Komunikasi Matematik Dalam Pembelajaran Dengan Menggunakan Pendekatan Realistik

Herwati A

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pendekatan realistik dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematika. Subjek ini melibatkan sebanyak 69 siswa kelas X di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tembilahan Indra Giri Hilir Riau. Sebanyak 35 siswa (19 laki-laki & 16 perempuan) untuk pembelajaran yang menggunakan pendekatan realistik dan 34 siswa (19 laki-laki & 15 perempuan) untuk kontrol. Pengumpulan data dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada ujian pretes dan postes yang menggunakan waktu selama delapan minggu. Ujian komunikasi matematika meliputi aspek drawing, mathematical expression, dan written texts. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan kemampuan komunikasi matematika aspek drawing, mathematical expression, dan written texts. Kemampuan komunikasi matematika lebih tinggi apabila menggunakan pendekatan realistik dibandingkan dengan tanpa realistik. Pendekatan realistik memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjadi lebih aktif dalam pengajaran dan pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika dengan pendekatan realistik memberikan peluang kepada siswa untuk mengungkapkan ide matematika dalam bentuk tulisan maupun lisan. Siswa leluasa menuliskan konsep-konsep matematika yang diperolehnya dan berpendapat secara matematika.

Keywords


Komunikasi matematik; Pendekatan realistik; Kemampuan matematika

Full Text:

PDF

References


Ali. H. (2008). Meningkatkan kemampuan komunikasi dan penalaran dalam pemecahan soal Matematik melalui pendekatan realistik (Skripsi Sarjana tidak diterbitkan). Universitas Muhammadiyah, Surakarta.

Alif H.L. (2009). Peningkatan kemampuan komunikasi melalui model pembelajaran Think Talk Write (TTW) pada materi persegi panjang di Kelas VII SMP Negeri I Manyar Gresik. (Tesis Master tidak diterbitkan). Universitas Muhammadiyah, Gresik.

Allen, M.J., & Kelley, A. (2007). Emphasizing teamwork and comunication skills in introductory calculus courses. American: Society for Engineering Education.

Antik. (2010). Impelemtasi open-ended problem solving untuk meningkatkan kompetensi penalaran dan komunikasi Matematika. (Skripsi Sarjana tidak diterbitkan). Universitas Muhammadiyah, Surakarta.

Ansari, B.I. (2003). Menumbuhkembangkan kemampuan pemahaman dan komunikasi Matematik siswa SMU melalui strategi Think-Talk-Write. (Disertasi Doktoral tidak diterbitkan). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Barnes, H. (2004). Realistic mathematics education: eliciting alternative Mathematical conceptions of learners. African Journal of Research in SMT Education, 8(1), 53-64

Baxler, J. A., Woodward, J., & Olson, D. (2005). Writing in Mathematics: alternative form of communication for academically low-achieving students.Learning Disabilities Research &Pretesctise, 20(2), 119-135.

Brumbaugh, D. K., & Rock, D. (2006). Teaching secondary mathematics. (3th Edition). New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates.

Bunnett, R., & Lincoln, N. E. (2007). Writing in the mathematics classroom: does it have an effect on students’ mathematical reasoning?. summative projects for ma degree. Diambil dari http://scimath.unl.edu/MIM/files/research/FellowsR.pdf

Cai, J., Lane, S. & Jakabcsin, M. S. (1996). The role of open-ended tasks and holistic scoring rubrics: Assessing students' mathematical reasoning and communication. In P. C. Elliot& M. J. Kenney (Eds.),

Yearbook of the National Council of Teachers of Mathematics: Communication in mathematics: K-12 and beyond (pp. 137-145).

Darhim. (2004). Pengaruh pembelajaran matematika kontekstual terhadap hasilbelajar dan sikap siswa sekolah dasar kelas awal dalam matematika. (Disertasi Doktoral tidak diterbitkan). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Dini (2011). Modifikasi quantum learning dan metode ekspostesitori untuk mengembangkan kemampuan komunikasi Matematis siswa SMP.Diambil dari File:///F:/Pembelajaran@dini’sdiary.htm.

