A PHYSICAL MODEL ON BED PROFILE CHANGES AS THE EFFECTS OF THE DETACHED SUBMERGED BREAKWATER

Zouhrawaty A. Ariff, Isnanda Isnanda, Fachrianoza Fachrianoza

Abstract


Abstract: The experiment related to change of bottom topography due to progressive wave attacks in physical wave model. The aim of the research is to get better view and solutions for the eroded sandy beach either by natural disasters or other manmade activities to get the method for set back line.  The method for this purpose is by placing the detached submerged breakwater as the control structure for sand movement. There are two cases of structure placement, i.e., at the breaking point and at the outer of breaking point with the same treatment for the experimental design. The model is carried out at Hydraulic Laboratory Civil Engineering Department Faculty of Engineering Syiah Kuala University, in a 24m x0.52m concrete wave flume using a piston type regular wave generator with 3 variations of water depth, 3 variations of wave height and periods. The bed profiles were measured using sandy surface profiler every 10cm-spacing longshore and cross-shore directions. The results show that detached submerged breakwater as the control structure for longshore and cross-shore sediment movement gives better performance when it placed at the surrounding of  the breaking point.

Keywords : detached submerged breakwater, bed profile, breaking point

Abstrak: Penelitian ini berkaitan dengan perubahan profil pantai karena adanya serangan gelombang yang dilakukan melalui model fisik pantai dan gelombang. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang lebih baik dan juga memperoleh solusi terhadap pantai berpasir yang tererosi disebabkan oleh bencana alam ataupun aktivitas buatan lainnya, dalam usaha memperoleh metode pengembalian garis pantai pada keadaan semula. Cara yang dilakukan untuk tujuan yang dimaksud adalah dengan menempatkan model ’pemecah gelombang terputus bawah air’ sebagai suatu bangunan kontrol untuk mengamati  pergerakan sedimen. Penempatan bangunan ini dilakukan pada dua lokasi, yaitu pada tempat pecahnya gelombang dan di luar daerah gelombang pecah dengan perlakuan yang sama terhadap rancangan penelitiannya. Model ini dilakukan di Laboratorium Hidroteknik Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala. Peralatan yang digunakan adalah saluran gelombang dari beton berukuran 24m x 0.52m disertai mesin pembangkit gelombang reguler. Rancangan  penelitian yang dilakukan adalah  pengaturan tiga variasi kedalaman air, dan tiga variasi tinggi dan periode gelombang yang dibangkitkan. Profil dasar model pantai diukur dengan menggunakan peralatan sandy surface profiler dalam arah memanjang dan melintang saluran gelombang pada setiap jarak 10 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ’pemecah gelombang terputus bawah air’ yang berfungsi sebagai bangunan kontrol terhadap pergerakan sedimen sejajar dan tegak lurus pantai memberikan  kinerja yang lebih baik bila ditempatkan di sekitar gelombang pecah.

Kata kunci : pemecah gelombang terputus bawah air’, profil dasar pantai, gelombang pecah

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.