PENYAKIT AKIBAT KERJA OLEH KARENA PAJANAN SERAT ASBES

Liza Salawati

Abstract


World Health Organization memperkirakan 125 juta orang telah terpapar asbes akibat pekerjaan mereka dan menyebabkan 90 ribu kematian setiap tahunnya. Indonesia merupakan negara terbesar ke-8 sebagai importir, prosesor, konsumer serta eksporter asbes dan materialnya. Selama periode 2000-2004, penggunaan asbes meningkat 20%. Sepanjang tahun, asbes selalu tersedia di Indonesia dan merupakan salah satu material termurah serta produk terpilih bagi banyak pelanggan. Lebih dari 7.700 pekerja dipekerjakan pada industry pemprosesan asbes, pekerja tersebut berisiko terpapar dengan serat asbes. Bila serat asbes terhirup merupakan risiko kesehatan serius yang dapat menyebabkan penyakit mesotelioma, kanker paru dan asbestosis. Akumulasi yang berkelanjutan dari serat tersebut mengakibatkan terjadinya jaringan parut pada paru dan sesak nafas. Tidak ada terapi untuk menghilangkan efek dari asbes pada alveoli. Terapi hanya berfokus pada pencegahan perburukan penyakit dan mengurangi gejala. Oleh karena itu pencegahan sangat penting dalam mencegah timbulnya asbestosis.


Keywords


Penyakit akibat kerja; asbestosis; asbes

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons LicenseISSN: 1411-3848E-ISSN: 2579-6372
Copyright© 1987-2017 | ISSN: 1412-1026 | EISSN: 2550-0112 
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by:
Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala
 
Jl. Tgk. Tanoh Abee, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Phone: +626517551843 
Email: jks@unsyiah.ac.id


Online Submissions & Guidelines | Editorial Policies | Contact | Statistics | Indexing | Citations