Kecernaan In-Vitro Fraksi Serat Kombinasi Pucuk Tebu dan Titonia Fermentasi sebagai Pakan Ruminansia

Dessy Susanti, Novirman Jamarun, Fauzia Agustin, Tri Astuti, Gusri Yanti

Abstract


ABSTRAK. Pucuk tebu dan titonia merupakan hijauan alternatif yang dapat digunakan sebagai sumber energi dan sumber protein pada ternak ruminansia, tetapi terkendala dengan adanya kandungan lignin dan zat anti nutrisi. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pucuk tebu dan titonia fermentasi terhadap kecernaan fraksi serat (NDF, ADF, selulosa dan hemiselulosa) secara in-vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan yaitu A (100% Pucuk Tebu Fermentasi + 0% Titonia Fermentasi), B (75% Pucuk Tebu Fermentasi + 25% Titonia Fermentasi), C (50% Pucuk Tebu Fermentasi + 50% Titonia Fermentasi), dan D (25% Pucuk Tebu Fermentasi + 75% Titonia Fermentasi) dengan 5 ulangan. Pengaruh perlakuan terhadap parameter yang diuji dianalisis menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan jika ada perbedaan antar perlakuan. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan fraksi serat (NDF, ADF, selulosa dan hemiselulosa). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan C (50% Pucuk Tebu Fermentasi + 50% titonia Fermentasi) memberikan hasil yang terbaik terhadap kecernaan NDF (78,13%), ADF (76,76%), selulosa (80,81%) dan hemiselulosa (81,11 %). 

 

(In-vitro digestibility of fiber fractions combination of sugarcane tops and tithonia as ruminant feed) 

ABSTRACT. Sugarcane tops and tithonia are alternative forages that can be used as an energy source and protein source in ruminants, but are constrained by the presence of lignin and anti nutrients. For this reason, a study was conducted to determine the effect of a combination of fermented sugarcane tops and fermented tithonia on the digestion of the fiber fraction(NDF, ADF, cellulose, and hemicellulose).The research design used a randomized block design (RBD) with 4 treatments, namely A (100% fermented sugarcane tops and 0% fermented tithonia), B (75% fermented sugarcane tops and 25% fermented tithonia), C (50% fermented sugarcane tops and 50% fermented tithonia), D (25% fermented sugarcane tops and 75% fermented tithonia) with 5 replications. Effect of treatment on parameters tested using analysis of variance and continued with Duncan's Multiple Range Test (DMRT) if there are differences between treatments. The results of experiments showed that treatments gave a very significant difference (P <0.01) to the in-vitro digestibility of fiber fraction (NDF, ADF, cellulose, and hemicellulose). From the results of the study, it can be concluded that the treatment C (50% sugarcane tops fermentation and 50% fermented tithonia) gives the best results on the in-vitro digestibility of fiber fraction NDF (78,13%), ADF (76,76%), cellulose (80,81%) and hemicellulose (81,11 %).


Keywords


kecernaan in-vitro; Lactobacillus plantarum; pucuk tebu; Phanerochaete chrysosporium; titonia; in vitro digestibility; sugarcane tops; tithonia

Full Text:

PDF

References


Aye, P.A., 2016. Comparative nutritive value of moringa oleifera, tithonia diversifolia and gmelina arborea leaf meals. Animal production and health science department. Ekiti State University, Nigeria. Am. J. Food Nutr. 6(1): 23-32.

Biro Pusat Statistik Indonesia, 2017. http://www.bps.go.id [28 April 2020]

Direktorat Jenderal Peternakan, 2012. Pemanfaatan Pucuk Tebu Sebagai Bahan Pakan Suplementasi pada Ternak. Disnak. http://disnak.jatimprov.go.id 15 Oktober 2019]

Elihasridas., Ningrat, R.W.S., 2015. Degradasi in-vitro fraksi serat ransum berbasis limbah jagung amoniasi. Fakultas Peternakan Universitas Andalas. Jurnal Peternakan Indonesia. 17(2).

Ensminger, M.E., Oldfield, J.E., Heinemann,W.W., 1990: Feeds and Nutrition the Ensminger Publishing Company, USA.

Fasuyi, A.O., Dairo, F.A.S., Ibitayo, F.J., 2010. Ensiling wild sunflower (Tithonia diversifolia) leaves with sugar cane molasses. Livest. Res. Rural dev. 22-42.

Faharuddin., 2014. Analisis Kandungan Bahan Kering, Bahan Organik dan Protein Kasar Silase Pucuk Tebu (Saccharum officinarum L.) yang Difermentasi dengan Urea, Molases, dan Kalsium Karbonat. Skripsi, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin Makassar, Indonesia.

