Konvergensi Simbolik Komunitas Pageant Lovers Indonesia di Instagram

Idham Imarshan

Abstract


Perkembangan dunia beauty pageant di Indonesia tidak terlepas dari peran pecinta kontes kecantikan yang dikenal dengan sebutan pageant lovers. Media sosial Instagram menjadi salah satu kanal bagi komunitas pageant lovers untuk berinteraksi dan berkomunikasi, melalui akun portal pageant. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konvergensi simbolik komunitas pageant lovers Indonesia di Instagram berdasarkan teori konvergensi simbolik. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi terhadap caption dan kolom komentar pada unggahan akun portal pageant, serta wawancara dengan tiga narasumber dari tiga akun portal pageant berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konvergensi simbolik komunitas pageant lovers muncul secara spontan dari anggotanya, dan digunakan secara luas melalui Instagram. Beberapa bentuk konvergensi simbolik yang muncul adalah mbak brownies, turun gunung, dan negara topi bundar. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa konvergensi simbolik yang terjadi dalam komunitas pageant lovers Indonesia di Instagram sesuai dengan teori konvergensi simbolik yang ada, yakni melalui proses tema fantasi, rantai fantasi, tipe fantasi, dan visi retoris.

 

The development of beauty pageants in Indonesia cannot be separated from the role of beauty pageant contest lovers known as pageant lovers. Instagram has become one of the channels for the pageant lovers community to interact and communicate through pageant portal accounts. This study aims to understand the symbolic convergence of the Indonesian pageant lovers community on Instagram based on symbolic convergence theory. The research method used is the observation of captions and comments on pageant portal accounts and interviews with three sources from three different pageant portal accounts on Instagram. The results showed that the symbolic convergence of the pageant lovers community emerged spontaneously from its members and was widely used through Instagram. Several forms of symbolic convergence that occurred were mbak brownies, turun gunung, and negara topi bundar. Based on the results, it can be concluded that the symbolic convergence that occurs in the Indonesian pageant lovers community on Instagram is following the existing symbolic convergence theory through the process of fantasy themes, fantasy chains, fantasy types, and rhetorical visions.


Keywords


Instagram; Konvergensi Simbolik; Media Baru; New Media; Pageant Lovers; Symbolic Convergence

Full Text:

PDF

References


Ayun, P. Q. (2016). Penggunaan Instant Messenger dan Komunikasi Interpersonal Remaja. Jurnal Ilmu Sosial, 15(2), 111–120.

Berty, T. T. (2017). Menang Miss International 2017, Nama Kevin Lilliana Mendunia. Liputan 6.

Caesaria, Y., & Wulan, R. R. (2018). Tema-Tema Fantasi Melalui Humor dalam Akun Instagram @gita_bhebhita. Dialektika, 5(1), 1–8.

Damayanti, R. (2018). Diksi dan Gaya Bahasa dalam Media Sosial Instagram. JURNAL WIDYALOKA IKIP WIDYA DARMA, 5(3), 261–278.

Effendy, O. U. (2004). Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Rosdakarya.

Elsakina, R. F., & Yohana, N. (2016). Konvergensi Simbolik dalam Komunikasi Kelompok Komunitas Stand Up Indo Pekanbaru. JOM FISIP, 3(2), 1–14.

Griffin, E. A. (2003). A First Look at Communication Theory. McGraw-Hill.

Gyimothy, S. (2013). Symbolic Convergence and Tourism Social Media. Tourism Social Science Series, 18(1), 55–71.

Herdiansyah, H. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-Ilmu Sosial. Salemba Humanika.

Indriani, S., & Prasanti, D. (2020). Analisis Konvergensi Simbolik dalam Media Sosial Youth Group Terkait Kasus Covid-19 di Indonesia. Jurnal Kajian Komunikasi, 8(2), 179–193.

Karman. (2013). Riset Penggunaan Media dan Perkembangannya Kini. Jurnal Studi Komunikasi Dan Media, 17(1), 103–121.

