PERAN DOKTER KELUARGA DALAM TATALAKSANA KASUS DERMATITIS ATOPIK PADA ANAK

Jufitriani Ismy, Tita Menawati Liansyah

Abstract


Abstrak: Dermatitis atopik (DA) merupakan penyakit kulit kronis, residif yang sering terjadi pada bayi, anak maupun dewasa. Penyakit ini dipengaruhi oleh faktor instrinsik dan faktor ekstrinsik. Manifestasi klinis DA ditandai dengan adanya inflamasi dan disertai rasa gatal yang hebat sehingga gejala ini menyebabkan anak menjadi rewel terutama apabila ada alat sensitisasi atau allergen. Peran dokter keluarga sangat penting dalam memberikan edukasi kepada orang tua pasien agar memperhatikan asupan nutrisi dan memberikan ASI secara dini dan eksklusif yang dapat mengurangi faktor resiko terjadinya DA yang disebabkan peningkatan IgE dalam darah. (JKS 2016; 1:40-43)

 

Kata kunci : dermatitis atopik, anak, dokter keluarga

 

Abstract: Atopic dermatitis (AD) is a chronic skin disease, recurrent common in infants, children and adults. The disease is influenced by intrinsic and extrinsic factors. Clinical manifestations AD is characterized by inflammation and accompanied by severe itching that these symptoms cause children to be fussy, especially if there is a tool or allergen sensitization. The role of the family doctor is very important in providing education to the patient's parents to pay attention to nutrition and providing early and exclusive breastfeeding can reduce the risk factors of AD due to an increase of IgE in the blood.

(JKS 2016; 1:40-43)

 

Keywords: atopic dermatitis, children, family doctor


Keywords


dermatitis atopik, anak, dokter keluarga; atopic dermatitis, children, family doctor

Full Text:

PDF

References


Djuanda S. 2007. Dermatitis Atopik. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Ed ke-5. Jakarta:FKUI pp: 138-147

Bantz SK, Zhu Z, Zheng T. 2014. The atopic: progression from atopic dermatitis to allergic rhinitis and asthma. J Clin Cell Immunol [Online]. Tersedia di http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25419479

Belda Evina. 2015. Clinical Manifestation And Diagnostic Criteria of Atopic Dermatitis. Lampung. http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/viewFile/574/578

Soebaryo RW. Etiologi dan patogenesis dermatitis atopik. Dalam: Boediardja SA, Sugito TL, Rihatmadja R, eds. Dermatitis pada bayi dan anak. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2004; h.45-57.

Flohr C; Pascoe D; Williams HC. Atopic dermatitis and ‘hygiene hypothesis’: too clean to be true? British Journal of Dermatology, 2005, 152:202-216

Remitz A,Reitamo S, The Clinical Manifestation Of Atopic Dermatitis. dalam: Reitamo S, Thomas A, Martin S. Text Book of Atopic Dermatitis.UK: Informa Healthcare; 2008. h.1-11.

Kariosentono H. 2006. Dermatitis atopic (eksema). Cetakan 1. Surakarta: Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) UNS dan UNS Press.

Sugito TL. 2009. Penatalaksanaan Terbaru Dermatitis Atopic. In : Boediardja SA, Sugito TL, Indriatmi W, Devita M, Prihianti S, editor. Dermatitis atopic. Jakarta: balai penerbit FKUI. p39-55.

Azrul A. 2000. Pengantar Pelayanan Dokter Keluarga. Jakarta: Yayasan Penerbit IDI.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons LicenseISSN: 1411-3848E-ISSN: 2579-6372
Copyright© 1987-2017 | ISSN: 1412-1026 | EISSN: 2550-0112 
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by:
Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala
 
Jl. Tgk. Tanoh Abee, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Phone: +626517551843 
Email: jks@unsyiah.ac.id


Online Submissions & Guidelines | Editorial Policies | Contact | Statistics | Indexing | Citations