Pengaruh Lereng dan Pupuk Organik Terhadap Kehilangan Hara Pada Areal Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) di Kecamatan Atu Lintang Kabupaten Aceh Tengah

Uswatun Hasanah, M. Rusli Alibasyah, Teti Arabia

Abstract


Abstract : This study was conducted in Atu Lintang Sub-district Aceh Tengah Regency. The purpose of this study was to investigate the effect of slope and organic fertilizer application on nutrient lossesin potatoes plant area. The measurement of nutrient losses was conducted in slope 8 – 12% and 12 – 16% and the application organic fertilizer by using compost, coffee bean skin compost and non-fertilizer. The treatments were placed in the standard erosion plots. The result of the study showed that in slope of 8 – 12%,  the nutrients losses on compost treatment were total organic C 517,67 kg ha-1, total N 39,79 kg ha-1, available P  0,0051 kg  ha-1, and exchangeable K 0,710 kg ha-1, the nutrients losses on coffee bean skin compost treatment were total organic C 621,43 kg ha-1, total N 44,40 kg ha-1, available P 0,0082 kg ha-1, and exchangeable K 1,094 kg ha-1, and the nutrients losses onnon-fertilizerwere total organic C 653,63 kg ha-1, total N 48,23 kg ha-1, available P 0,0039 kg ha-1, and exchangeable K 0,852 kg ha-1. In the 12 – 16% slope,the nutrients losses on compost treatment were total organic C 678,05 kg ha-1, total N 51,55 kg ha-1, available P 0,0174 kg ha-1, and exchangeable K  1,736 kg ha-1, the nutrients losses oncoffee bean skin compost treatment were total organic C 798,92 kg ha-1, total N 60,21 kg ha-1, available P 0,0201 kg ha-1, and exchangeable K 2,275 kg ha-1, and the nutrients losses onnon-fertilizerwere total organic C 886,95 kg ha-1, total N 67,11 kg ha-1, available P 0,0146 kg ha-1, and exchangeable K 1,857 kg ha-1.

 

Abstrak : Penelitian ini dilakukan di Balai Benih Induk (BBI) Hortikultura Kecamatan Atu Lintang Kabupaten Aceh Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat  pengaruh kelerengan dan pemberian pupuk organik terhadap kehilangan hara pada sareal tanaman kentang. Pengukuran kehilangan hara dilakukan pada kelerengan 8 - 12 % dan 12 – 16 % dan pemberian pupuk organik dengan menggunakan pupuk kompos, kompos kulit merah kopi dan tanpa pupuk dengan membuat petak baku Wischmeier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada  kelerengan 8 – 12 % kehilangan hara pada perlakuan pupuk  kompos yaitu C organik 517,67 kg ha-1, N total 39,79 kg ha-1, P tersedia 0,0051 kg ha-1, dan K dapat dipertukarkan 0,710 kg ha-1, kehilangan hara pada perlakuan kompos kulit merah kopi yaitu C organik sebesar 621,43 kg ha-1, N total 44,40 kg ha-1, P tersedia 0,0082 kg ha-1, dan K dapat dipertukarkan 1,094 kg ha-1 dan kehilangan hara pada perlakuan tanpa pupuk adalah C organik 653,63 kg ha-1, N total 48,23 kg ha-1, P tersedia 0,0039 dan K dapat dipertukarkan 0,852 kg ha-1. Pada kelerengan 12 – 16 % kehilangan hara pada perlakuan pupuk  kompos yaitu C organik 678,05 kg ha-1, N total 51,55 kg ha-1, P tersedia 0,0174 kg ha-1, dan K dapat dipertukarkan 1,736 kg ha-1, kehilangan hara pada perlakuan kompos kulit merah kopi yaitu C organik sebesar 798,92 kg ha-1, N total 60,21 kg ha-1, P tersedia 0,0201 kg ha-1, dan K dapat dipertukarkan 2,275 kg ha-1 dan kehilangan hara pada perlakuan tanpa pupuk adalah C organik 886,95 kg ha-1, N total 67,11 kg ha-1, P tersedia 0,0146 dan K dapat dipertukarkan 1,857 kg ha-1.


Keywords


kelerengan; pupuk organik; kehilangan hara

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Index by:

ISSN
: 2301-6981
Copyright © 2015 Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan
Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan (KSDL)
Pasca Sarjana Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala
dan Himpunan llmu Tanah Indonesia (HITI) Komda Aceh
 
Visitors:


Flag Counter