Djaali. (2008, Julai 25). Ubah cara pengajaran matematika. Harian Umum Kompas. Diambil dari http://aingkumaha.blogspot.com/2008/07/ubah-cara-pengajaran-matematika.html.

Dolk, M., Sutarto Hadi., & Sembiring, R. K. (2008). Reforrata-ratag Mathematics learning in Indonesia classrooms through RME.ZDM Mathematics Education, 40.

Edy. (2008). Ubah cara pengajaran matematika. Harian Umum Kompas. Diambil dari http://aingkumaha.blogspot.com/2008/07/ubah-cara-pengajaran-matematika.html.

Erich, C. W. (2005). Realistic mathematics education, past and present. Dortmund: Universitat Dortmund.

Erman Suherman, Turmudi, Didi Suryadi, Tatang Herman, Suhendra,

Susyani Pretesbawanto, Nurjanah, & Ade Rohayati. (2003). Strategi pembelajaran Matematika kontemporer. Bandung: UPI.

Evawati Alisah, & Eko P. Dharmawan. (2007). Filsasafat dunia matematika pengantar untuk memahami konsep-konsep Matematika. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Fajar Shadiq. (2007, Mac). Inovasi pembelajaran matematika dalam rangka menyongsong sertifikasi guru dan persaingan global.Paper dipresentasikan pada serata-rataar Matematika P4TK (PPPG), Yogyakarta.

Gonzales, N. A. (1996). Problem formulation: insight from students generated questions. School Science and Mathematics, 96(3), 113-169.

Herman. (2007). Pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan penalaran Matematis siswa SMP.

Cakrawala Pendidikan, 26(1), 41- 62.

Husen Windayana. (2007). Pembelajaran matematik realistik dalam meningkatkan kemampuan berfikir logis, kreatif dan kritis, serta komunikasi Matematik siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 1(8), 1- 4.

Ifada Novikasari. (2007). Realistic Mathematics Education (RME): pendekatan pendidikan Matematika dalam konsep dan realitas. Jurnal Pemikiran Alternatif Pendidikan Insania, 12(1), 93-106.

Idris, N. (2006). Exploring the effects of ti-84 plus on achievement and anxiety in mathematics. Eurasia Journal of Mathematics, Science and Technology Education, 2(3), 66-78.

Isjoni. (2007). Saatnya pendidikan kita bangkit. Yogyakarta: Pustaka Siswa.

Jack, R.F., & Norman E.W. (1993). How to design and evaluate research in education. New York: Mc Graw-Hill.

Kania. (2009). Kegiatan pembelajaran realistic mathematics

education (RME) sebagai upaya meningkatkan kemampuan penalaran dan komunikasi Matematika siswa Sekolah Dasar. (Tesis Magister tidak diterbitkan) Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Mahayukti. (2004). Pengaruh penerapan pendekatan realistik terhadap penalaran dan komunikasi Matematik siswa SLTP 1 Singaraja. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Singaraja, 37(3), 29-39.

Moekijat. (1993). Teori Komunikasi. Bandung: Mandur Maju.

Mohammad Asikin. (2002, Julai). Menumbuhkan kemampuan komunikasi Matematika melalui pembelajaran Matematika realistik. Makalah Serata-rataardisampaikan dalam Konferensi Nasional Matematika XI di UM, Malang.

National Councilof Teachers of Mathematics (NCTM). (2000). Principles and standards for school Mathematics. Reston, VA: NCTM.

Nursuprianah, I. & Darsono (2009). Perbedaan kemampuan komunikasi Matematika siswa yangmenggunakan pendekatan pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) dan pendekatan konvensional. EduMa, 1(2), 137 – 142.

Ondi Saondi. (2008). Menumbuhkembangkan berfikir logis dan sikap postesitif terhadap Matematika melalui pendekatan Matematika realistik. Equilibrium, 4(8), 86 – 95.

Peressini, D., & Bassett, J. (1996). Mathematical communication in Students’ responses to a performance assessment task.In P. C.

Elliot & M. J. Kenney (Eds.), Yearbook: Communication in mathematics, K-12 and beyond (pp. 146–158).

Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) Matematika. (2002). Model-model pembelajaran matematika SMP. Diambil dari http://www.docstoc.com/docs/59002039/.

