Kewenangan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (Kajian Terhadap Pelaksanaan Fungsi Legislasi Tahun 2009-2016)

Faisal Faisal, Faisal A. Rani, Syarifuddin Hasyim

Abstract


Pasal 23 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh mengatur bahwa Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mempunyai kewenangan untuk memebentuk qanun Aceh yang dibahas dengan Gubernur untuk mendapat persetujuan bersama. Kinerja DPRA dalam menjalankan kewenangannya dalam bidang legislasi tersebut turut menentukan arah pembangunan dan arah kebijakan pemerintahan di Aceh. Banyak elemen-elemen publik yang menganggap kinerja DPRA sejak tahun 2009-2016 belum optimal. Hal ini tersebut sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Peran pemerintah Aceh dalam proses pembentukan legislasi ikut berpengaruh terhadap kinerja DPRA dibidang legislasi. Hasil penelitian menunjukkan produktivitas DPRA periode 2009-2016 dalam bidang legislasi lemah, dimana dalam rentang waktu tersebut hampir setiap tahunnya DPRA tidak pernah mencapai target dalam pembentukan produk legislasi sesuai dengan jumlah rancangan prolega prioritas. Faktor yang mempengaruhi kinerja DPRA periode 2009-2016 dalam bidang legislasi yaitu faktor kekuasaan formal lembaga DPRA, kualitas anggota DPRA, kemauan dan ruang politik yang dimiliki DPRA dan iklim politik serta pola komunikasi yang dibangun DPRA dengan Pemerintah Aceh. Konsep persetujuan bersama yang dijalankan oleh DPRA bersama pemerintah Aceh dalam membentuk qanun sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Article 23 point (1) (a) the Law Number 11 of 2006 on Government of Aceh regulate that the House of Representative of Aceh Province (DPRA) has authority to enact Qanun Aceh along with the Governor based on bilateral consent. DPRA’s performance in regard to its authority in legislation has influence to development and policy of Aceh’s Government. During 2009-2016, several public elements consider that DPRA is lack to perform its function as legislative body. This view is triggered by some factors. Also, the role of executive body in legislation process has influence to DPRA’s performance as bill maker. The research describes that the productivity of DPRA within 2009-2016 as legislature body is delicate. During this period, almost each year DPRA failed to reach quantity target to enact bills as mention in annual program of bills priority. The lack of performance of DPRA in operating its function as legislative board is affected by several factors, inter alia, the formal power of DPRA, the quality of Members of Parliament, willingness and political chance of DPRA, and political climate including the pattern of communication that has been constructed by the Aceh Parliament with the Aceh Government.


Keywords


Kewenangan; Kinerja; Legislasi; Authority; Performance; Legislation.

Full Text:

PDF

References


Arbi Sanit, 1985, Perwakilan Politik Di Indonesia, CV. Rajawali, Jakarta.

Dahlan Thaib, dkk, 2013, Teori dan Hukum Konstitusi, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Eddy Purnama, 2008, Lembaga Perwakilan Rakyat, Syiah Kuala Press, Banda Aceh.

Husni Jalil, 2008, Hukum Pemerintahan Daerah, Syiah Kuala University Press, Banda Aceh.

Bentham, Jeremy, 2016, Teori Perundang-undangan, Nuansa Cendekia Publishing & Printing, Bandung.

Jimly Asshiddiqie, 2012, Hukum Tata Negara dan Pilar-pilar Demokrasi, Sinar Grafika, Jakarta.

Mukhlis, 2011, Ilmu Perundang-Undangan, Ratu Jaya, Medan.

Munir Fuady, 2010, Konsep Negara Demokrasi, Refika Aditama, Bandung.

Miriam Budiardjo, 2004, Dasar-Dasar Ilmu Politik, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Natabaya, H.A.S., 2006, Sistem Peraturan Perundang-Undangan, Sekretariat Jenderal MKRI, Jakarta.

Ni’matul Huda, 2006, Hukum Tata Negara Indonesia, Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Peter Mahmud Marzuki, 2005, Penelitian Hukum, Kencana Prenada Media Group, Jakarta.

Pipin Syarifin, dkk, 2005, Hukum Pemerintahan Daerah, Pustaka Bani Quraisy, Bandung

Rozali Abdullah, 2005, Pelaksanaan Otonomi Luas Dengan Pemilihan Kepala Daerah Secara Langsung, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Salim, HS, 2010, Perkembangan Teori dalam Ilmu Hukum, Rajawali Pers, Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.24815/sklj.v1i1.12313

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Syiah Kuala Law Journal (SKLJ)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Creative Commons License

Syiah Kuala Law Journal published by Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at http://jurnal.unsyiah.ac.id/SKLJ.