Techno-Economic Feasibility Study of Management Palm-Oil Fronds Into Compost and Mulch in West Aceh District

Ramayanti Bulan, Safrizal Safrizal, Muhammad Yasar, Saiful Bahri

Abstract


Abstract. The development of palm-oil plantations aims to create employment opportunities, improve the prosperity of community and income country. However, palm-oil plantation waste in the form of fronds has not been optimally managed. The aims of this research is to study of palm-oil fronds management feasibility in palm-oil plantations to be compost and mulch. The goals of this research is to study of palm-oil fronds management feasibility in palm-oil plantations to be compost and mulch. The study was conducted on one of the palm-oil plantations in West Aceh District. The techno-economic feasibility study refers to the use of all the necessary equipment and machinery in the management of palm-oil fronds. Factors to be considered in techno-economic analysis are NPV, Net B/C, IRR, Payback Period and BEP. The palm-oil plantation area studied is 576 ha which has the potential to produce as palm-oil fronds as much as 781 unit/day. Palm-oil fronds management uses two scenarios: centralized management scenarios (designed for only one processing unit) and decentralization (designed into two processing units). The results show that the techno-economic criteria of NPV, Net B/C, IRR, payback period and BEP for scenario one are Rp 766,518,333; 1.25; 25%; 8.09 years; 23,290.72 tons, respectively. The techno-economic criteria of NPV, Net B/C, IRR, payback period and BEP for scenario two are Rp 487,406,792; 1.07; 15%; 14.23 years; 40,935.51 tons, respectively. The value of these techno-economic criteria suggests that the management of palm-oil fronds from centralized scenarios is more feasible to undertake than the decentralization scenario.

 

Studi Kelayakan Tekno-Ekonomi Pengelolaan Pelepah Sawit Menjadi Kompos dan Mulsa di Kabupaten Aceh Barat 

Abstrak. Pengembangan perkebunan kelapa sawit bertujuan untuk menciptakan kesempatan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sektor penghasil devisa negara. Namun, Limbah perkebunan kelapa sawit berupa pelepah sawit belum dikelola secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah melakukan kajian kelayakan tekno-ekonomi dari pengelolaan limbah pelepah sawit menjadi kompos dan mulsa. Kajian dilaksanakan pada salah satu perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Aceh Barat. Studi kelayakan tekno-ekonomi merujuk pada penggunaan seluruh alat dan mesin yang diperlukan dalam pengelolaan limbah pelepah sawit tersebut. Faktor yang dipertimbangkan diantara adalah NPV, Net B/C, IRR, Payback Period dan BEP. Luas perkebunan yang dikaji adalah 576 ha yang berpotensi menghasilkan pelepah sawit sebanyak 781 pelepah/hari. Potensi limbah pelepah sawit tersebut ditangani dengan dua skenario yaitu skenario pengelolaan sentralisasi (didesain hanya satu unit pengolahan) dan desentralisasi (didesain menjadi dua unit pengolahan). Hasilnya menunjukkan bahwa kriteria tekno-ekonomi NPV, Net B/C, IRR, payback period dan BEP untuk skenario satu masing-masing adalah Rp 766,518,333; 1.25; 25%; 8.09 tahun; 23,290.72 ton. Kriteria tekno-ekonomi NPV, Net B/C, IRR, payback period dan BEP untuk skenario dua masing-masing adalah Rp 487,406,792; 1.07; 15%; 14,23 tahun; 40,935.51 ton. Nilai kriteria tekno-ekonomi ini mengisyaratkan bahwa pengelolaan pelepah sawit skenario sentralisasi lebih layak untuk dilakukan dari pada skenario desentralisasi.

 


Keywords


Aceh, kompos, pelepah sawit, mekanisasi perkebunan, mulsa; compost, palm-oil fronds, plantation mechanization, mulch

References


References

[Kemenperin] Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. 2015. Siaran Pers. Prospek dan Permasalahan Industri Sawit. Jakarta (ID): http://www.kemenperin.go.id/artikel/

Triyanto. 2008. Krisis Ekonomi Agribisnis Kelapa Sawit Tetap Prospektif. Jakarta (ID). http://dokumen.tips/documents/krisis-ekonomi-agribisnis-kelapa-sawit-tetap-prospektif.html.

Irwanto AK. 1982. Ekonomi Enjiniring di Bidang Mekanisasi Pertanian. Bogor (ID): Jurusan Keteknikan Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian IPB.

Daywin FJ, Sitompul RG, Hidayat I. 1993. Mesin-mesin Budidaya Pertanian.

Bogor (ID): JICA-IPB.

Nurmalina R, Tintin S, Arif K. 2010. Studi Kelayakan Bisnis. Bogor (ID): Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB.




DOI: https://doi.org/10.17969/rtp.v11i1.10663

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Rona Teknik Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


Creative Commons LicenseISSN: 2085-2614E-ISSN: 2528-2652
Copyright© 2009-2017 | ISSN: 2085-2614 | EISSN: 2528-2654
Jurnal Rona Teknik Pertanian is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by: 
Program Studi Teknik PertanianFakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala 
associated with Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (Cabang Aceh). 
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email: jronatp@unsyiah.ac.id & ksiregar.tep@unsyiah.ac.id


Online Submissions & Guidelines Editorial Policies | Contact Statistics Indexing | Citations