Prediksi Erosi Padang Pengembalaan Kawasan Pengembangan Peternakan Kabupaten Aceh Besar

Mahendra Mahdi, M. Rusli Alibasyah, M. Yunus

Abstract


Abstrak. Penelitian bertujuan untuk mengkaji tingkat bahaya erosi pada ladang pengembalaan dengan berbagai jenis hijauan pakan ternak di Kecamatan Indrapuri dan Kuta Malaka Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian menggunakan metode survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dilokasi penelitian terdapat 10 Satuan Peta Lahan (SPL) dengan total luas areal 175,36 hektar. Erosi aktual terbesar terdapat pada SPL 4 yaitu sebesar 279,89 ton  ha ­-1 th ­­­­-1  dan SPL 6 yaitu sebesar 85,77 ton  ha ­­­­-1 th ­­­­-1  sedangkan erosi potensial tertinggi juga terdapat pada SPL 4 yaitu sebesar 699,74 ton  ha ­­­­-1 th ­­­­-1  dan SPL 8 yaitu sebesar 259,58 ton  ha ­­­­-1 th ­­­­-1. Terdapat 5 (lima) tingkat bahaya erosi yaitu sangat ringan masing-masing terdapat pada SPL 5 dan 9, ringan terdapat pada SPL 1,2,3 dan 7,  sedang terdapat pada SPL 10, berat terdapat pada  SPL 6 dan 8, sangat berat terdapat pada SPL 4. Rumput Bracharia decumben  dengan bentuk wilayah berombak sampai bergelombang terdapat bahaya erosi sangat ringan hingga ringan, rumput alam pada bentuk wilayah sama terdapat tingkat bahaya erosi ringan sampai berat.  Rumput alang-alang mempunyai tingkat bahaya erosi ringan sampai berat, rumput alam dan lamtoro pada wilayah berombak mempunyai tingkat bahaya erosi ringan.


Erosion Prediction on Rifle Range of Development Area in Aceh Besar District

Abstract. This research was aimed at profound assessment of erosion hazard levels at grazing fields with various types of forage in Indrapuri and Kuta Malaka Sub-District, Aceh Besar District. The research used a descriptive method with 5 stages, including (1) approach, (2)preparation of working maps, (3)field activities, (4)data collection, (5)analysis and tabulation of data. Results showed that there were 10 units of Land Map (LMU) existed, with a total area of 175,36 hectares at the research locations. The largest actual erosion was found in LMU 4, and LPU 6, up to 279,89 tons ha-1yr-1 and 85,77 tons ha-1yr-1, respectively.  The largest potential erosion was found in LMU 4 and LMU 8, up to 699,74 tons ha-1yr-1and 259,58 tons ha-1yr-1, respectively.   There existed 5 levels of erosion hazard;  a very mild erosion existed in LMU 5 and 9; a mild erosion in LMU 1,2, 3 and 7; medium erosion in LMU 10, heavy erosion in LMU 6 and 8, and very heavy erosion in LMU 4. At grass of Bracharia decumben with undulate to wavy areas, there existed erosion hazard at rates of very mild to mild.  At natural grass with undulate, wavy, and hilly areas, there were erosion hazard of mild to severe intensity. At coarse grass with undulate to wavy areas, there were erosion hazard at the rate of mild to heavy levels.  At natural grasses and lamtoro with undulate area, the rate of erosion hazard was mild, while at elephant grass with undulate to wavy areas, the rates of erosion were mild to medium.


Keywords


erosi aktual; hijauan pakan ternak

Full Text:

PDF

References


Abdurachman, A., S. Abuyamin, & U. Kurnia. 1984. Pengelolaan Tanah danTanaman Untuk Usaha Konservasi Tanah. Pemberitaan Penelitian Tanah dan Pupuk 3: 7-11.

Arsyad, S . 1989. Konservasi Tanah dan Air. IPB Bogor.

Arsyad, S. 2000. Konservasi Tanah dan Air. IPB Press. Bogor.

Asdak, C. 1995. Hidrologi dan Pengelolaan DaerahAliran Sungai. Gadjah Mada University Press, Jogyakarta

Badan Pusat Statistik. 2010. Aceh Besar Dalam Angka 2009. Aceh Besar. Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

Hammer, W.I. 1981. Second Soil Conservation Consultant Report. Centre for Soil Research. Bogor.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Index by:

ISSN
: 2301-6981
Copyright © 2015 Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan
Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan (KSDL)
Pasca Sarjana Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala
dan Himpunan llmu Tanah Indonesia (HITI) Komda Aceh
 
Visitors:


Flag Counter