Fariani, A., Akhadiarto, S., 2016. Pengaruh lama ensilase terhadap kualitas fraksi serat kasar silase limbah pucuk tebu (Saccharum officinarum) yang diinokulasi dengan bakteri asam laktat terseleksi. J. Tekn. Lingk. Sci. 13.

García-Mantrana, I., Yebra, M.J., Haros, M., Monedero, V., 2016. Expression of bifidobacterial phytases in Lactobacillus casei and their application in a food model of whole-grain sourdough bread. J. Food. Micro. 216: 18-24.

Ghunu, S., Tarmidi, A.R., 2006. Perubahan komponen serat rumput kume (Sorghum plumosum var. timorense) hasil biokonversi jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) akibat kadar air substrat dan dosis inokulum yang berbeda. J. Ilmu Ternak. 2:81-86.

Hamid., Thakur, S., Kumar, P., 2017. Anti-nutritional factors, their adverse effects and need for adequate processing to reduce them in food. J. India. Sci. 4(1): 56-60.

Handayani, S., Harahap, A.E., Saleh, E., 2018. Kandungan fraksi serat silase kulit pisang kepok (Musa paradisiaca) dengan penambahan level dedak dan lama pemeraman yang berbeda. J. Peternakan. 15(1): 1-8.

Hafis, A. 2019. Produksi Titonia (Tithonia diversifolia) sebagai Pakan Hijauan dengan Jenis Pupuk Berbeda pada Tanah Ultisol. Skripsi, Fakultas Peternakan, Universitas Andalas, Indonesia.

Jalali, A.R., Nørgaard, P., Weisbjerg, M.R., Nielsen, M.O., 2015. Effect of forage quality on intake, chewing activity, faecal particle size distribution, and digestibility of neutral detergent fiber in sheep, goats and llamas. Anim. Feed Sci. and Techn. 208: 53-65.

Jamarun, N., Zain, M., Arief., Pazla, R., 2017. Populations of rumen microbes and the in vitro digestibility of fermented oil palm fronds in combination with tithonia (Tithonia diversifolia) and elephant grass (Pennisetum purpureum). Pak. J. Nutr. Sci. 17: 39-45.

Jamarun, N., Arief, T. Astuti. 2019. Pemanfaatan pucuk tebu (Saccharum officinarum) dan titonia (Tithonia diversifolia) fermentasi sebagai pakan ternak penggemukan guna percepatan swasembada daging. Dalam Prosiding: Seminar Hasil Penelitian. Universitas Andalas, Padang.

Kuswandi. 2007. Teknologi pakan untuk limbah tebu (fraksi serat) sebagai pakan ternak ruminansia. Wartazoa. 17(2).

Krehbiel, C.R,. 2014. Invited review: Applied nutrition of ruminants: Fermentation and digestive physiology. Professional Animal Scientist. 30(2): 129-139.

Leonowicz, A., Grzywnowicz, K., 1981. Quantitative estimation of laccase forms in some white rot fungi using syringaldazine as substrat. Enzyme and Microbial Technology. 3(1): 2280-2284.

Lamid, M., Ismudiono., Koesnoto, S., Chusnati, S., Hidayatik, N., Vina. E.V.F., 2012. Karakteristik Silase Pucuk Tebu (Saccharum officinarum, linn) dengan Penambahan Lactobacillus plantarum. dalam Prosiding: Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian, Surabaya.

Liu, K., Qin, X., Lizhi, W., Jiwen., Wang, W.G., Meili, Z., 2017. The impact of diet on the composition and relative abundance of rumen microbes in goat. J Anim.Sci. 30(4): 531-537.

Nuobariene, L.D., Cizeikiene, E., Gradzeviciute, A.S., Hansen, S.K., Rasmussen, G., Juodeikiene, F.K., Vogensen., 2015. Phytase-active lactic acid bacteria from sourdoughs: Isolation and Identification. LWT - Food Sci. Techno. 63: 766-772.

Nofrizal, S., Mulyani., Syafrizal., 2019. Pengaruh penggunaan beberapa macam feses ternak pada lahan bera terhadap kualitas fraksi serat (NDF, ADF, selulosa, hemiselulosa dan lignin) rumput lapangan. J. Embrio. Sci. 11(1): 48-58.

Oluwasola, T.A., Dairo, F.A.S., 2016. Proximate composition amino acid profile and some anti nutrients of Thitonia diversifolia cut a two different times. Afri. J. Agric. Res. 11(38): 3659-3663.

