Sifat Fisika dan Hasil Kedelai (Glycine max L) pada Tanah Terkompaksi Akibat Cacing Tanah dan Bahan Organik

Marzuki Marzuki, Sufardi Sufardi, Manfarizah Manfarizah

Abstract


Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan sifat fisika dan kimia tanah, serta pertumbuhan dan hasil kedelai akibat pemberian cacing tanah dan bahan organik berbeda jenis pada tanah terkompaksi. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri  atas 2 faktor  yaitu takaran cacing tanah dan jenis bahan organik. Parameter yang diamati meliputi: (1) sifat fisika Tanah, (2) sifat kimia tanah, (3) pertumbuhan, dan (4) hasil kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi takaran cacing tanah pada berbagai jenis bahan organik berpengaruh nyata terhadap peningkatan permeabilitas tanah, indeks stabilitas agregat tanah, dan terhadap penurunan berat volume tanah, peningkatan total porositas tanah, dan kadar air tanah pada pF 2,54. Interaksi takaran pemberian cacing tanah pada berbagai jenis bahan organik berpengaruh sangat nyata terhadap peningkatan pH H2O tanah, P-tersedia tanah, dan berpengaruh nyata terhadap peningkatan pH KCl tanah, C-organik tanah, N-total tanah, Ca-dd tanah, dan tidak berpengaruh nyata terhadap peningkatan K-dd tanah, Mg-dd tanah, dan KTK tanah. Nilai terbaik terhadap perubahan sifat fisika dan kimia tanah dijumpai pada takaran pemberian cacing tanah 20 g per plot di jenis bahan organik jerami padi. Interaksi takaran pemberian cacing tanah pada berbagai jenis bahan organik berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah polong berisi, berat biji per plot, dan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 15 HST, jumlah cabang produktif, jumlah polong hampa, dan berat 100 biji, akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 30 dan 45 HST. Nilai terbaik berat biji per plot kedelai dijumpai pada takaran cacing tanah 27,65 g per plot pada jenis bahan organik jerami padi.


Soil Physical Properties and Yield of Soybean (Glycine max L) in Compacted Soil Due to Provision of Earthworm and Organic Matter

Abstract. This study was aimed at assessment of changes in soil chemical and physical properties, as well as growth and yield of soybean due to provision of earthworm and organic matter on compacted soil. The experiment used a randomized complete block design, consisting of two factors, i.e. dosage of earthworm and type of organic matter.  Variables observed included three aspects: (1) Soil physical properties, (2) soil chemical properties, and (3) growth and yield of soybean. The results showed that  interactions between dosage of earthworms and type of organic matter were highly significant on soil permeability, soil aggregate stability index, and only significant on soil volume weight, total soil porosity and soil water content at pF 2.54 , but not significant on soil water content at pF 4.2. Similarly, interactions between dosage of earthworm and type of organic matter were also highly significant on soil pH H2O, P-available, and just significant on soil pH KCl, C organic, total N, Ca-exchangeable, and not significant on K- exchangeable, Mg-exchangeable, and soil CEC.  The best value of changes in soil physical and chemical properties was found at dosage of 20 g earthworm per plot in a type of organic rice straw.  Interactions between dosage of earthworm and type of organic matter were highly significant on number of pods, seed weight per plot, and just significant on plant height 15 day after planting (DAP), number of productive branches, number of empty pods, and 100 seed weight, but not significant on plant height of 30 and 45 DAP.   The best weight of soybean seeds per plot was found at dosage of earthworms 27.65 g per plot and a type of organic rice straw.


Keywords


tanah; bahan organik; kedelai tanah terkompaksi

Full Text:

PDF

References


Ariyani., F. 1996. pertumbuhan dan hasil tomat (lycopersicon esculentum mill.) dengan perlakuan mva dan pupuk organik kascing pada ultisol. Tesis Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran.

Atmaja, I.W.D. 2001. Bioteknologi Tanah; Diktat Kuliah. Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Udayana. Denpasar.

Balai Besar dan Pengembangan Sumberdaya Lahan. 2008. Pemanfaatan biota tanah untuk keberlanjutan produktivitas pertanian lahan kering masam. pengembangan inovasi pertanian I(2) :157-163. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Bogor.

Brady, N.C., “The Nature and Properties of Soils”, Ninth Edition, Macmillan Publ. Co., New York , (1984).

Darusman, Abubakar, Yadi Jufri, Syakur dan Buni Amin, 1995. Estimasi tingkat kompaksi pada beberapa jenis tanah. Laporan Hasil Penelitian Unsyiah.

Endriani. 2009. Sifat fisika dan kadar air tanah ultisol akibat penerapan sistem olah tanah konservasi. Jurnal Hidrolitan. Vol. 1. No. 1. Masyarakat Konservasi Tanah dan Air (MKTI) Cabang Jambi. Jambi.

Erfandi, D., U. Kurnia, dan I. Juarsah. 2004. Pemanfaatan bahan organik dalam perbaikan sifat fisik dan kimia tanah ultisol. Hlm 77-85. Prosiding Semnas. Pendayagunaan Tanah Masam, Buku II, Puslitbang Tanah dan Agroklimat, Bogor.

Fadli., M. 2001. Pertumbuhan dan hasil kacang tanah pada inceptisol yang dipupuk kascing dan kapur. Tesis Program Pasca Sarjana Universitas padjadjaran.

Hairiah, K., S.R. Utami, B. Lusiana dan M. van Noorwijk. 2002. Neraca Hara dan Karbon dalam Sistem Agroforestri (Bahan Ajar 6 Pertanian Berkelanjutan).

Hanafiah, K., A. 2005. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Hanafiah, K. A., I. Anas, A. Napoleon dan Ghoffar, N. 2005. Biologi Tanah, Ekologi dan Makrobiologi Tanah. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Lee. K. E., 1985. Inokulasi Glomus Sp Dan Penggunaan Limbah Cacing Tanah. Deptan. Jakarta.

Kartini. 2000. Diktat Pertanian Organik. Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Denpasar.

Nurmawati, S. 2000. Studi perbandingan penggunaan pupuk kotoran sapi dengan pupuk kascing terhadap produksi tanaman selada, http://www. Pusat Studi Indonesia. com.

Nuryati, S. 2004. Memamfaatkan cacing tanah untuk hasilkan pupuk organik. http://www.beritabumi.or.id/beritavt.php?idberita=29. Diakses 1 Januari 2011.

Rohmat, D., dan Soekarno. 2006. Efek sifat fisika tanah terhadap permeabilitas tanah dan suction head tanah (Kajian Empirik untuk Meningkatkan Laju Infiltrasi). Jurnal Bionatura. UNPAD.

Saputra. I., 2011. Perubahan sifat fisika, kimia serta hasil jagung akibat pemberian bahan organik berbeda jenis dan dosis pada Inceptisol Krueng Raya. Tesis Program Pascasarajana Program Studi KSDL Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh.

Stevenson, F. A. 1992. Humus Chemistry, Genesis Clasification Reaction, John & Wiley, New York.

Subowo, A. Kentjanasari, dan E. Sumantri. 2003. Aktivitas cacing tanah (Pheretima hupiensis) pada bahan tanah ultisol lapisan atas diterarium. hlm. 137–156. Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Sumberdaya Tanah dan Iklim. Buku II. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat, Bogor.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Index by:

ISSN
: 2301-6981
Copyright © 2015 Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan
Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan (KSDL)
Pasca Sarjana Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala
dan Himpunan llmu Tanah Indonesia (HITI) Komda Aceh
 
Visitors:


Flag Counter