PENGARUH LAMA RENDAMAN AIR LAUT TERHADAP DURABILITAS CAMPURAN ASPAL BETON MENGGUNAKAN ASPAL PEN.60/70 YANG DISUBSTITUSI LIMBAH ETHYLENE VINYL ACETATE (EVA)

Rizal Fahmi, Sofyan M. Saleh, Muhammad Isya

Abstract


Abstract: in 2010 until 2012 occurs wave and abrasion in coastal areas of aceh province. The phenomenon is caused by global climate change, so can the immersion of sea water on highways. sea water immersion can be lower the durability index of asphalt concrete wearing course (AC-WC) mixture after immersion in a long time, thus to damage the pavement like crack caused the sea water immersion and traffic conditions. Alternatives to minimize the damage by using waste polymers Ethylene Vinyl Acetate (EVA) in AC-WC mixture as subtitution asphalt. EVA polymer waste used is slippers, mattress and float tools of fishermen. This research is conducted to find out the Durability Index of asphalt mixture with percentage substitution of EVA polymer waste at 0.0%, 1.5%, 2.5%, 3.5%, 4.5%, 5.5% and 6.5% in asphalt, so the influence of long time sea water immersion continuos for 30 minutes, 12 hours, 24 hours, 36 hours, 48 hours, 60 hours and 72 hours at 60oC temperature. Durability Index of mixture is observation based on indicators Index of Retained Stability (IRS) and Deformation Stability Index, i.e. the First Durability Index (FDI), Second Durability Index (SDI), the Absolute Values of The Equivalent Loss or Retained Marshall Stability (RMS). The results showed the longer time immersion of sea water can decrease the Durability Index values of asphalt concrete with and without substitution EVA waste. The best asphalt concrete mixture with substitution EVA waste is obtained at 2.5% EVA substitution with value durability index (RMS) it was 91.40% greater than 90% based on the specifications of the Bina Marga 2010 at which time immersion during 72 hours, while in other substitution percentages do not meet specifications with the same immersion time period.

 

Abstrak: Pada tahun 2010 s.d 2011 terjadi gelombang pantai dan abrasi di daerah pesisir pantai provinsi aceh. Fenomena tersebut disebabkan oleh perubahan iklim global, sehingga terjadi genangan air laut pada jalan raya. Genangan air laut dapat menurunkan indeks durabilitas campuran aspal setelah terendam dengan waktu yang lama, sehingga terjadi kerusakan pada perkerasan berupa retak yang sebabkan oleh rendaman air laut dan kondisi lalu lintas. Alternatif untuk meminimalisir kerusakan dengan menggunakan limbah polimer Ethylene Vinyl Acetate (EVA) pada campuran Laston (AC-WC) sebagai pensubtitusi aspal. Limbah polimer EVA yang digunakan berupa sandal, matras dan alat apung nelayan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Indeks Durabilitas campuran yang disubstitusi dengan persentase limbah polimer EVA sebesar 0,0%, 1,5%, 2,5%, 3,5%, 4,5%, 5,5% dan 6,5% terhadap berat aspal, serta pengaruh lama waktu rendaman air laut secara berkala selama 30 menit, 12 jam, 24 jam, 36 jam, 48 jam, 60 jam dan 72 jam pada suhu 60oC. Tinjauan Indeks Durabilitas campuran berdasarkan indikator Index of Retained Stability (IRS) dan Stability Deformation Index, yaitu Indek Durabilitas Pertama (IDP), Indeks Durabilitas Kedua (IDK), Nilai Absolut Ekivalen Kekuatan Tersisa (Sa) atau Retained Marshall Stability (RMS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama rendaman air laut pada campuran Laston nilai Indeks Durabilitas cenderung menurun dengan dan tanpa substitusi limbah EVA. Campuran Laston dengan substitusi limbah EVA terbaik diperoleh pada persentase substitusi limbah EVA 2,5% dengan nilai Indeks durabilitas (RMS) yaitu 91,40% lebih besar dari 90% berdasarkan spesifikasi Bina Marga 2010 pada waktu rendaman selama 72 jam, sedangkan pada persentase substitusi lainya tidak memenuhi spesifikasi dengan durasi waktu rendaman yang sama.


Keywords


Campuran Aspal; Lama Waktu Rendaman Air Laut; Indeks Durabilitas; Limbah EVA.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.