PERBANDINGAN LAJU KOROSI PADA TULANGAN BETON BUSA NORMAL DAN BETON BUSA POZZOLAN

Zubaidi Amri, Abdullah Abdullah, Syarizal Fonna

Abstract


Abstract: Reinforced concrete foam is one alternative to replace conventional reinforced concrete on structural elements. This study aims to measure the The media immersion and variation of specific gravity (SG) is a variable of interest in this study. The specimen type used is Normal foamed concrete (BB) and pozzolan foamed concrete (BBP). The test specimens used were 8 x 8 x 50 cm, with single reinforcement Ø10 mm in it. Reinforced placement of the reinforcement so that the test specimen has a thickness of 4 cm concrete cover. The specimen was immersed in freshwater and artificial seawater in the form of a 3.5% sodium chloride solution. The measurements results using half-cell potential mapping (HCPM) technique described the highest corrosion risk location. At this location corrosion rate measurement performed using linear polarization resistance (LPR) method. The corrosion rate calculation result of normal foamed concrete SG 1,2, 1,4, 1,6 with NaCl 3.5% and  fresh water immersion medium ranged from 0,621 mpy up to 0,854 mpy and 0,194 mpy up to 0,304 mpy. The corrosion rate value of pozzolan foamed concrete SG 1,2, 1,4,1,6 with 3.5% NaCl and  fresh water immersion media ranges from 0,429 mpy up to 0,545 mpy and 0,072 mpy up to 0,120 mpy. The larger SG value of the foamed concrete specimen used, the less corrosion rate occurs. Corrosion behavior of pozzolan foamed concrete is better than normal foam concrete, this phenomenon occurs due to the effect of adding 10% pozzolan which causes better foamed concrete permeability, so that the resistance of concrete against corrosion increased. In general the corrosion rate of pozzolan foamed concrete in the freshwater environment and corrosive environment (artificial seawaters of NaCl 3.5%) is smaller than the corrosion rate of normal foamed concrete.

 

Abstrak: Beton busa bertulang merupakan salah satu alternatif untuk menggantikan beton bertulang konvensional pada elemen struktural. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur laju korosi pada beton busa bertulang. Media rendaman dan variasi berat jenis (SG) merupakan variabel yang ditinjau dalam penelitian ini. Jenis benda uji yang digunakan berupa beton busa normal (BB) dan beton busa pozzolan (BBP). Benda uji yang digunakan berbentuk balok 8 x 8 x 50 cm, dengan tulangan tunggal Ø10 mm didalamnya. Dilakukan penempatan tulangan sehingga benda uji memiliki ketebalan selimut 4 cm. Benda uji direndam menggunakan air tawar dan air laut buatan berupa larutan Natrium Clorida 3,5%. Hasil pengukuran menggunakan teknik half-cell potential mapping (HCPM) menggambarkan lokasi yang memiliki resiko tertinggi terkorosi. Pada lokasi ini dilakukan pengukuran laju korosi dengan menggunakan metode linear polarization resistance (LPR). Hasil perhitungan laju korosi pada beton busa normal SG 1,2 sampai 1,6 dengan media rendaman larutan NaCl 3,5% dan air tawar berkisar antara 0,621 mpy sampai dengan 0,854 mpy dan  0,194 mpy sampai dengan 0,304 mpy. Nilai laju korosi pada beton busa pozzolan SG 1,2, 1,4, 1,6 dengan media rendaman NaCl 3,5% dan air tawar berkisar antara 0,429 mpy sampai dengan 0,545 mpy dan 0,072 mpy sampai dengan 0,120 mpy. Semakin besar nilai SG benda uji beton busa yang digunakan, maka laju korosi yang terjadi semakin kecil. Perilaku korosi beton busa pozzolan lebih baik dari pada beton busa normal, fenomena ini terjadi akibat pengaruh penambahan 10% pozzolan yang menyebabkan permeabilitas beton busa semakin baik sehingga ketahan beton terhadap korosipun semakin meningkat. Secara umum laju korosi pada beton busa pozzolan dilingkungan air tawar dan lingkungan korosif (air laut buatan NaCl 3,5%) lebih kecil dibandingkan laju korosi beton busa normal.


Keywords


Beton busa normal; beton busa pozzoan; laju korosi; berat jenis; half-cell potential mapping; linear polarization resistance.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24815/jts.v1i4.10049

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.