STUDI TINGKAT PELAYANAN SIMPANG TUJUH ULEE KARENG DENGAN MERENCANAKAN BUNDARAN (ROUNDABOUT) MENGGUNAKAN PENDEKATAN METODE SIMULASI VISSIM 6.00-02

Defry Basin, Sugiarto Sugiarto, Renni Anggraini

Abstract


Abstract: Simpang Tujuh Ulee Kareng is the complex intersections wite to consisting of seven roads without the traffic arrangements, so it cause delay an traffic jam . The purpose of this research was to create a traffic engineering of the Simpang Tujuh Ulee Kareng from an invisible intersection into an intersection with a roundabout. There are teo kind of roundabout, roundabout that planned using MKJI and roundabout that have planned by RTBL.  The data collected was road geometric data, traffic volume and spot speed. Traffic volume data was captured by video camera and speed data taken by speedgun tool. This planning captured the peak hour volume (VPH) of the observed volume and simulated to the VISSIM 6.00-22 software. For the MKJI roundabout plan, the average dynamic capacity is 6375 vehc /hour. For the RTBL plan roundabout, the average dynamic capacity is 9563 vehc/hour. At the roundabout of the MKJI plan, the average delay is 2,00 seconds, while the RTBL is 1,39 seconds. For the calculation of Degree of Saturation (DS) is obtained from the division of the flow of the braided portion with the capacity. On the average MKJI DS of 0.40 while the RTBL of 0.30. The Queue Opportunity at the MKJI plan roundabout obtained from the reading of the MKJI chart is 6% -13.5%, while the RTBL queue opportunity is 3.2% -7.8%. Based on the result of the research, it is known that the roundabout planning at Simpang Tujuh Ulee Kareng using roundabout is the right step because it can give the level of service of road A, either planned roundabout based on MKJI or roundabout planned by RTBL.

 

Abstrak: Simpang Tujuh Ulee Kareng merupakan persimpangan dengan jumlah pertemuan ruas jalan yang paling banyak di Kota Banda Aceh tanpa adanya pengaturan lalu lintas, sehingga mengakibatkan terjadi tundaan dan kemacetan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sebuah rekayasa lalu lintas dari simpang tak bersinyal menjadi persimpangan dengan bundaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sebuah rekayasa lalu lintas terhadap Simpang Tujuh Ulee Kareng dari simpang tak bersinyal menjadi sebuah persimpangan dengan bundaran, yaitu bundaran yang akan direncanakan berdasarkan demand kendaraan saat ini menggunakan MKJI dan bundaran yang direncanakan oleh Dinas Cipta Karya bagian Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL). Data yang dikumpulkan adalah data geometrik jalan, volume lalu lintas dan kecepatan setempat. Data awal yang digunakan untuk adalah volume jam puncak (VJP) dari volume yang diamati dan kemudian disimulasikan ke software VISSIM 6.00-22. Untuk bundaran rencana MKJI, kapasitas dinamis rata-rata sebesar 6375 kend/jam. Untuk bundaran rencana RTBL, kapasitas dinamis rata-rata sebesar 9563 kend/jam. Pada bundaran rencana MKJI, tundaan rata-rata sebesar 2,00 detik, sedangkan RTBL 1,39 detik. Untuk perhitungan Derajat Kejenuhan (DS) didapat dari pembagian arus bagian jalinan dengan kapasitas. Pada MKJI DS rata-rata sebesar 0,40, sedangkan RTBL sebesar 0,30. Peluang Antrian pada bundaran rencana MKJI yang didapat dari pembacaan grafik MKJI adalah 6%-13,5%, sedangkan RTBL peluang antrian sebesar 3,2%-7,8%. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perencanaan bundaran pada Simpang Tujuh Ulee Kareng menggunakan bundaran adalah langkah yang tepat karena mampu memberikan tingkat pelayanan jalan A, baik itu bundaran yang direncanakan berdasarkan MKJI maupun bundaran yang direncanakan oleh RTBL.


Keywords


Bundaran, Perencanaan, Simulasi, VISSIM 6.00-22

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.