STRATEGI PENANGANAN KONDISI INFRASTRUKTUR PADA SIMPANG TUJUH ULEE KARENG BANDA ACEH BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT

Fitria Phonna, Renni Anggraini, Mochammad Afifuddin

Abstract


Abstract: Simpang tujuh Ulee Kareng Banda Aceh is the center of Ulee Kareng community activity as a trader, and the intersection is a connecting lane between the seven streets. Accidents and congestion often occur at this location, as it does not have traffic signs and road users use road shoulders as parking lots, and as a place to trade for street vendors. This study aims to determine the public perception of the condition of the Simpang Tujuh Ulee Kareng, obtain information from government and academia (key informant) so as to provide alternative solutions to problems that exist at the intersection. The research method in this study was descriptive method research by combined approach (mixed methods). Based on the results of the public respondents, it showed that people want socialization process for controlling street vendors (78%), and the location of the store is blocking visibility of motorists (69%). Based on the answers of respondents (traders and road users), it was found that Simpang Tujuh Ulee Kareng requires special parking area. The alternative is obtained as follows: to improve the function of Simpang Tujuh Ulee Kareng, to make improvements in terms of parking, street vendors, construction traffic lights, canals and or construction of roundabouts. This can help road users to have fast, easy and safe access to city centers, campus and airport areas, and to optimize the area as a culinary and shopping area that makes this region one of the economic centers in Banda Aceh.

 

Abstrak: Simpang tujuh Ulee Kareng Banda Aceh merupakan pusat kegiatan masyarakat Ulee Kareng yang berprofesi sebagai pedagang, dan simpang tersebut merupakan jalur penghubung antara tujuh ruas jalan. Kecelakaan dan kemacetan sering terjadi pada lokasi tersebut, dikarenakan pada simpang tersebut tidak memilki rambu-rambu lalu lintas dan para pengguna jalan menggunakan bahu jalan sebagai lahan parkir, dan sebagai tempat untuk berdagang bagi pedagang kaki lima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap kondisi simpang tujuh Ulee Kareng, mendapatkan informasi dari pemerintah dan akademisi (key informant) sehingga dapat memberikan alternatif pemecahan masalah yang ada pada simpang tersebut. Metode penelitian pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan penelitian kombinasi (mixed methods). Metode yang digunakan untuk pengukuran adalah skala Likert,. Berdasarkan hasil jawaban responden masyarakat, diperoleh bahwa masyarakat menginginkan adanya sosialisasi untuk penertiban pedagang kaki lima (78%), dan letak toko yang menghalangi jarak pandang pengendara (69%). Berdasarkan hasil jawaban responden pedagang dan pengguna jalan, diperoleh bahwa Simpang Tujuh Ulee Kareng membutuhkan lahan parkir khusus. Alternatif yang digunakan adalah sebagai berikut: Meningkatkan fungsi kawasan Simpang Tujuh Ulee Kareng, dengan melakukan pembenahan dari segi parkir, pedagang kaki lima, pembangunan lampu lalu lintas, kanal dan atau pembangunan bundaran. Hal ini dapat membantu pengguna jalan untuk memiliki akses yang cepat, mudah dan aman untuk mencapai pusat kota, kawasan kampus dan bandara, serta mengoptimalkan kawasan ini sebagai kawasan kuliner dan pertokoan yang membuat kawasan ini menjadi salah satu pusat perekonomian di Banda Aceh.


Keywords


Simpang Tujuh Ulee Kareng, Likert, tidak bersinyal.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.