Qohar, A. & Sumarmo, U. (2013). Improving mathematical communication ability and self regulation learning of yunior high students by using reciprocal teaching. Indonesia Mathematics Society Journal on Mathematics Education, 4(1), 59-74.

Rohaeti. (2003). Pembelajaran matematika dengan menggunakan metode IMPROVE untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan komunikasi matematik siswa SLTP. (Tesis Master tidak diterbitkan). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Saragih, S. (2007). Mengembangkan kemampuan berfikir logis dan komunikasi matematiksiswa sekolah menengah pertama melalui pendekatan Matematika realistik. (Tesis Master tidak diterbitkan). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Soedjadi, R. (2001, Februari). Pembelajaran Matematika realistik: pengenalan awal dan pretesktis. Paper dipresentasikan pada serata-rataar Nasional di FMIPA UNESA, Surabaya.

Suarjana. (2007). Menumbuhkembangkan kemampuan pemecahan masalah, penalaran, dan komunikasi Matematik melalui pembelajaran Matematik realistik.Jurnal Pendidikan dan Pengajaran UNDIKSHA, 40(4), 937-959.

Sudrajat. (2001). Penerapan SQ3R pada pembelajaran tindak lanjut untuk peningkatan kemampuan komunikasi dalam Matematika siswa SMU. (Tesis Master tidak diterbitkan). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Suharta. (2003). Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (alternatif pembelajaran Matematika yang berorientasi Kurikulum Berbasis Kompetensi). Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, 36, 137-155.

Sumantri, J.S.S. (2007). Filsafat ilmu sebuah pengantar populer. Jakarta: Pusataka Sinar Harapan.

Turmudi. (2010, Januari). Mengurangi rasa cemas belajar Matematika dengan menampilkan Matematika eksploratif untuk merangsang siswa belajar. Paper dipresentasikan pada serata-rataar nasional UNISBA, Bandung.

Utari Sumarmo. (2005). Pengembangan berfikir Matematik tingkat tinggi siswa SLTP dan SMU serta mahasiswa strata satu melalui berbagai pendekatan pembelajaran. (Laporan penelitian tidak diterbitkan). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Umar, W. (2012). Membangun kemampuan komunikasi Matematis dalam pembelajaran matematika. Infinity Jurnal Ilmiah Program Studi Matematika STKIP Siliwangi Bandung, 1(1), 1-9.

Wahyudin. (2008). Pembelajaran dan model-model pembelajaran: pelengkap untuk meningkatkan kompetensi pedagogis para guru dan calon guru profesional. (Diktat Perkuliahan tidak diterbitkan). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Wihatma. (2004). Meningkatkan kemampuan komunikasi Matematik siswa SLTP melalui "Cooperative Learning" tipe "Student Team-Achievement Divisions" (STAD). (Disertasi Doktoral tidak diterbitkan). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Yushau, B. (2004). The role of language in the teaching and learning of Mathematics. Diambil dari www.kfupm.edu.sa/math/.

Zulkardi & Nieveen, N. (2001). CASCADE-IMEI: Web site support for student teacherslearning Realistic Mathematics Education (RME) in Indonesia. Paper presented in theICTMT5 conference, Klagenfurt, Austria.

Zulkardi. (2002). Development a Learning environment on Realistic MathematicsEducation (RME) for Indonesian student teachers. (Unpublish Doctoral Disertation). University of Twente, Enschede. The Netherlands.

Zulkardi., Nieveen, N., van den Akker, J., &de Lange, J. (2002). Designing, evaluating and implementing an innovative learning environment for supporting Mathematics Education reform in Indonesia: The CASCADE-IMEI study. In P. Valero & O. Skovsmose (Eds.), Proceedings of the 3rd International Mathematics Educationand Society Conference (pp. 1-5). Copenhagen: Centre for Research in Learning Mathematics.




DOI: https://doi.org/10.24815/jipi.v3i1.13450

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




JIPI (Jurnal IPA dan Pembelajaran IPA)

ISSN 2614-0500  (print) | 2620-553X (online)
Organized by Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala
Published by Syiah Kuala University
Website : http://jurnal.unsyiah.ac.id/jipi
Email     : jipi@unsyiah.ac.id


Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.