the respondents and secondary data from related governmental institutions conducted from 04 to 31 May 2015. The analysis of data by using the Geographic Information System (GIS) method shows that 50% are males and the other 50% females; 33% work and 67% do not work; 33% are senior high school graduates; most of the respondents belong to the age group of 13 to 55 years; the nearest patients’ residence with health centre is 60 metres away and the farthest one is 2737 metres away. Regarding the level of endemicity of the villages from the years of 2012-2014, it was found that 6 villages were DHF endemic and three villages were sporadic. There is a need for the mapping in spatial form showing the spread of DHF in Jaya Baru Sub-district Banda Aceh in order to enable to visually show the spread of DHF which can have an important role in controlling DHF.

Keywords: Case pattern, Geographic Information System, DHF.

 

Abstrak: Kecamatan Jaya Baru merupakan salah satu kecamatan di Kota Banda Aceh dengan kasus Demam Berdarah Dengue tertinggi pada tahun 2010. Kasus DBD selalu fluktuatif dari tahun ke tahun sehingga diperlukan strategi penanggulangan yang tepat dan cepat sehingga kasus DBD dapat dicegah dimasa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kasus berdasarkan jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, kelompok usia, jarak tempat tinggal penderita dengan puskesmas dan tingkat kerawanan desa yang terjangkit DBD dari tahun 2012-2014. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Populasi penelitian adalah seluruh penderita DBD tahun 2014 yang berjumlah 24 responden yang tersebar di 9 gampong. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui hasil penyebaran kuesioner pada responden penelitian dan data sekunder dari instansi terkait yang dilakukan dari tanggal 04-31 Mei 2015. Analisis data menggunakan metode Sistem Informasi Geografis (SIG) menunjukkan bahwa 50% berjenis kelamin laki-laki dan 50% wanita, 33% bekerja dan 67% tidak bekerja, 33% berlatar belakang pendidikan SMA, kelompok usia paling banyak pada usia 13-55 tahun, jarak tempat tinggal dengan puskesmas terdekat 60 meter dan terjauh 2737 meter. Tingkat endemisitas gampong dari tahun 2012-2014 di dapatkan enam gampong endemis terhadap DBD dan tiga gampong sporadis. Perlu adanya peta sebaran DBD dalam bentuk spasial di Kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh agar dapat menjelaskan secara visual mengenai penyebaran DBD yang menjadi peranan penting dalam penanggulangan DBD.

Kata Kunci: Pola Kasus, Sistem Informasi Geografis, DBD.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Editorial Office

 

Jurnal Ilmu Kebencanaan

Jalan. Tgk Chik Pante Kulu No. 5 Komplek Universitas Syiah Kuala Darussalam, Banda Aceh 23111. Telp : (0651) 7407659, 7555110, Fax : (0651) 7551002.Cp:+62-85277963816. Website: www.pps.unsyiah.ac.id
e-mail: sjmpascasarjana@gmail.com

e-ISSN: 2355-3324