Hubungan antara Morfologi Ambing, Produksi Susu dan Komponen Susu pada Sapi Friesian Holstein

Dian Wijayanti Solechah, Dian Wahyu Harjanti, Rudy Hartanto

Abstract


ABSTRAK. Ukuran-ukuran ambing merupakan salah satu indikator yang menentukan produksi susu sapi perah. Morfologi ambing dapat digunakan untuk menilai produktivitas ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ukuran-ukuran ambing, produksi susu dan komponen susu. Materi yang digunakan yaitu 30 ekor sapi (Friesian Holstein) FH periode laktasi III-V dan bulan laktasi 3-4. Analisis yang digunakan adalah regresi linier sederhana dengan SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang nyata (P < 0,05) antara kedalaman ambing belakang dan panjang ambing terhadap produksi susu secara berturut-turut dengan persamaan regresi Y = -1,142 + 0,435 X (r = 0,494 dan R2 = 0,244),Y = -9,197 + 0,463 X (r = 0,625 dan R2 = 0,390), lebar ambing belakang terhadap produksi susu dan jarak antar puting depan dengan produksi susu dengan persamaan regresi secara berturut-turut Y = 1,236 + 0,28 X (r = 0,397 dan R2 = 0,157) dan Y = 17,203-0,996 X (r = 0,367 dan R2 = 0,134). Kesimpulan yang didapat bahwa ada hubungan antara ukuran-ukuran ambing dengan produksi susu sapi Friesian Holstein, dimana terdapat hubungan yang signifikan antara kedalaman ambing belakang, panjang ambing serta lebar ambing belakang dan jarak antar puting depan dengan produksi susu dengan koefisien korelasi (r) tertinggi sebesar 0,625 dan koefisien determinasi (R2) sebesar 39%. 

 

(Relationship between udder morphology, milk production and milk components of friesian holstein cows) 

ABSTRACT. The size of the udder is one indicator that determines the production of dairy cows. The udder morphology can be used to assess livestock productivity. This study aimed to determine the relationship between udder measurements, components of milk and milk production. The material used was 30 Holstein Friesian (FH) lactation periods III-V and lactation months 3-4. The analysis used was a simple linear regression with SPSS 16. The results showed a significant relationship (P <0.05) between the depth of the udder and length of the udder to milk production in a row with the regression equation Y = -1,142 + 0,435 X (r = 0,494 and R2 = 0,244), Y = -9,197 + 0,463 X (r = 0,625 and R2 = 0,390), width of the rear udder to milk production and the distance between the front nipple and milk production with consecutive regression equation Y = 1,236 + 0,28 X (r = 0,397 and R2 = 0,157) and Y = 17,203 – 0,996 X (r = 0,367 and R2 = 0,134). The conclusion that there is a relationship between udder measurements with Holstein Friesian milk production, where there is a significant relationship between the depth of the udder, udder length and width of the udder and the distance between the front nipples with milk production with the highest correlation coefficient (r) of 0,625 and the coefficient of determination (R2) of 39%.

Keywords


sapi FH; morfologi ambing; produksi susu; dairy cows (FH); morphology of udder; milk production

Full Text:

PDF

References


Adriani dan Suparjo. 2012. Volume ambing dan bobot badan anak kambing Peranakan Etawah sebagai respon pemberian FSH dan PMSG. J. Penelitian Universitas Jambi Seri Sains. 14 (2): 35-42

Asrudin, L.N.R., Sambodho, P., Harjanti, D.W., 2014. Tampilan produksi dan kualitas susu sapi yang diproduksi di dataran tinggi dan rendah di Kabupaten Semarang. Anim. Agric. J. 3(4): 592-598.

Badan Standardisasi Nasional. 2011. Standardisasi Nasional Indonesia SNI Susu Segar-bagian 1: Sapi. Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.

