7. Inhibition Activity of Ethanolic Extract of Binahong Leaf (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) on Staphylococcus aureus Bacteria

Herrialfian Herrialfian, Mizla Maulia Nisya Lubis, Darmawi Darmawi, Maryulia Dewi, Erina Erina, Hennivanda Hennivanda, Abdul Harris

Abstract


This research aimed to investigate the inhibition activity of ethanolic extract of binahong leaf (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) on Staphylococcus aureus. Bacteria were obtained from the Microbiology Laboratory of Faculty of Veterinary Medicine Unsyiah, isolated from the honey bear (Helarctos malayanus) wound area. This experiment was conducted with re-identification of the bacteria before treatment. Afterward, the bacteria were treated with ethanolic extract of binahong leaf with a concentration of 20%, 40%, 60%, and 80% by using the disc diffusion (Kirby-Bauer) method. The data were analyzed descriptively by measuring and comparing the inhibition zone among treatments. The results showed that the treatment could inhibit the growth of Staphylococcus aureus, however, the inhibition zone was narrow with a mean diameter of 20% was 6.8 mm, 40% was 7.4 mm, 60% was 8.2 mm, and 80% was 8.1 mm. It can be concluded that ethanolic extract of binahong leaf had comparative inhibition activity toward Staphylococcus aureus.


Keywords


Ethanolic extract; binahong leaf; Staphylococcus aureus; Inhibition zone.

Full Text:

PDF

References


Ajizah, A. 2004. Sensitivitas Salmonella typhimorium terhadap ekstrak daun Psidium guajavo L. Bio Selective. 1(1):31-38.

Aniszewki, T. 2007. Alkaloid Secrets of Life. Amsterdam: Elsevier.

Annisa, N. 2007. Uji aktivitas antibakteri ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Ten)Steenis) terhadap bakteri Klebsiella penumonia dan Bacillus subtilis ATCC 6633 beserta skrining fitokimia dengan uji tabung. Skripsi Tidak diterbitkan.

Astuti, S.M., S.A.M. Mimi, A.B.M. Retno and R. Awalludin. 2011. Determination of saponin compound from Anredera cordifolia (Ten) Steenis (binahong) to potential treatment for several deseases. J. Agric. Scie. Canadian Center of Science and Education. 3(4):224 -232.

Besung, I.N.K. 2009. Pengaruh pemberian ekstrak kunyit pada anak babi yang menderitaColibacillosis

http://ejournal.unud.ac.id/abstrak/kerta%20besung%20120302009.pdf. Diakses tanggal 16 April 2013.

David,R.F., R.A.Michael and M.H.Cullen. 1992. P-Glycoprotein possesses A 1,4 dihydropyridine-selective drugs acceptor site which is alloserically coupled to a vinca alkaloid selective binding site. Biochem.Biophys.Res.Commun. 188(1):440-445.

Davis, W.W and T.R. Stout. 1971. Disc plate method of microbiological a¬ssay. Journal of microbiology.22(4):659-665.

Djide, N dan Sartini. 2006. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Makasar: Universitas Hasanuddin.

Dwijoseputro. 2005. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Malang: Djambatan.

Dzen, M.R. 2003. Bakteriologi Medik:Edisi Pertama. Malang: Bayumedia.

Foster, T. 2008. Staphylococcus. Diakses melalui http://gsbs.utmb.edu/microbook/ ch012.htm. Medmicro Chapter 12. [20/1/2016].

Ganiswarna, S.G. 1995. Farmakologi dan terapi, edisi IV (cetak ulang 2006). Jakarta: Gaya Baru.

Gitawati, R. 2008. Interaksi obat dan beberapa implikasinya. Media Litbang Kesehatan. 18(4):175-184.

Harborne, J.B. 1987. Metode Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganilisis Tumbuhan, diterjemahkan oleh Padmawinata & Soediro. Bandung: ITB.

Hidayat, S., F. Hanum dan A. Ismail. 2015. Efektifitas daya hambat dan daya bunuh bakteri ulkus trauma tikus pada mukosa mulut dengan berbagai konsentrasi propolis (Trigona sp.). Medali Jurnal. 2(1):79-80.

Ijong, F.G. 2015. Mikrobiologi Perikanan dan Kelautan. Jakarta (ID): Rineka Cipta.

Jawetz., Melnick dan Adelberg. 2008. Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Jazilah, N., A.G. Fasya. R. Ningsih dan A. Abtokhi. 2014. Uji toksisitas ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) terhadap larva udang Artemia salina Leach dengan metode brine

shrimp lethality test (BSLT). Alchemy. 3(2):118 124.

Khusan., W. Pritiyantoro dan M. Slipranata. 2012. Identifikasi dan karakteristik fenotipe Staphylococcus aureus asal kasus bumblefoot dan arthritis pada broiler. Jurnal Kedokteran Hewan. 6(2):155-160.

Kumalasari, E dan N. Sulistyani. 2011. Aktivitas atifungi ekstrak etanol batang binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steen.) terhadap Candida albicans serta skrining fitokimia. Jurnal Ilmiah Kefarmasian. 1(2):51-62.

Kuntorini, E.M. dan M.D. Astuti. 2010. Penentuan aktivitas antioksidan ekstrak etanol bulbus bawang dayak (Eleutherine americana merr.). Jurnal Sains dan Terapan Kimia. 4(1):15-22.

Lay, B.W. 1994. Analisa Mikroba di Laboratorium. Jakarta (ID): Raja Grafindo Persada.

