Kajian Jenis Media Simpan Terhadap Mutu Pisang Cavendish (Musa parasidiaca ‘Cavendish’)

Ifmalinda Ifmalinda, Riska Westri Windasari

Abstract


Abstrak. Pisang Cavendish merupakan salah satu jenis pisang yang cukup potensial dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat, baik untuk olahan maupun untuk santapan segar. Pisang merupakan buah klimakterik yang tetap mengalami proses kematangan walaupun telah dipanen dan diikuti dengan proses kerusakan karena buah tetap melangsungkan proses respirasi dan metabolisme (Sumadi, et al., 2004). Hal ini merupakan kendala dalam upaya memperpanjang umur simpan buah pisang Cavendish. Cara mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan melakukan perbaikan penanganan pascapanen, agar kualitasnya dapat dipertahankan setelah panen dilakukan. Pelilinan dan pemilihan media simpan merupakan salah satu teknologi pascapanen dalam mempertahankan mutu produk yang berfungsi mengurangi kerusakan produk pertanian akibat proses respirasi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh media simpan berupa pasir dan serbuk gergaji terhadap mutu dan umur simpan pisang yang telah dilapisi lilin selama penyimpanan. Pemberian jenis media simpan selama penyimpanan buah pisang berpengaruh terhadap mutu pisang yaitu nilai kerusakan mekanis, susut bobot, TPT, hue, kekerasan dan kadar air buah pisang selama penyimpanan. Umur simpan buah pisang yang terlama terdapat pada perlakuan ada pemberian media simpan serbuk gergaji (A0M1) dengan 15 hari umur simpan.

 

Study Media Types Storage on Cavendish Banana Quality (Musa parasidiaca ‘Cavendish’) 

Abstract. Cavendish banana is one type of banana is quite potential and widely consumed by the community, both for processing and for fresh cuisine. Banana is a climacteric fruit that continues to experience the process of maturity although it has been harvested and followed by the destruction process because the fruit continues the process of respiration and metabolism (Sumadi, et al., 2004). This is an obstacle in an effort to extend the life of the Cavendish banana shelf. How to overcome these problems is to make improvements postharvest handling, so that quality can be maintained after harvest is done. Pelilinan and the selection of media store is one of the postharvest technology in maintaining product quality that serves to reduce the damage of agricultural products due to respiration process. The purpose of this research is to examine the effect of storage media in the form of sand and sawdust on the quality and life of banana shelf that has been coated wax during storage. Giving the type of storage media during the storage of bananas affect the quality of bananas are the value of mechanical damage, weight loss, TPT, hue, hardness and moisture content of bananas during storage. The oldest banana-saving age was found in the treatment of sawdust storage media (A0M1) with 15 days of shelf life. fermentation box to the environment in the outside. The results showed that the ideal temperature of fermentation in wooden boxes was obtained in the fifth day, while the ideal temperature of fermentation in Styrofoam was obtained in the third day. Heat transfer in the wood material is higher than in the Styrofoam material. This was due of the heat in a wooden box go out faster, so that the temperature in the fermentation process may be lower than using a Styrofoam box. The result of cocoa seed fermentation using a wooden box obtained a good cocoa seed on the fifth day of fermentation and while using a Styrofoam box cocoa seed were moldy in the fifth day.


Keywords


pisang; media simpan; pisang cavendish; serbuk gergaji; pasir; banana; cavendish banana; sand; storage type; sawdust

References


Bambang S Purwoko. 1997. Pengaruh Beberapa Perlakuan Pascapanen dan Suhu Penyimpanan terhadap Kualitas dan Daya Simpan Buah Pisang Cavendish H (Musa (Grup AAA (Sub Grup Cavendishi) ). Bul. Agron. Vol 26(2) 19-28.

Dinas Pertanian dan Hortikultura Sumatera Barat. 2012. Laporan Tahunan Dinas Pertanian Tanaman Hortikultura. Sumatera Barat. 145 hal.

Dumadi, S. R. 2001. Penggunaan Kombinasi Adsorban Untuk Memperpanjang Umur Simpan Pisang Cavendish. Jurnal Teknik dan Industri Pangan. Vol XII, no 1: 13-20

Ikhsan, Artamy Maulia. 2014. Pengaruh Media Simpan Pasir Dan Biji Plastik Dengan Pemberian Air Pendingin Terhadap Perubahan Mutu Pada Buah Pisang Kepok (Musa Normalis L). Jurnal Teknik Pertanian Lampung. Vol.3 (2:173-182).

Kays, SJ. 1991. Postharvest Physiology of Perisable Plant Products. AVI Publishers, New York.

Kementerian Pertanian. 2015. Rencana Strategis Kementerian Pertanian Tahun 2015 – 2019. Jakarta: Kementerian Pertanian. 339 hal.

Kurniati, S. 2012. Lama Simpan, Mutu Kimia, dan Mutu Fisik Buah Salak (Salacca zalacca) dalam Pasir yang Didinginkan dengan Air Pendingin. [Skripsi]. Fakultas Pertanian. Universitas Lampung. Lampung. Hal. : 1-63.

Kostaman, T. 2010. Budidaya Ubi Jalar Cilembu. http://tatangkostaman.blogspot.com/2010/09/budidaya-ubi-jalar-cilembu-st-1html. [15 September 2016].

Lubis, L. M. 2008. Pelapisan Lilin Lebah untuk Mempertahankan Mutu Buah selama Penyimpanan pada Suhu Kamar. [Skripsi]. Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Pantastico, Er.B. 1997. Fisiologi Pasca Panen, Penanganan dan Pemanfaatan Buah-Buahan dan Sayur-Sayuran Tropika dan Subtropika. Penerjemah Kamariyani. UGM-Press. Yogyakarta.

Muchtadi, Tien, Sugiyono dan Fitriyono Ayustaningwarno. 2011. Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan. Bandung: Alfabeta.

Mustaang. 2011. Pengaruh Waktu Penyimpanan Bahan Baku Kayu Terap (Artocarpus odoratissimus) dengan Menggunakan Asap Cair Terhadap Sifat Fisika Pulp dengan Metoda Kraft. [Karya Ilmiah]. Program Studi Teknologi Hasil Hutan. Jurusan Teknologi Pertanian. Politeknik Pertanian Negeri Samarinda. 50 Hal.

R. Pangestuti dan A. Sugiyatno. 2004. Pelilinan pada Buah Jeruk (Waxing), Vol 1. Loka Penelitian Tanaman Jeruk dan Hortikultura Subtropik-Tlekung, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian. Batu. ISSN 1693-7511.

Sumadi., B. Sugiharto, dan Suyanto. 2004. Metabolisme Sukrosa pada Proses Pemasakan Buah Pisang yang Diperlakukan pada Suhu Berbeda (Sucrose Metabolism In The Ripening Of Banana Fruit Treated With Difference Temperatures). Jurnal Ilmu Dasar. Fakultas Pertanian. Universitas Jember. Vol. 5 (1) Hal. : 21-26.

Utama, I. M. S. 2009. Pengendalian Organisme Pengganggu Pasca Panen Produk Hortikultura. Pusat Pengkajian Buah-buahan Tropik. Universitas Udayana. Bali.

Widodo J. Suadi. 2006. Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Laut. Yogyakarta Gadjah Mada University Press. 252 hal.

Winarno, F. G. dan Wirakartakusumah, M. A.. 1981. Fisiologi Pasca Panen. Sastra Hudaya. Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.24815/jacps.v%25vi%25i.11273

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Rona Teknik Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


Creative Commons LicenseISSN: 2085-2614E-ISSN: 2528-2652
Copyright© 2009-2017 | ISSN: 2085-2614 | EISSN: 2528-2654
Rona Teknik Pertanian is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by: 
Program Studi Teknik PertanianFakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala 
associated with Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (Cabang Aceh). 
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email: jronatp@unsyiah.ac.id


Online Submissions & Guidelines Editorial Policies | Contact Statistics Indexing | Citations