Intersepsi Curah Hujan Pada Tegakan Pohon Pinus (Casuarina cunninghamia)

Susi Chairani, Dewi Sri Jayanti

Abstract


ABSTRAK. Proses tertahannya curah hujan di atas tajuk vegetasi dikenal dengan istilah intersepsi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengukuran intersepsi, air lolos (throughfall), dan aliran batang (stemflow) pada tegakan pohon pinus (Casuarina cunninghamia) pada kelas umur 7, 15 dan 30 tahun. Penelitian ini dilaksanakan di kawasan Taman Hutan Raya, Seulawah, Kabupaten Aceh Besar. Bahan dan alat yang digunakan pada penelitian ini adalah alat penakar curah, gelas ukur, pita ukur, klinometer, dan perangkat lunak Microsoft Excel. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa umur pohon berpengaruh secara signifikan terhadap besarnya jumlah air lolos (throughfall) dan aliran batang (stemflow). Diameter pohon berpengaruh secara signifikan untuk besarnya jumlah air lolos (throughfall) dan aliran batang (stemflow). Umur pohon sangat mempengaruhi tingkat kepadatan tajuk dimana semakin lebat tajuk pohon maka intersepsi semakin besar. Bentuk daun pinus yang berbentuk jarum yang tumbuh dengan rapat juga mempengaruhi intersepsi.


Rainfall Interception On The Stands of Pine Tree (Casuarina cunninghamia)

ABSTRACT. The process of rainfall retention above the canopy of vegetation is known as interception. This study aimed to measure interception, throughfall, and stemflow on pine trees (Casuarina cunninghamia) at different ages 7, 15 and 30 years old, respectively. This research was conducted in the area of Taman Hutan Raya, Seulawah, Aceh Besar. Materials and tools used in this study were an automatic raingauge, measuring cups, measuring tape, clinometer, and Microsoft Excel software. Based on the research, the results showed that the age of the tree had significantly influenced the throughfall and stemflow. The tree’s diameter had significant influence on the large amount of throughfall and stemflow. The tree’s age greatly affected the density of tree canopy. The more dense the tree canopy, then the greater interception the tree had. The pine needle-shaped leaves densely grew that influenced the interception.


Keywords


air lolos; aliran batang; pinus; umur pohon; interception; throughfall; stemflow; pine; the tree’s age

Full Text:

PDF

References


Anwar. 2004. Pendugaan Intersepsi pada Beberapa Penggunaan Lahan Hutan di Taman Nasional Lore Lindu-Sulteng. Tesis. Agroklimatologi, Sekolah Pasca Sarjana, IPB, Bogor.

Anwar, M. 2005. Dampak Perubahan Penggunaan Lahan terhadap Intersepsi Hujan (Kasus Sub DAS NOPU Sulawesi Tengah. Pasca Sarjana IPB, Bogor.

Asdak, C. 2004. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Calder, I. R. 1992. Hydrological Effects of Land-Use Change. Handbook of Hydrology, D.R. Maidment, Ed., McGraw-Hill. Pp 131-135.

__________. 1996. Rainfall Interception and Drop Size Development and Calibration of the Two-Layer Stochastic Interception Model. Tree Physiology 16: 727-732.

Dinata, R. J. 2007. Intersepsi pada berbagai Kelas Umur Tegakan Karet (Hevea brasiliensis) [Skripsi]. Departemen Kehutanan. Fakultas Pertanian. USU, Medan.

Horton, R. E. 1919. Rainfall Interception. Monthly Weather Rev. U7: 603-623.

Kaimuddin. 1994. Kajian Model Pendugaan Hujan pada Tegakan Pinus merkusii, agathis loranthifolia dan Schima wallichii di Hutan Pendidikan Gunung Walat Sukabumi [tesis]. Program Pasca Sarjana ITB. Bogor.

Mechram, S., S. Chairani., dan A. Zaki. 2012. Perbandingan Nilai Intersepsi Pohon Mahoni (Swietania mahagoni) dan Pohon Pinus (Casuarina cunninghamia). Jurnal Rona Teknik Pertanian 5: 368 -372.

Molchanov, A.A. 1960. The Hydrological Role of Forest (Translated A. Gourevitch, 1963). Israel Program Sci.

Monteith, J.L and Ursworth, M.H. 1990. Principles of Environmental Physics. 2nd edition. Edward Arnold London, New York. Pp:291.

Pelawi, S.F. 2009. Intersepsi pada Berbagai Kelas Umur Tegakan Kelapa Sawit (Elais Guineensi) [Skripsi].

Departemen Kehutanan. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Price, A.G and Carlyle-Moses. 2003. Measurement and Modelling of Growing season Canopy Water Fluxes in a Mature Mixed Deciduous Forest Stand. Southern Ontario, Canada. Agric. Forest Meteorol 119: 69-85.

Ramirez, J.A and Senarath, S.U.S. 1999. A Statistical Dynamical Parameterization of Interception and Land Surface-Atmosphere Interaction. American Meteorology Society 13:4050:4063.

Rauf, A., H. Pawitan., T. June., C. Kusmana., dan G. Gravenhorst. 2008. Intersepsi Hujan dan Pengaruhnya terhadap Pemindahan Energi dan Massa pada Hutan Tropika Basah “Studi Kasus Taman Nasional Lore Lindu. Jurnal Agroland 15 (3):166- 174.

Ruslan, M. 1983. Intersepsi Curah Hujan pada Tegakan Tusam (Pinus merkusii), Sungkai (Pinus canescens) dan Hutan Alam di DAS Riam Kanan, Kalimantan Selatan. Tesis. Fakultas Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Sosrodarsono, S., dan K. Takeda. 2006. Hidrologi untuk Pengairan. Pradnya Paramita, Jakarta.

Zinke, P.J. 1967. Forest Interception Studies in the United States. International Symposium on Forest Hydrology, W. E Sopper and H. W. Hull, Eds., Pergamon Press, 823 pp.




DOI: https://doi.org/10.17969/rtp.v6i1.361

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c)




Creative Commons LicenseISSN: 2085-2614E-ISSN: 2528-2652
Copyright© 2009-2017 | ISSN: 2085-2614 | EISSN: 2528-2654
Rona Teknik Pertanian is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by: 
Program Studi Teknik PertanianFakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala 
associated with Indonesia Society of Agricultural Engineering (ISAE) Aceh.
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email: jronatp@unsyiah.ac.id


Online Submissions & Guidelines Editorial Policies | Contact Statistics Indexing | Citations