Pengaruh Jenis Mulsa dan Intensitas Naungan Terhadap Perkembangan Penyakit Antraknosa dan Hasil Cabai (Capsicum annum)

Hema Hayati, Hairul Basri, Husni Husni

Abstract


Abstract: The research was conducted in Jurusen Village Pegasing Sub-district, Aceh Tengah Regency, Aceh Province started from February to December 2012. The factorial randomized block was used in the research consisted of two factors i.e. mulch type and shades intensity. The first factor was mulch types comprised:(1) non mulch, silver black plastic mulch, hull of rice mulch (10 ton.ha-1), and coffee bean skin mulch (40 ton.ha-1). The second factor was shade intensity consisted of four levels: non paranet, paranet 55%, paranet 65%, and paranet 75%. Variables observed in this research werethe anthracnoseattack percentage on leaf, the anthracnose attack percentage on fruit and weight of red pepper. The combination application of mulch type and the shade intensity could reduce the percentage of anthracnose attack both on leaves and fruits of red pepper. The hull of rice mulch suppressed the anthracnose disease, moreover the coffee bean skin mulch increase the production of red pepper. Without shading (non paranet) suppress the disease development on leaves, whereas the shade intensity of 55%, 65%, and 75% increase red pepper weight.

 

Abstrak: Penelitian dilaksanakan diKampung Jurusen Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh dimulai dari bulan Februari sampai dengan Desember 2012. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan polafaktorial, yang terdiri dari 2 faktor yaitu jenis mulsa dan persentase naungan. Faktor pertama jenis mulsa terdiri dari 4 jenis yaitu tanpa mulsa, mulsa plastik, mulsa sekam padi (10 ton.ha-1), dan mulsa kulit kopi (40 ton.ha-1). Faktor kedua intensitas naungan terdiri dari 4 taraf yaitu tanpa paranet, paranet 55%, paranet 65%, dan paranet 75%. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah persentase serangan pada daun, persentase serangan pada buah dan bobot buah cabai. Jenis mulsa disertai intensitas naungan dapat mengurangi persentase penyakit antraknosa baik pada buah maupun pada tanaman cabai. Mulsa sekam padi dapat menekan persentase serangan pada tanaman, sedangkan mulsa kulit kopi dapat meningkatkan bobot buah cabai. Perkembangan penyakit pada daun dapat ditekan dengan tanpa naungan, sedangkan naungan 55%, 65% dan 75% dapat meningkatkan bobot buah cabai.

Keywords


Cabai; Mulsa; Naungan dan Penyakit Antraknosa

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Index by:

ISSN
: 2301-6981
Copyright © 2015 Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan
Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan (KSDL)
Pasca Sarjana Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala
dan Himpunan llmu Tanah Indonesia (HITI) Komda Aceh
 
Visitors:


Flag Counter