Kemp, S. (2021). Digital 2021: Indonesia. https://Datareportal.Com/Reports/Digital-2021-Indonesia.

Kurniatmasatria, A. M., & Sulistyani, H. D. (2021). Konvergensi Simbolik dan Sense of Community Pada Kelompok Gamer DOTA 2. Interaksi Online, 9(3), 242–253.

Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2009). Teori Komunikasi (9th ed.). Jakarta: Salemba Humanika.

Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2012). Encyclopedia of Communication Theory. SAGE Publications.

Mayasari, A. (2019, December 23). Jesica Fitriana, Sempat Diremehkan Kini Jadi Juara 3 Miss Supranational. Wolipop Detik.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Mulyana, D. (2004). Metode Penelitian Kualitatif Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. PT Remaja Rosdakarya.

Nabilla, F. (2021a, March 28). Profil Aura Kharisma, Sabet Juara 4 Miss Grand International. Suara.Com.

Nabilla, F. (2021b, April 7). 7 Daftar Kontes Kecantikan di Indonesia, Mana yang Paling Prestisius? Suara.Com.

Oro, E., Andung, P., & Liliweri, Y. (2020). Konvergensi Simbolik Dalam Membangun Kohesivitas Kelompok. Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi, 9(1), 1507–1522.

Pawito. (2007). Penelitian Komunikasi Kualitatif. LKis Yogyakarta.

Prasetya, M. R. (2020). Self-presentation dan kesadaran privacy micro-influencer di instagram. Jurnal Studi Komunikasi, 4(1), 239–258.

Ratnasari, E. D. (2017, November 13). Cerita “Pageant Lovers”, Pendukung Loyal Kontes Kecantikan. CNN Indonesia.

Redaksi VOI. (2021, May 18). Perkembangan Ajang Kecantikan Internasional: Dulu Monopoli Wanita Cantik, Kini untuk Pria dan Transgender. VOI.

Setiawan, H. (2019). Memilih Diantara 7 Tradisi Ilmu Komunikasi dalam Kerangka Filosofis. Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi Dan Pemikiran Hukum Islam, 9(1), 18–35.

Souisa, V. (2016a, November 27). Cerita Felicia Hwang Menjadi Runner-up 2 dan Miss Best Dresser di Miss International 2016. Tabloid Bintang.

Souisa, V. (2016b, December 3). Di Balik Kemenangan Ariska Putri Pertiwi dalam Miss Grand International 2016. Tabloid Bintang.

West, R., & Turner, L. H. (2007). Pengantar Teori Komunikasi. Salemba Humanika.

Wildan, M. (2014). Konvergensi Simbolis dalam Komunikasi Ruang Siber. Jurnal Penelitian Teknologi Informasi Dan Komunikasi, 5(2), 209–232.

Windasari, D. R. (2018). Konstruksi Makna Pageant Bagi Pria di Kota Pekanbaru yang Pernah Mengikuti Ajang Male Pageant dalam Perspektif Fenomenologi. JOM FISIP, 5(2), 1–15.

Wood, A. F., & Smith, M. J. (2005). Online Communication. Lawrence Erlbaum Associates Publishers.

Zanin, A., Hoelscher, C. S., & Kramer, M. W. (2016). Extending Symbolic Convergence Theory: A Shared Identity Perspective of a Team’s Culture. Small Group Reseatch, 47(4), 438–472.

Zellatifanny, C. M. (2020). Tren Diseminasi Konten Audio on Demand melalui Podcast : Sebuah Peluang dan Tantangan di Indonesia. Journal Pekommas, 5(2), 117–132.

Zevannya, A. R. (2012). Analisis Konsep Diri Peserta Ajang Miss Indonesia untuk Menjadi Humas bagi Indonesia. Universitas Indonesia.




DOI: https://doi.org/10.24815/jkg.v10i2.21688

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Komunikasi Global (JKG)
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala
Jln. Tgk. Tanoh Abee, Darussalam, Banda Aceh, 23111
Telp.  (0651) 7555267
Email: jkg@unsyiah.ac.id

 

Published by:

 

Indexed by: