Eksistensi Tokoh Ayah dalam Novel Ayah Karya Andrea Hirata dan Novel Ayahku (Bukan) Pembohong Karya Tere Liye

Hasniyati Hasniyati

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi tokoh ayah dalam novel Ayah karya Andrea Hirata dan novel Ayahku (Bukan) Pembohong karya Tere Liye. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik kajian pustaka. Teknik analisis  data dengan cara mengklasifikasi eksistensi tokoh ayah, mendeskripsi eksistensi tokoh ayah, dan menyimpulkan eksistensi tokoh ayah. Berdasarkan hasil penelitian kedua novel, ditemukan persamaan dan perbedaan eksistensi ayah dalam novel. Pertama, peran ayah sebagai pencari nafkah dalam kedua novel tersebut memiliki perbedaan. Perbedaannya terdapat pada peran ayah dalam Ayah karya Andrea Hirata yang tidak ideal sebagai pencari nafkah, sedangkan peran ayah sebagai pencari nafkah dalam novel Ayahku (Bukan) Pembohong karya Tere Liye sudah ideal. Kedua, peran ayah sebagai pemberi rasa aman dalam kedua novel sangat ideal. Ayah memberi rasa kehangatan dan kenyamanan yang sangat mendalam. Ketiga, peran ayah sebagai pemberi pendidikan dalam kedua novel sangat sesuai dengan kehidupan normal. Ayah telah mengajarkan pendidikan sejak usia dini terhadap anaknya. Keempat, peran ayah sebagai pelindung dalam kedua novel tersebut memiliki perbedaan. Perbedaannya terdapat pada peran ayah dalam Ayah karya Andrea Hirata yang tidak mampu melindungi anaknya ketika dirampas oleh ibu kandungnya, sedangkan peran ayah sebagai pelindung dalam novel Ayahku (Bukan) Pembohong karya Tere Liye sudah ideal. Kelima, peran ayah sebagai teman bermain (friend and playmate) dalam kedua novel tersebut memiliki perbedaan. Peran ayah dalam Ayah karya Andrea Hirata belum ideal sebagai teman bermain  karena sejak kecil anaknya diambil paksa oleh ibunya sehingga waktu bersama untuk bermain kurang. Berbeda dengan peran ayah dalam novel Ayahku (Bukan) Pembohong karya Tere Liye, peran ayah dalam cerita mampu menjadi kawan bercerita, canda, dan tawa.


Full Text:

PDF

References


Aminuddin. 2009. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Angkasa.

Arivia, Gadis. 2003. Filsafat Berperspektif Feminis. Jakarta: Yayasan Jurnal Perempuan.

BKKBN. Fenomena Kenakalan Remaja di Indonesia. September 2011. ntb.bkkbn.go.id. (Diakses Pada 20 Maret 2018).

Budiman, Arief. 1985. Pembagian Kerja secara Seksual, Sebuah Pembahasan Sosiologis tentang Peran Wanita di dalam Masyarakat. Jakarta: Gramedia.

Damono, Sapardi Djoko. 1978. Sosiologi Sastra (Sebuah Pengantar Ringkas). Jakarta: Depdikbud.

Depdiknas. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Djajanegara, Soenarjati. 2003. Kritik Sastra Feminis, Sebuah Pengantar. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.

Hassan, Fuad. 2005. Berkenalan dengan Eksistensialisme. Jakarta: Pustaka Jaya.

Hidayati, Farida, dkk. 2011. Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak. Semarang: Jurnal Psikologi Undip. Vol. 9, No. 1, April 2011.

Hirata, Andrea. 2015. Ayah. Yogyakarta: Bentang Pustaka.

Ichsan, Muhasibi. 2013. Analsis Cerpen Pendekatan Kritik Sastra Cerpen “Aku” Karya Adi Zamzam (Kompas, 26 Agustus 2012). Jurnal Ilmiah Pendidikan, Vol 01, Nomor 01, November 2013, ISSN 2354-5968. http://stkipdrnugroho.ac.id/up-pdf/MuhasibiIchsan.pdf. (Diakses 01 Maret 2017).

Kadir, Herson. 2011. Menelusuri Makna dalam Cerpen “Kristal Kesunyian” Karya Indra Tranggono. Dalam Inovasi, Vol 8, Nomor 1, Maret 2011, ISSN 1693-9034. http://www.portalgaruda.org/download_article.php?article=40748&val=3590. (Diakses 01 Maret 2017).

Keraf, Gorys. 2009. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Koeswara, E.1987. Psikologi Eksistensial: Suatu Pengantar. Bandung: Rosda Offset.

Liye, Tere. 2011. Ayahku (Bukan) Pembohong. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Misiak, Henryk dan Virgini Staudt Sexton. 2005. Psikologi Fenomenologi, Eksistensial, dan Humanistik. Bandung: PT Refika Aditama.

Niken, Widiastuti, T. W. 2004. Hubungan Antara Kualitas Relasi Ayah dengan Harga Diri Remaja Putra. Jurnal Psikologi, Vol 2, Juni 2004.

Nurgiyantoro, Burhan. 2010. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Ratna, Nyoman Kutha. 2004. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Resky, Nurul, dkk. 2016. Eksistensi Tokoh dalam Novel Kubah Karya Ahmad Tohari. Jurnal Al-Turas: Mimbar Sejarah, Sastra, Budaya, dan Agama - Vol. XXII No. 2, Februari 2018.

Santrock, J. W. 2007. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.

Saryono, Djoko. 2009. Dasar Apresiasi Sastra. Yogyakarta: Elmatera.

Siswanto, Wahyudi. 2009. Pengantar Teori Sastra. Bandung: Grasindo.

Stanton, Robert. 2007. Teori Fiksi.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sumardjo, Jacob & Saini K.M. 1997. Apresiasi Kesusastraan. Jakarta: Gramedia.

Tarigan, Henry Guntur. 2011. Prinsip-Prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa.

Teeuw, A. 1984. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Dunia. Pustaka Jaya.

Yuniardi, Salis. 2009. Penerimaan Remaja Laki-Laki dengan Perilaku Antisosial terhadap Peran Ayahnya di dalam Keluarga. Jurnal Universitas Muhammadiyah Malang.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.