PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH, DANA PERIMBANGAN, DAN SISA LEBIH PERHITUNGAN ANGGARAN TERHADAP BELANJA MODAL DAN IMPLIKASINYA PADA REALISASI BELANJA MODAL PADA PEMERINTAHAN KABUPATEN/KOTA DI INDONESIA

Laila Murhani Kasdy, Nadirsyah Nadirsyah, Heru Fahlevi

Abstract


This study aims to determine the effect of local own source revenue, fiscal balance transfers, and surplus of budget financing on the  capital expenditure  and their implications for the realization of capital expenditure in Indonesia. The sample of this research is the government of local districts/cities in Indonesia during the 2013-2015 period, with the total sample of 311 that were selected using the simple random sampling. The method of analysis used in this research is the path analysis. The results of the study showed that: (1) the local own revenue, fiscal balance transfers, surplus of budget financing, and capital expenditure have a significant effect on the capital expenditure realization; (2) capital expenditure  fully mediated the effects of fiscal balance transfers and surplus of budget financing on the capital expenditure realization; and (3) capital expenditure partially mediated the effect of the local own revenue on the realization of capital expenditure among the local government offices in Indonesia.

 

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan, sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) terhadap belanja modal dan implikasinya pada realisasi belanja modal di kantor pemerintahan kabupaten/kota di Indonesia. Sampel penelitian ini adalah pemerintah daerah kabupaten/kota di Indonesia selama 3 periode (2013-2015), dengan total sampel sebanyak 311. Dalam penelitian ini, sampel dipilih dengan menggunakan simple random sampling dan datanya dianalisis dengan menggunakan path analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) PAD, dana perimbangan, SiLPA, dan belanja modal berpengaruh signifikan terhadap realisasi belanja modal; (2) belanja modal memediasi secara penuh pengaruh  dana perimbangan dan SiLPA terhadap realisasi belanja modal, dan (3) belanja modal memediasi secara parsial pengaruh PAD tehadap realisasi belanja modal di kantor pemerintah kabupaten/kota di Indonesia.

 

Keywords Local own revenue; Fiscal balance transfers; Surplus of budget financing; Capital expenditure; Capital expenditure realization.


Keywords


Local own revenue; Fiscal balance transfers; Surplus of budget financing; Capital expenditure; Capital expenditure realization.

Full Text:

PDF

References


Abdullah, Syukriy & Abdul Halim. (2006). Studi atas Belanja Modal pada Anggaran Pemerintah Daerah dalam Hubungannya dengan Belanja Pemeliharaan dan Sumber Pendapatan. Jurnal Akuntansi Pemerintah, 2(2), 17–32.

______(2008).Pemotongan Dana Perimbangan oleh Pemerintah Pusat. 14 Maret 2007. https://syukriy.wordpress.com/2008/09/10/sanksi-pemotongan-dau-danatau-dbh-dalam-kaitannya-dengan-pinjaman-daerah-dari-pemerintah-pusat/.

______& Ramadhaniatun Nazry. (2015). Analisis Varian Anggaran Pemerintah Daerah-Penjelasan Empiris dari Perspektif Keagenan. Junal Samudera Ekonomi dan Bisnis, 2(2), 272-283.

______&Riza Rona. (2014). Pengaruh Sisa Anggaran, Pendapatan Sendiri dan Dana Perimbangan Terhadap Belanja Modal. Istishadia,7(1), 179-202.

Aprizay, Yudi Satriya, Darwanis & Muhammad Arfan. (2014). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran terhadap Pengalokasian Belanja Modal pada Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh. Jurnal Akuntansi Pascasarjana Universitas Syiah Kuala,3(1), 140-149.

Ardhani, Pungky. (2011). Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, dan Dana Alokasi Khusus terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal (Studi pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Tengah). Skripsi: Universitas Diponogoro.

