Analisis Perubahan Tutupan dan Lahan Kritis Pada Daerah Tangkapan Air Danau Laut Tawar Kabupaten Aceh Tengah

Inayat Syah Putra, Sugianto Sugianto, Hairul Basri

Abstract


Daerah tangkapan air atau Catchment Area Danau Laut Tawar merupakan Daerah Aliran Sungai Prioritas I untuk direhabilitasi.  Daerah tangkapan air danau Laut Tawar memiliki luas 15.800 hektar dari total keseluruhan luas kawasan  Danau Laut 25.247 hektar. Daerah tangkapan air danau Laut Tawar merupakan hulu sungai Peusangan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tutupan lahan dan tingkat kekritisan mulitemporal periode 2006-2015 pada daerah tangkapan air Danau Laut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah. Pendekatan deskriptif terhadap hasil klasifikasi citra satelit  dan penskoringan parameter penentuan kekritisan lahan dan  distribusi spatial tutupan  lahan digunakan dalam penelitian ini.  Skoring dilakukan terhadap parameter-parameter lahan kritis meliputi tutupan lahan, kemiringan lereng, tingkat bahaya erosi, dan manajemen (pengelolaan).  Rehabilitasi dan pengelolaan terhadap daerah tangkatan air danau Laut Tawar  berdampak pada pengurangan tingkat lahan kritis pada daerah tangkapan air. Terjadi perubahan  tutupan lahan meliputi penambahan kelas tutupan lahan pertanian lahan kering campur semak, sawah, dan pemukiman seluas.  Kelas tutupan lahan yang berkurang meliputi hutan lahan kering sekunder, hutan tanaman, semak belukar, dan badan air.  Pengelolaan lahan kritis selama periode 2006-2015 berdampak pada perbaikan tingkat kekritisan lahan daerah tangkapan Danau Laut Tawar.  Perubahan tingkat kekritisan lahan meliputi penambahan kelas lahan agak kritis seluas 3.738 hektar (23,66%).  Sedangkan kelas kekritisan lahan yang berkurang meliputi lahan tidak kritis seluas 383 hektar (2,43%), lahan potensial kritis seluas 112 hektar (0,71%), lahan kritis seluas 3.226 hektar (20,42%), dan lahan sangat kritis berkurang seluas 18 hektar (0,11%).

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.