ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON MENGGUNAKAN AIR CAMPURAN SUHU EKSTRIM YANG DITAMBAHKAN ACCELERATOR DAN RETARDER

Teuku Budi Aulia, Zahra Amalia

Abstract


Dalam beberapa dekade terakhir terjadi fenomena pemanasan global di dunia. Kebutuhan terhadap beton sebagai material konstruksi terus meningkat, 60% pembangunan infrastruktur ketekniksipilan dunia dibuat dari beton. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan air bersuhu ekstrim sebagai bahan pembentuk beton terhadap kuat tarik belah beton yang ditambahkan accelerator dan retarder. Air yang dipakai adalah air panas (100˚C), air dingin (10˚C), dan air suhu normal (23˚C). Accelerator dan retarder yang digunakan adalah 0%; 0,25%; 0,50% dan 0,75% dari berat semen. Beton dibuat dengan FAS 0,35; 0,40; dan 0,45. Pengujian kuat tarik belah beton menggunakan silinder 15/30 cm berjumlah 135 buah, dengan variasi FAS dan persentase admixture (accelerator dan retarder), setiap variasi berjumlah 5 benda uji, diuji pada umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton menggunakan air campuran suhu ekstrim menggunakan accelerator dan retarder dapat mempengaruhi kuat tarik belah beton dibandingkan dengan beton normal tanpa penggunaan admixture. Pada beton menggunakan air dingin, peningkatan kuat tarik belah terjadi pada FAS 0,35; 0,40; dan 0,45 dengan penambahan accelerator 0,25%, yaitu 0,41%; 0,43% dan 2,3% dibandingkan menggunakan air suhu normal tanpa penambahan accelerator. Untuk campuran air panas diperoleh peningkatan kuat tarik belah pada FAS 0,35; 0,40; dan 0,45 dengan penggunaan retarder 0,25%, yaitu sebesar 4,49%; 6,04%; dan 2,76%  dibandingkan dengan beton menggunakan air suhu normal tanpa penambahan retarder.

Keywords


Kuat tarik belah beton, air suhu ekstrim, faktor air semen (FAS), accelerator, retarder

Full Text:

PDF

References


Anonim, 2002, Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung (SNI 03–2847–2002), Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman, Bandung.

Anonim, 2004, Annual Book of American Society for Testing and Materials Standard (ASTM Standard), New York, USA.

Anonim, 2007, Brosur Sika, PT. Sika Indonesia, Jakarta.

Assal, M., Abou-Zeid, dan Mohamed N., 2018. The Effect of Mixing Water Temperature on Concrete Properties in Hot Weather Condition. Artikel pada Konferensi Building Tomorrow’s Society, Canada 13-16 Juni 2018.

Dipohusodo, I., 1996, Struktur Beton Bertulang Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Madi, M., Refaat, Norhan, Negm E. D., Ahmed, Ziada, Fady, Mazen, Maha, Ahmed, Sherif, Hamza, Ahmed S., El Nahas, Eman, Fathy, Amr, Fahmy, Ezzat H., Abou-Zeid, dan Mohamed N., 2017. The Impact Of Mixing Water Temperature On Portland Cement Concrete Quality. Artikel pada Konferensi Leadership in Sustainable Infrastructure, Canada 31 Mei-3 Juni 2017.

Naganathan, S., dan Mustapha, K. N., 2016. Effect of Water Temperature on Concrete Properties. Jordan Journal of Civil Engineering, 9 (3), pp 292-302.

Nugraha, Paul, dan Antoni, 2007, Teknologi Beton (Dari Material, Pembuatan, ke Beton Kinerja Tinggi), Penerbit ANDI, Yogyakarta.

Renjuraj, R., Shabana, A., Salman, F., Chinju, G. M., Shahana, M. S., Archa, M. S., dan Sarath, S., 2016. Effect on Workability and Strengthof Con-crete due to Variation in Mixing Water Tempera-ture. International Journal of Scientific & Engineering Research, Volume 7, Issue 4, April-2016, pp 185-188.




DOI: https://doi.org/10.24815/jts.v9i1.16206

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.