Ragam Bahasa Aceh Masyarakat Nelayan Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya

Nurlaili Nurlaili

Abstract


Penelitian ini didasarkan oleh adanya fenomena bahasa Aceh yang digunakan oleh sekelompok masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana ragam bahasa Aceh yang digunakan oleh para nelayan di pantai Meureudu Kabupaten Pidie Jaya? Tujuan penelitian untuk Mendeskripsikan ragam bahasa Aceh yang digunakan oleh para nelayan pantai Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa ragam bahasa Aceh yang terdapat pada masyarakat tutur yang berprofesi sebagai nelayan meliputi variasi bahasa ragam usaha, variasi bahasa ragam akrab, dan variasi bahasa ragam santai. Selain itu, karakteristik bahasa Aceh pada masyrakat nelayan meliputi tiga aspek kosakata yaitu kata kerja, kata benda, dan kata sifat. Pada kata kerja diperoleh ragam bahasa seperti kata meubhoi dan laboh. Pada kata sifat, ragam bahasa ditandai dengan penggunaan kata seperti puteh. Selanjutnya, ragam bahasa masyarakat nelayan juga ditandai penggunaan kata-kata seperti aneuk itek, aset, rawe, sotong, beureuneh, pawang, that luah engkot, saoh, tukang bate ame-ame, tong rensip, boh pisang, kawe bhom, kawe bhom, dan kawe limbang. Keseluruhan bentuk-bentuk tersebut merupakan penanda bahwa bahasa Aceh yang digunakan oleh masyarakat nelayan di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidi Jaya memiliki ragam tersendiri ketika berkomunikasi, khususnya ketika berkomunikasi dengan sesama anggota masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dan ragam tersebut juga dapat diketahui ketika berkomunikasi dalam konteks atau situasi tutur tertentu.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.