Pengaruh Lereng dan Pupuk Organik Terhadap Aliran Permukaan, Erosi dan Hasil Kentang di Kecamatan Atu Lintang Kabupaten Aceh Tengah

Yulina Wati, M. Rusli Alibasyah, M Man

Abstract


Abstract: The purpose of fertilization is to provide additional nutrients for plants that need nutrients for adequate growth, will further support the growth and better results for plants. Organic materials can reduce the rate of runoff and soil erosion. This study aimed to examine the influence of slope and type of organic fertilizer on runoff, erosion and yield of potatoes in BBI Atu Lintang Sub District Aceh Tengah District. The design method was used or Split Plot Design with factorial. The main factor is the Slope (K) is placed as the main plot, consists of two levels is : slope gradients of 8-12 % and 12-16 %, while the second factor is an organic fertilizer (P) which is placed as a subplot, consisting of 3 levels ie without fertilizer (0 ton.ha-1), compost (8 ton.ha-1) and red leather coffee compost (8 ton.ha-1) with making copartment Wischmeier for plant season with tall 22 meter and 2 wide. The results showed that the influence of slope and organic fertilizers are very real and significant effect on surface runoff, soil erosion, and yield of potatoes. The highest value of runoff and erosion found in 12-16 % slope without fertilizer while the highest potato production observed in 8-12 % slope of 20.22 ton.ha-1 with the use of compost (8 ton.ha-1) during one season potatoes plants (three months).

 

Abstrak: Tujuan dari pemupukan adalah memberikan tambahan unsur hara bagi tanaman agar kebutuhan hara selama pertumbuhannya tercukupi, selanjutnya akan mendukung pertumbuhan dan hasil yang lebih baik bagi tanaman. Bahan organik dapat menurunkan laju aliran permukaan dan erosi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kemiringan lereng dan jenis pupuk organik terhadap aliran permukaan, erosi dan hasil kentang di Kecamatan Atu Lintang Kabupaten Aceh Tengah. Metode yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi atau Split Splot Design dengan pola faktorial. Faktor utama adalah Kelerengan (K) yang ditempatkan sebagai petak utama, terdiri dari 2 taraf yaitu : kelerengan 8–12 % dan kelerengan 12–16 %, sedangkan faktor kedua adalah pupuk organik (P) yang ditempatkan sebagai anak petak, terdiri atas 3 taraf yaitu tanpa pupuk (0 ton ha-1), pupuk kompos (8 ton ha-1) dan kompos kulit merah kopi (8 ton ha-1) dengan membuat petak baku Wischmeier untuk tanaman semusim dengan ukuran panjang 22 meter dan lebar 2 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh kelerengan dan pupuk organik berpengaruh nyata dan sangat nyata terhadap aliran permukaan, erosi tanah, dan hasil kentang. Nilai tertinggi aliran permukaan dan erosi dijumpai pada kemiringan lereng 12–16 %  tanpa pupuk sedangkan produksi kentang tertinggi dijumpai pada kemiringan lereng 8–12 % sebesar 20,22 ton ha-1 dengan pemakaian pupuk kompos (8 ton ha-1) selama 1 musim tanam kentang (3 bulan).


Keywords


lereng; pupuk organik; aliran permukaan; erosi

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Index by:

ISSN
: 2301-6981
Copyright © 2015 Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan
Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan (KSDL)
Pasca Sarjana Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala
dan Himpunan llmu Tanah Indonesia (HITI) Komda Aceh
 
Visitors:


Flag Counter