KAJIAN PEMAHAMAN DAN MANFAAT BAGI KONTRAKTOR TERHADAP PROSES PELELANGAN MENURUT PERPRES R.I NO. 54/2010

Tripoli Tripoli

Abstract


Abstract:In 2010 the Government of the Republic of Indonesia issued a new rule through Perpres RI No. 54/2010 for the Procurement for Goods / Services which became effective since Jan­uary 1, 2011 and repeal Keppres RI No. 80/2003 and all amendments thereto. In the implementa­tion of these regulations occurs many problems and conflicts at procurement process such as anarchy, perform of improper rebuttal, etc. This matter was indicated due tolow level of understanding to the regulation by the contractors. To avoid the things mentioned above, it is necessary to study or analysis the contractors understanding level of the regulation about to the procurement process. In conducting this analysis, the method used is a statistical me­thod of reliability analysis, descriptive analysis and analysis of variance. The analysis per­formed to the study on understanding level  and the benefits gained fromPerpres RI No. 54/2010 on variables :  , Selection Methods forContractors, Bid Documents Delivery Methods, Bid Document Evaluation Methods, Contractor Qualification, Refutation and Rebuttal. The scale used for measuring this studyis the Likert scale. From the results of this analysis, known that the highest level of understanding ison  factor and the lowest level of understanding ison the Bid Document Evaluation Methods factor. While the highest level of benefits gained per­ceived by contractors is on the  factor and the lowest level of benefits gained by contractors is on  Refutation and Rebuttal factor.

Keywords : Procurement, Understanding, Benefits,Contractor

Abstrak: Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 2010 kembali ingin mengoptimalkan proses pelelangan dengan menerbitkan peraturan baru melalui Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang mulai berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2011 dan mencabut Keputusan Presiden Nomor 80 tahun 2003 beserta seluruh perubahannya. Dalam pelaksanaan peraturan tersebut masih banyak terjadi permasalahan dan konflik pada pelelangan seperti tindakan anarkis, cara melakukan sanggahan yang tidak tepat dan lain-lain. Hal ini diindikasikan disebabkan oleh kurangnya pemahaman penyedia jasa terhadap peraturan tersebut. Untuk menghindari hal-hal tersebut diatas maka perlu dilakukan kajian atau analisis tentang pemahaman penyedia jasa terhadap proses pelelangan menurut Perpres tersebut. Dalam melakukan analisis ini, metode yang digunakan adalah metode statistik yaitu analisis reabilitas, analisis deskriptif dan analisis varians. Analisis dilakukan pada kajian pemahaman dan manfaat Peraturan Presiden No 54 Tahun 2010 pada variabel Harga Perkiraan Sendiri (HPS), Metode Pemilihan Penyedia Jasa Konstruksi, Metode Penyampaian Dokumen Penawaran, Metode Evaluasi, Kualifikasi, Sanggahan dan sanggahan banding. Skala yang digunakan untuk pengukuran adalah skala Likert. Dari hasil analisis ini diketahui nilai tingkat pemahaman tertinggi terdapat pada faktor Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan nilai pemahaman terendah terdapat  pada faktor Metode Evaluasi Penawaran. Sedangkan nilai  manfaat tertinggi yang dirasakan oleh kontraktor terdapat pada faktor pertimbangan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan nilai manfaat terendah terdapat pada faktor Sanggahan/Sanggahan Banding

Kata kunci : Pelelangan, Pemahaman, Manfaat, Kontraktor.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.