Karakteristik Biochar Hasil Pirolisis Ampas Tebu (Sacharum Officanarum, Linn) Dan Aplikasinya Pada Tanaman Seledri (Apium Graveolens L)

Diena Asyifa, Abdul Gani, Ratu Fazlia Inda Rahmayani

Abstract


Telah dilakukan penelitian tentang mengolah ampas tebu (Sacharum officanarum, Linn) menjadi biochar melalui proses pirolisis dan aplikasinya pada tanaman seledri (Apium graveolens L.). Penelitian dilakukan untuk mengetahui karakteristik biochar hasil pirolisis ampas tebu serta aplikasinya pada tanaman seledri. Jenis penelitian eksperimen menggunakan pendekatan kuantitatif. Data penelitian bersumber dari sampel ampas tebu yang diperoleh dari pedagang air tebu di sekitar jalan Rukoh. Penelitian dilakukan dengan mengolah ampas tebu menjadi biochar dengan proses pirolisis dan dilanjutkan dengan mengkarakterisasi biochar seperti rendemen, kadar air, kadar abu, kadar C/N, nilai pH serta aplikasinya terhadap tanaman seledri. Hasil yang didapatkan yaitu: (1) Rendemen biochar yang dihasilkan dari ampas tebu pada proses pirolisis sebesar 18,34%, (2)Hasil  kadar air biochar sebesar 10,2%, (3) Kadar abu yang dihasilkan dari biochar sebesar 1 gram sebesar 68%, (4)Kadar C pada biochar sebesar 55,66% dan kadar N sebesar 0,40% sedangkan kadar C/N rasio yaitu 139.15, (5)Nilai pH pada biochar ampas tebu yaitu 5,196 dan (6)Hasil analisis sidik ragam dari aplikasi biochar yang telah dilakukan pada tanaman seledri yaitu menunjukkan tidak nyata. Dengan demikian disimpulkan bahwa karakteristik biochar yang didapatkan lebih tinggi dari Standar Nasional Indonesia


Keywords


biochar; pirolisis; ampas tebu; seledri

Full Text:

PDF

References


Cahyono, M.S., 2013. Pengaruh Jenis Bahan pada Proses Pirolisis Sampah Organik menjadi Bio-Oil sebagai Sumber Energi Terbarukan. Jurnal sains dan Teknologi Lingkungan, 5(2):67-76.

Chan, K.Y.L., Van Zwieten. I., Meszaros, A., Downie, & Joseph. 2007. Agronomic Values of Greenwaste Biochar As A Soil Amandement. Australian of Soil, 45(8):629-634.

Dariah, A., Supono, S., Nurida, N.L., Hartatik, W., & Pratiwi, E. 2015. Pembenah Tanah untuk Meningkatkan Produktivitas Lahan Pertanian. Jurnal Sumberdaya Lahan, 9(2):67-84.

Demirbas, A. 2005. Pyrolysis Of Ground Wood In Irregular Heating Rate Conditions. Journal Analytical and Applied Pyrolysis, 72:243-248.

Endriani, Sunarti, & Ajidirman. 2013. Pemanfaatan Biochar Cangkang Kelapa Sawit Sebagai Soil Amandement Ultisol Sungai

Bahar-Jambi. Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Sains, 15(1):39-46.

Ferizal, M., & Basri, A.B., 2011. Arang Hayati (Biochar) Sebagai Pembenah Tanah. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh.

Gani, A., 2009. Arang Hayati Biochar Sebagai Komponen Perbaikan Produktivitas Lahan. Iptek Tanaman Pangan, 4(1):33-48.

Hanafiah, K.A. 2008. Rancangan Percobaan Teori dan Aplikasi Edisi Ketiga. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Iskandar, T. 2012. Identifikasi Nilai Kalor Biochar dari Tongkol Jagung dan Sekam Padi pada Proses Pirolisis. Jurnal Teknik Kimia, 7(1):32-35.

Kartika, A.A., Mariana. S.H., Widjaja. A, & Mulyanto. 2013. Penggunaan Pretreatment Basa Pada Proses Degradai Enzimatik Ampas Tebu Untuk Produksi Etanol. Jurnal Teknik Pomits, 2(1):1-6.

Latuponu. H., Dj. Shiddieq, A., Syukur, E., & Hanudin. 2011. Pengaruh Biochar dari Limbah Sagu Terhadap Pelindian Nitrogen di Lahan Kering Masam. Agronomika, 11(2):144-155.

Lehmann, J. 2007. A handful of carbon. Nature, 447(7141):143-144.

Maftuah, E., & Nursyamsyi, D., 2015. Potensi Berbagai bahan Organik Rawa Sebagai Sumber Biochar. Jurnal Biodiv, 1(4):776-781.

Mukhlieshin. 1997. Pembuatan Arang dari Ampas Tebu Secara Pirolisis. Laporan Penelitian. Aceh : Universitas Syiah Kuala Darussalam Aceh.

Nugraheni, S.R., Prasetya, A., & Sihana. 2013. Processing Biochar from Solid Waste of Arenga Pinnata Flour Industry. Jurnal Teknik Kimia, 11(1):31-36.

Prayogo, C., Lestari, N.D., & Wicaksono, K.S., 2012. Karakteristik dan Kualitas Biochar dari Pyrolisis Biomassa Tanaman Bioenergi Willow (Salix SP). Jurnal Buana Sains, 12(2):9-18.

Rondon, M. J., Renner, R. Lehmann, J. Ramírez, & M. Hurtado. 2007. Biological nitrogen fixation by common beans (Phaseolus vulgaris L.) increases with biochar additions. Biology and Fertility in Soils, 63(6):699-708.

Rostaliana, P. 2012. Pemanfaatan Biochar Untuk Perbaikan Kualitas Tanah Dengan Indikator Tanaman Jagung Hibrida dan Padi Gogo pada Sistem Lahan Terang dan Bakar. Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 1(3):179-188.

Sudjana, B. 2014. Pengaruh Biochar dan NPK Majemuk Terhadap Biomas dan Serapan Nitrogen di Daun Tanaman Jagung (Zea mays) pada Tanah Typic Dystrodepts. Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan, 3(1):63-66.

Sunarjono, H. 2004. Bertanam 30 Jenis Sayur. Penebar Swadaya. Jakarta.

Tambunan, S., Siswanto, B., & Handayanto, E. 2014. Pengaruh Aplikasi Bahan Organik Segar dan Biochar Terhadap Ketersediaan P dalam Tanah di Lahan Kering Malang Selatan. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 1(1):85-92.

Witono, J.A. 2005. Produksi Furfural dan Turunannya: Alternatif Peningkatan Nilai Tambah Ampas Tebu Indonesia (http://chem-is-try.org/. diakses tanggal 9 Desember).




DOI: https://doi.org/10.24815/kanun.v%25vi%25i.13292

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




JIPI (Jurnal IPA dan Pembelajaran IPA)

ISSN 2614-0500  (print) | 2620-553X (online)
Organized by Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala
Published by Syiah Kuala University
Website : http://jurnal.unsyiah.ac.id/jipi
Email     : jipi@unsyiah.ac.id


Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.