Bungkes, Panetir, Nadirsyah & Syukriy Abdullah. (2016). Pengaruh Dana Perimbangan, Pendapatan Sendiri dan Penerimaan Pembiayaan terhadap Belanja Modal. Jurnal Magister Akuntansi Pasca Sarjana Unsyiah, 5(3), 50-59.

Darwanto & Yulia Yustikasari. (2007). Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Alokasi Umum (DAU) terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal. Simposium Nasional Akuntansi X, Makasar 26-28 Juli.

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. (2014). Deskripsi & Analisis APBD Tahun 2014. Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Farel, Rully. (2015). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belanja Modal di Kabupaten Bogor. Signifikan, 4(2), 189-210.

Febriana, Imas Sherli & Sugeng Praptoyo. (2015). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belanja Modal pada Provinsi Jawa Timur. Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi,4(9), 1-22.

Felix, Olurankinse. (2002). Analysis of the effectiveness of capital expenditure budgeting in the local goverment system of Ondo State, Nigeria. Journal of Accounting and Taxation,4(1), 1-6.

Kurniawan, Yogi. (2016). Pengaruh Varian Pendapatan Asli Daerah, Varian Dana Perimbangan, dan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran terhadap Realisasi Belanja Modal(Studi pada Kabupaten/Kota di Indonesia Tahun2010-2014). Skripsi: Universitas Syiah Kuala.

Kusnandar & Dodik Siswantoro. (2012). Pengaruh Dana Alokasi Umum, Pendapatan Asli Daerah, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran dan Luas Wilayah Terhadap Belanja Modal. Jurnal dan Prosiding SNA - Simposium Nasional Akuntansi Universitas Indonesia,15(1), 1-20.

Mahmudi. (2006). Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Panduan Bagi Eksekutif, DPRD, dan Masyarakat Dalam Pengambilan Keputusan Ekonomi, Sosial dan Politik. Yogyakarta:UPP STIM YKPN.

Maimunah, Mutiara. (2006). Flypaper Effect pada Dana Alokasi Umum dan Pendapatan Asli Daerah terhadap Belanja Daerah pada Kabupaten/Kota di Pulau Sumatera.Simposium Nasional Akuntansi IX, Padang 23-26 Agustus.

Nuzana, Merizal. (2016). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengalokasian Belanja Modal. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, 5(10), 1-22.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Negara.

______Nomor 27 Tahun 2013 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2014.

Peraturan Pemerintah Nomor Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan.

______Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah.

Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014.

Permatasari, Isti & Titik Mildawati. (2016). Pengaruh Pendapatan Daerah terhadap Belanja Modal pada Kabupaten/ Kota Jawa Timur. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, 5(1), 1-17.

Soekarwo. (2003). Berbagai Permasalahan Keuangan Daerah. Surabaya: Airlangga University Press.

Sugiyanta. (2016). Analisis Belanja Modal dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya pada Pemerintah Kabupaten/ Kota di Indonesia. Jurnal Akuntansi Universitas Jember, 14(1), 19-38.

Sarjono, Haryadi & Winda Julianita. (2011). SPSS vs LISREL Sebuah Pengantar. Aplikasi untuk Riset. Jakarta: Salemba Empat.

Susanti, Susi & Heru Fahlevi. (2016). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, dan Dana Bagi Hasil terhadap Belanja Modal (Studi pada Kabupaten/Kota di Wilayah Aceh). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi (JIMEKA), 1(1), 183-191.

Undang-Undang No 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah.




DOI: https://doi.org/10.24815/jped.v4i1.10916

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Perspektif Ekonomi Darussalam



___________________________________________________________

Published by:

Islamic Economics Department collaborated with IAEI DPW Aceh
Economics and Business Faculty
Syiah Kuala University
Kopelma Darussalam, Banda Aceh, Indonesia - 23111
ISSN: 2502-6976, E-ISSN: 2580-6297

 StatCounter - Free Web Tracker and Counter VIEW JPED STATS

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.