Prastyawan, R.M., Tampoebolon, B.I.M., Surono., 2012. Peningkatan kualitas tongkol jagung melalui teknologi amoniasi fermentasi (AMOFER) terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik serta protein total. Anim. Agric. J. 1(1): 612-621.

Rahmawati., 2014. Analisis kandungan hemiselulosa, selulosa, dan lignin. Skripsi, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia.

Rahayu, S., Jamarun, N., Zain, M., Febrina, D., 2015. Pengaruh pemberian dosis mineral Ca dan lama fermentasi pelepah sawit terhadap kandungan liginin, kecernaan BK, BO, PK, dan fraksi serat (NDF, ADF, hemiseluloda dan selulosa) menggunakan kapang Phanerochaetecrysosporium. J. Peternakan Indonesia. Sci. 17(2).

Riswandi, L., Priyanto, Imsya, A., Patricia, N.S., 2016. Nilai Kecernaan Neutral detergent Fiber (NDF), Acid Detergent Fiber (ADF) dan Hemiselulosa pada Ransum Sapi Potong dengan Kandungan Legume yang Berbeda Secara In Vitro. dalam Prosiding: Seminar Nasional Lahan Suboptimal. Palembang. 506:515.

Steel, R.G.D, dan Torrie. J.H., 1991. Prinsip dan Prosedur Statistik Suatu Pendekatan. Biometrik. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Setiarto, R.H.B., Widhyastuti. N., 2016. Penurunan kadar tanin asam fitat pada tepung sorgum melalui fermentasi Rhizopus oligosporus, Lactobacillus plantarum dan Saccharomyces cerevisiae. dalam : Berita Biologi. 15:2.

Sudrajat, D., Mulyana, N., Heryani, R., 2018. Identifikasi phanerochaete chrysosporium yang di iradiasi sinar gamma dengan marka rapd. J. Sci. l: 14 -1.

Sari, P.D., Puri, W.A., Hanum, D., 2019. Delignifikasi bahan lignoselulosa: Pemanfaatan Limbah Pertanian. Qiara Media, Pasuruan.

Tilley, J.M.A., Terry, R.A., 1963. A two stage technique for the in vitro digestion of forage crops. J. of British Grass Soc. 18: 104-111.

Tien, M., and T; K. Kirk. 1984. Lignin Degrading Enzyme from Phanerochaete crysosporium L1 and pleurotus Eb9 white Fungal for Biobleaching of Used Cardboard Pulp. Thesis. Bogor Agricultural Institute.

Thalib, A., H. Hamid, dan D. Suherman. 2000. Pembuatan Silase Jerami Padi dengan Penambahan Cairan Rumen. Media, edisi khusus, Fakultas Peternakan, Universitas Diponegoro. P. 231-237.

Umami, N., A. N. Respati, B. Suhartanto, and N. Suseno. 2017. Nutrient Composition and In Vitro Digestibility of Brachiaria decumbens cv. Basilisk with Different Level of Fertilizer. In : Proceedings of the 7th International Seminar on Tropical Animal Production. Yogyakarta, Indonesia. pp. 143-146.

Wina, E., Toharmat, T., Astuti, W., 2010. Peningkatan nilai kecernaan kulit kayu acacia mangium yang diberi perlakuan alkali. JITV. 6(3): 202-209.

Wibowo, A.S., Christiyanto, M., Nuswantara, L.K., Pangestu, E., 2019. Kecernaan serat berbagai jenis pakan produk samping pertanian (by product) sebagai pakan ternak ruminansia yang di uji secara in vitro. J. Litbang. 178: 17-2.

Yacout, M.H.M., 2016. Anti nutritional factors & its roles in animal nutrition. J. Dairy. Vet Anim Res. 4(1): 237-239.

Yanuartono, A., Nururrozi, S., Indarjulianto., 2017. Fitat dan fitase : dampak pada hewan ternak. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan. 26 (3): 59-78.




DOI: https://doi.org/10.17969/agripet.v20i1.16040

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Agripet

License URL: http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/agripet/about/submissions#copyrightNotice


Creative Commons LicenseISSN: 1411-4623E-ISSN: 2460-4534
Copyright© 2000-2020 | ISSN: 1411-4623 | EISSN: 2460-4534 
Jurnal Agripet is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by: 
Animal Husbandry DepartmentThe Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University 
associated with Animal Scientist's Society of Indonesia (HILPI)
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Phone: +62-81383736633
Email: samadi177@unsyiah.ac.id & info.agripet@gmail.com


Online Submissions & Guidelines Editorial Policies | Contact Statistics Indexing | Citations