PENGARUH KENYAMANAN TERHADAP PENERAPAN KONSEP WALKABLE DI KAWASAN PUSAT KOTA LAMA

Yenni Hafnizar, Izziah Izziah, Sofyan M. Saleh

Abstract


Abstract: Banda Aceh city is a city that experienced growth so fast after the tsunami. This has implications for the greatest urbanization flows. Along with the increasing urbanization the impression of a comfortable city is less pronounced. Limited ability to move in urban areas and the fulfillment of quality for pedestrian facilities is also very minimal. But Banda Aceh has a huge obsession in building a quality city one of which is a sociable city. Walkable is one of the important concepts in urban design that is community friendly and sustainable city. Walkable is also a view that is based on the desire to create an environment that provides comfort and convenience for pedestrians. This concept can also assess how friendly an area is for pedestrians. According to Jan Ghel, walkable is a term used to describe and measure the connectivity and quality of pedestrian paths. Such measurements may also be made through assessments of the infrastructure available to pedestrians. The purpose of this study is to analyze the quality of pedestrian is more walkable so as to support the existence of the Old Town in Banda Aceh more comfortable (friendly). Another goal to be achieved is to formulate the application of the concept of walkable and analyze the influence or relationship resulting from the application walkable concept towards the comfort of the pedestrian track. The method used in this research is descriptive with mixed methods approach, and survey and interview technique. Whereas data processing is done quantitatively through the assessment analysis using likert scale measurement scale. Furthermore, T test analysis is done to find out how the level of relationship between the application of the concept of walkabel to the comfort of the pedestrian path. The results showed that the application of walkability concept will greatly affect the comfort of the pedestrian path. Some things that need to be improved on the pedestrian path to attract pedestrians, ie eliminating non pedestrian activities on the sidewalk, increasing the number and quality of supporting support and aesthetic value of the sidewalk and improvements on broken sidewalks. The role of the Government will greatly help the effort to create a pedestrian environment that convenient by adding pedestrian support equipment and adding aesthetic value.

Abstrak: Kota Banda Aceh merupakan kota yang mengalami pertumbuhan yang begitu cepat pasca tsunami. Hal ini berimplikasi terhadap timbulnya arus urbanisasi paling besar. Seiring dengan meningkatnya urbanisasi kesan kota yang nyaman sudah kurang terasa. Terbatasnya kemampuan bergerak di daerah perkotaan dan pemenuhan kualitas untuk fasilitas pejalan kaki ini juga sangat minim. Namun Banda Aceh memiliki obsesi besar dalam membangun kota yang berkualitas salah satunya adalah kota yang ramah terhadap masyarakat.Walkable adalah salah satu konsep penting dalam desain perkotaan yang ramah masyarakat dan kota berkelanjutan. Walkable juga merupakan suatu pandangan yang didasari pada keinginan untuk menciptakan suatu lingkungan yang memberikan kenyaman dan kemudahan bagi pejalan kaki. Konsep ini juga dapat menilai seberapa ramah suatu daerah untuk pejalan kaki. Menurut Jan Ghel,  walkable adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan dan mengukur konektifitas serta kualitas jalur pejalan kaki. Pengukuran tersebut juga dapat dilakukan melalui penilaian terhadap infrastuktur yang tersedia bagi pejalan kaki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa kualitas pedestrian yang lebih walkable sehingga mampu mendukung keberadaan kawasan Kota Lama di Banda Aceh yang lebih nyaman (friendly).Tujuan lain yang ingin dicapai adalah untuk merumuskan bentuk penerapan konsep walkable serta menganalisa pengaruh atau hubungan yang ditimbulkan dari penerapan konsep walkable terhadap kenyamann jalur pedestrian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan penelitian kombinasi (mixed methods),serta teknik survei dan wawancara.Sedangkan pengolahan data dilakukan secara kuantitatif melalui analisis penilaian yang menggunakan skala pengukuran likert scale. Selanjutnya dilakukan analisis Uji T untuk mengetahui bagaimana tingkatan hubungan antara penerapan konsep walkabel  terhadap kenyamanan jalur pejalan kaki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep walkability akan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan jalur pedestrian. Beberapa hal yang perlu ditingkatkan pada jalur pedestrian untuk menarik minat pejalan kaki, yakni menghilangkan aktivitas non pedestrian di trotoar, peningkatan jumlah dan kualitas kelengkapan pendukung dan nilai estetika trotoar dan pembenahan pada trotoar yang rusak.Peran Pemerintah akan sangat membantu upaya untuk menciptakan lingkungan pedestrian yang nyaman dengan menambahkan kelengkapan pendukung pedestrian  dan menambah nilai estetika .


Keywords


Walkable; Pengaruh Kenyamanan; Banda Aceh

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.