UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN SERNAI (Wedelia biflora) sebagai ANTITRIPANOSOMA PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)

Eliawardani -

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengetahui penurunan persentase parasitemia darah tikus yang diinfeksi Trypanosoma evansi (T. evansi) dan diberi ekstrak daun sernai (Wedelia biflora). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Dua puluh ekor tikus jantan dibagi secara acak ke dalam 4 kelompok perlakuan yang masing-masing terdiri atas 5 ekor tikus. Kelompok K1 (kontrol positif) adalah tikus yang diinfeksikan dengan 10T. evansi dan tidak diberikan ekstrak daun sernai, kelompok K2, K3, dan K4 adalah tikus yang diinfeksikan dengan 103 T. evansi dan diberikan ekstrak daun sernai secara oral dengan dosis masing-masing 30, 45, dan 60 mg/kg bobot badan selama 3 hari berturut-turut. Infeksi T. evansi dilakukan secara intra peritoneum sedangkan ekstrak diberikan secara oral selama 3 hari berturut-turut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata ± SD persentase parasitemia tikus dari K2, K3, dan K4 lebih rendah dari K1. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa infeksi T. evansi meningkatkan persentase parasitemia dan pemberian ekstrak daun sernai berbagai dosis mampu menurunkan persentase parasitemia pada tikus.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.21157/j.med.vet..v9i1.2990

DOI (PDF): https://doi.org/10.21157/j.med.vet..v9i1.2990.g2824

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 by author and J. Med. Vet.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Creative Commons License
J. Med. Vet. is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.