Pengaruh Rasio Pelarut dan Berat Yeast pada Proses Fermentasi Pati Keladi (Colocasia esculenta) menjadi Etanol

Suhendrayatna ., Janiyatul Mahmudah, Linda Hayani, Nasrullah RCL, Elvitriana .

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio pelarut (air) dan berat yeast pada pembuatan etanol berbasis pati Keladi (Colocasia esculenta). Penelitian diawali dengan mengolah keladi menjadi tepung pati dilanjutkan hidrolisis secara enzimatis berbantuan enzim α-amilase pada kondisi 100 rpm, 95 oC, dan pH 6,9. Gula reduksi hasil hidrolisis selanjutnya difermentasi dengan yeast (Saccharomyces cereviseae) pada variasi 2, 4, dan 6 gram selama 72 jam di dalam fermentor berpengaduk (100 rpm) dengan suhu 27 oC dan pH 4. Urea, NPK, dan nutrien lain ditambahkan untuk mempercepat pertumbuhan Saccharomyces cereviseae. Hasil fermentasi dipisahkan dengan proses distilasi sederhana untuk mendapatkan etanol. Kandungan Glukosa hasil hidrolisis ini diukur menggunakan UV-VIS Spectrophotometer Shimadzu UV-1700 dan konsentrasi etanol hasil distilasi dianalisa dengan menggunakan Gas Chromatography Shimadzu GC-2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi rasio pelarut yang digunakan pada proses hidrolisis, glukosa yang dihasilkan semakin sedikit dan perolehan kadar glukosa tertinggi pada rasio 1:5. Rasio pelarut yang digunakan berpengaruh terhadap produksi etanol, di mana semakin tinggi rasio pelarut, maka produksi etanol yang dihasilkan akan semakin rendah. Perolehan kadar etanol tertinggi ditemukan pada rasio biomass dan pelarut 1:5. Penambahan yeast berpengaruh terhadap produksi etanol, di mana semakin besar penambahan yeast maka produksi etanol semakin tinggi. Perolehan kadar etanol tertinggi ditemukan pada penambahan yeast sebanyak 4 gram. Fermentasi selama 72 jam dengan penambahan yeast 2-6 gram dan rasio pelarut 1:5 menghasilkan etanol dengan kadar etanol 77,8 – 83,4%.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.