Makalalag, I.W., A.Wullur dan W.Wiyono. 2013. Uji ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia Steen.) terhadap kadar gula darah pada tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksikan sukrosa. Jurnal Ilmiah Farmasi. 2(1):28-35.

Manoi, F. 2009. Binahong (Anredera cordifolia (ten) steenis) sebagai obat. Jurnal Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri. 15(1):3-5.

Olivia, F., S.Alam dan I.Hadibroto. 2004. Seluk Beluk Food Suplemen. Jakarta: Gramedia.

Parwati, N.K. F., M.Napitupulu dan A.W.M. Diah. 2014. Uji aktivitas antioksidan ekstrak daun binahong (Anredera Cordifolia (Tenore) Steenis) dengan 1,1-defenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) menggunakan spektrofotometer UV-VIS. Jurnal Akademika Kimia. 3(4):206-213.

Pelczar, M. J. Jr dan E.C.S.Chan. 1998. Dasar-Dasar Mikrobiologi 2:Cetakan 1. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Pengov, A and S.Ceru. 2003. Antimicrobial drug susceptibility of Staphylococcus aureus strains isolated from bovine and ovine mammary glands. J. Dairy Scie. 8(6):3157-3163.

Prayoga, E. 2013. Perbandingan efek ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) dengan metode difusi disk dan sumuran terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Skripsi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta.

Rachmawati, S. 2007. Studi makroskopi, dan skrining fitokimia daun Anredera cordifolia (Ten.) Steenis. Skripsi Tidak Diterbitkan. Surabaya: Fakultas Farmasi UNAIR Surabaya.

Retnowati, Y., B. Nurhayati dan W.P. Nona. 2011. Pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada media yang diekspos dengan infus daun sambiloto (Andrographis Paniculata). Jurnal Saintek. 6(2):4-6.

Rimporok, S., J.K.Billy. Krista dan V. Siagian. 2015. Uji efektivitas ekstrak daun binahong (Anredera Cordifolia Steenesis) terhadap pertumbuhan Streptocoocus secara in vitro. Jurnal Ilmiah Farmasi. 4(4):15-21.

Rios,J.L. dan M.C.Rico. 2005. Medicinal Plants and Antimicrobial Activity. Respective paper. Available online 17 June 2005. pp 80-83.

Robinson, T. 1995. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi. Bandung: ITB-Press.

Rostinawati, T. 2008. Skrining dan identifikasi bakteri penghasil enzim kitinase dari air laut di perairan pantai pondok Bali. Penelitian Mandiri. Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran Jatinangor.

Salamena, R.P. 2015. Deteksi dan resistensi Staphylococcus aureus patogen pada daging ayam. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Program Studi Kedokteran Hewan. Universitas Hasanuddin, Makassar.

Sanarto, Prijadi dan Tanjaya. 2010. Uji efektivitas ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia) sebagai antibakteri terhadap Escherichia coli secara in vitro. Jurnal Penelitian. 1(1):1-11.

Sangi, M., R.J.R. Max. E.I.S. Henry dan M.A.M. Veronica. 2008. Analisis fitokimia tumbuhan obat di kabupaten minahasa utara. J. Progres in Chemistry.1(1):47-53.

Schlegel, H.G dan K.Schmidt. 1994. Mikrobiologi Umum Ed. Ke-6. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Setiaji, A. 2009. Uji aktivitas antibakteri ekstrak petroleum eter, etil asetat dan etanol 70% rhizoma binahong (Anredera Cordifolia (Tenore) Steen) terhadap Staphylococcus aureus Atcc 25923 dan Escherichia coli Atcc 11229 serta skrining fitokimianya. Skripsi. Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia.

Siswandono dan B. Soekardjo. 2004. Kimia Medisinal. Surabaya: Erlangga.

Tambayong, J. 2009. Mikrobiologi untuk Keperawatan. Jakarta: Widya Medika.

Timoney, J.F., J.H. Gillespie. F.W. Scott and J.E. Barlough. 1991. Hagan and Bruner's Microbiology and Infectious Diseases of Domistic Animals. 8th Ed. Ithaca and London, United Kingdom: Cornell University Press.

Titis, M., E. Fachriyah dan D.Kusrini. 2013. Isolasi, identifikasi dan uji aktivitas senyawa alkaloid daun binahong (Anredera cordifolia (Tenore)Steenis). Journal of Chemical Information. 1(1):196-201.

Uchida, S. 2003. Production of a digital map of the hazardous condition of soil erosion for the sloping lans west java, Indonesian using geopraphic information system (GIS). Indonesia: JIRCAS.

Umar, A., D.Krihariyani dan D.T.Mutiarawati. 2012. Pengaruh pemberian ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) terhadap kesembuhan luka infeksi Staphylococcus aureus pada mencit. Jurnal Analisis Kesehatan. 2(1):122-128.

Werckenthin, C., M.Cardoso. J.Louismartel and S.Schwarz. 2001. Antimicrobial resistance in staphylococci from animals with particular reference to bovine

S. aureus, porcine S. hyicus and Canine S. intermedius. J. Vet. Res. 3(2):341-362.

WHO. 2003. Basic Laboratory Procedures In Clinical Bacteriology, 2nd Ed. Terdapat pada

http://whqlibdoc.who.int/publications/2003/9241545453 _ind.pdf. Diakses pada tanggal 6 April 2011.




DOI: https://doi.org/10.21157/j.med.vet..v15i1.9988

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 by author and J. Med. Vet.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Creative Commons License
J. Med. Vet. is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.