Febriana, N.D., Harjanti, D.W., Sambodho, P., 2018. Korelasi ukuran badan, volume ambing dan produksi susu kambing Peranakan Etawah (PE) di Kecamatan Turi Kabupaten Sleman Yogyakarta. J. Ilmu-ilmu Peternakan. 28(2): 134-140.

Kuczaj, M. 2003. Analysis of changes in udder size of high-yielding cows in subsequent lactations with regard to mastitis. Polish agricultural universities Journal. 6(1): 1-9.

Laryska, N., Nurhajati, T., 2013. Peningkatan kadar lemak susu sapi perah dengan pemberian pakan konsentrat komersial dibandingkan dengan ampas tahu. J. Agroveteriner. 1(2): 81-87.

Neijenhuis, F., H. W. Barkema, H. Hogeveen, Noorhizen. 2001. Relationship between teat-end callosity and occurrence of clinical mastitis. J. Dairy Sci. 84: 2664-2672.

Novianti, J., Purwanto, B.P., Atabani, A., 2013. Respon fisiologis dan produksi susu sapi perah FH pada pemberian rumput gajah (Pennisetum purpureum) dengan ukuran pemotongan yang berbeda. J. Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan. 1(3): 138-146.

Oka, B., Wijaya, M., Kadirman. 2017. Karakterisasi kimia susu sapi perah di Kabupaten Sinjai. J. Pendidikan Teknologi Pertanian. 3(1): 195-202.

Pribadiningtyas, P. A., Suprayogi, T.H., Sambodho, P., 2012. Hubungan antara bobot badan, volume ambing terhadap produksi susu kambing perah laktasi Peranakan Etawa. J. Anim. Agric. 1(1): 99-105.

Salama, A.A.K., Such, X., Caja, G., Rovai, M., Casals, R., Albanell, E., Marin, M.P., Marti, A., 2003. Effects of once versus twice daily milking throughout lactation on milk yield and milk composition in dairy goats. J. Dairy Sci. 86: 1673-1680.

Schimdt, G.H., Van Vleck, L.D., and Hutjens., M.F., 1988. Principle of Dairy Science. 2nd Ed. Prentice Hall Inc. Engewood Cliffs, New Jersey.

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R dan D. Alfabeta, Bandung.

Sukarini. 2006. Produksi dan kualitas air susu kambing Peranakan Ettawa yang diberi tambahan urea molases blok dan atau dedak padi pada awal laktasi. Anim. Prod. 8(3): 196-205.

Sutopo., 2001. Pengaruh Pemberian PMSG Terhadap Pertumbuhan Ambing dan Produksi Susu pada Sapi Perah. Tesis Master, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang. Indonesia.

Utami, K.B., Radiati, L.E., Surjowardojo, P., 2014. Performa sifat-sifat produksi susu dan reproduksi sapi perah Fries Holland di Jawa Barat. J. Ilmu-Ilmu Peternakan. 24(2): 58-66.

Utomo, B., Miranti, D.P., 2010. Tampilan produksi susu sapi perah yang mendapat perbaikan manajemen pemeliharaan. J. Caraka Tani. 25(1): 21-25.

Weng, X., Monteiro, A.P.A., Guo, J., Ahmed, B.M.S., Bernard, J.K., Tomlinson, D.J., Defrain, J.M., 2017. Repeated mammary tissue collections during lactation do not alter subsequent milk yield or composition. J. Dairy. Sci. 100: 8422-8425.




DOI: https://doi.org/10.17969/agripet.v19i2.14713

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Agripet

License URL: http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/agripet/about/submissions#copyrightNotice


Creative Commons LicenseISSN: 1411-4623E-ISSN: 2460-4534
Copyright© 2000-2020 | ISSN: 1411-4623 | EISSN: 2460-4534 
Jurnal Agripet is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by: 
Animal Husbandry DepartmentThe Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University 
associated with Animal Scientist's Society of Indonesia (HILPI)
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Phone: +62-81383736633
Email: samadi177@unsyiah.ac.id & info.agripet@gmail.com


Online Submissions & Guidelines Editorial Policies | Contact Statistics Indexing | Citations