IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK PERMUKIMAN KUMUH GAMPONG TELAGA TUJUH, KOTA LANGSA, ACEH

Dini Solehati, Mirza Irwansyah, Irin Caisarina

Abstract


Abstract: Rapid development of urban settlements is caused by urbanization and population growth resulting in the emergence of slums. One of slums in Kota Langsa located in Gampong Telaga Tujuh. The people who live in groups that build houses without thinking about space for residential supporting facilities. Residential building in the slums is permanent and semi permanent. Most of the houses are on stilts with very limited infrastructure such as lack of road facilities, local drainage, clean water, waste water, and garbage. The income level of the population is very low where most of the population works as fishermen, small traders, and handyman. The purpose of this study is to identify the characteristics of slums in Gampong Telaga Tujuh. The benefits of this research as input for local government and local communities for the preparation of slum-reducing policies, develop a slum settlement strategy by reviewing current conditions and alternative arrangements in the future. The method used in this research is mixed methods, quantitative and qualitative methods and the analysis used is Analytic Hierarchy Process (AHP). The results of the analysis indicate that the identification of slum settlement characteristics is 100% lack of building regularity, not serviced by 80% local road network, no 100% local drainage, no minimum drinking water requirement of 100%, the waste water system is not in accordance with the requirements technical level of 100%, not maintained 100% waste management facilities and infrastructure, and do not have 100% fire protection infrastructure.

Abstrak: Pesatnya perkembangan permukiman perkotaan disebabkan oleh pertumbuhan penduduk maupun urbanisasi yang mengakibatkan timbulnya permukiman kumuh. Salah satu permukiman kumuh di Kota Langsa terletak di Gampong Telaga Tujuh.  Penduduk yang hidup berkelompok dan membangun rumah tanpa memikirkan ruang untuk fasilitas penunjang permukiman. Bangunan rumah di permukiman ini berbentuk semi permanen dan tidak permanen. Sebagian besar berbentuk rumah panggung dengan sarana prasarana yang sangat terbatas seperti kurangnya fasilitas jalan, drainase lingkungan, air bersih, air limbah, dan persampahan. Tingkat pendapatan penduduk sangat rendah dimana sebagian besar penduduk bekerja sebagai nelayan, pedagang kecil, dan tukang. Tujuan penelitian ini adalah teridentifikasi karakteristik permukiman kumuh di Gampong Telaga Tujuh. Manfaat penelitian ini sebagai masukan bagi Pemerintah Daerah maupun komunitas lokal untuk penyusunan kebijakan pengurangan kumuh, menyusun strategi penataan permukiman kumuh dengan meninjau kondisi saat ini dan alternatif penataan di masa depan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kombinasi (mixed methods) antara metode kuantitatif dan metode kualitatif, dan analisis yang digunakan adalah Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil analisis menunjukkan identifikasi karakteristik permukiman kumuh adalah tidak memiliki keteraturan bangunan sebesar 100%, tidak terlayani oleh jaringan jalan lingkungan 80%, tidak tersedia drainase lingkungan sebesar 100%, tidak terpenuhi kebutuhan air minum minimalnya sebesar 100%, sistem air limbah tidak sesuai dengan persyaratan teknis sebesar 100%, tidak terpelihara sarana dan prasarana pengelolaan persampahan sebesar 100%, dan tidak memiliki sarana prasarana proteksi kebakaran sebesar 100%.


Keywords


Identifikasi karakteristik; Permukiman kumuh; Gampong Telaga Tujuh

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.