Evaluasi Status Reproduksi Sapi Hasil Persilangan Peranakan Ongole dengan Bali

Jauhari Efendy, Peni Wahyu Prihandini, Tri Agus Sulistya, Almira Primasari

Abstract


ABSTRACT. Tujuan penelitian untuk mengetahui status reproduksi hasil persilangan sapi peranakan ongole (PO) dan sapi bali (yang selanjutnya dinamakan sapi POBA) jantan dan betina melalui beberapa kegiatan lapang. Penelitian ini bersifat non eksperimental yang dilakukan secara eksploratif; menggunakan 20 ekor sapi berumur antara 32 sampai 36 bulan. Parameter yang diamati meliputi kualitas semen, kondisi organ reproduksi sapi betina dan angka kebuntingan. Hasil penelitian menunjukkan, kualitas semen sapi POBA rendah atau jelek berdasarkan hasil analisis secara mikroskopis maupun makroskopis; namun memiliki libido yang cukup tinggi yaitu rata-rata sekitar 4 menit 25 detik dari mulai mengendus atau didekatkan dengan ternak pemancing (teaser) sampai ejakulasi. Secara umum kondisi organ reproduksi sapi POBA betina normal, sehingga siap dijadikan indukan yang produktif. Sebanyak 66,67% menunjukkan perilaku estrus yang tampak terutama keluar lendir yang terlihat jelas menggantung di bibir vagina bahkan diantaranya mengejar dan/atau menaiki sapi-sapi lain. Namun hasil pemeriksaan kebuntingan (PKB) melalui palpasi rektal menunjukkan tidak ada sapi betina yang bunting. Dapat disimpulkan bahwa sapi POBA jantan infertil, yang diindikasikan melalui hasil pemeriksaan semen dan tidak adanya sapi betina yang berhasil bunting melalui perkawinan alam selama 3 (tiga) bulan. Sedangkan sapi betina POBA memiliki organ reproduksi normal serta menunjukkan ekspresi estrus yang baik.

 

(The evaluation of cattle reproduction status between crosses Ongole Crossbreed with Bali cows)

ABSTRAK. The purpose of this research was to determine the reproductive status of the crossbred PO and Bali cattle (hereinafter referred to as POBA cattle) through several field activities. This research is non-experimental and carried out exploratory using 20 cattle aged 32 to 36 months. Parameters observed included semen quality, cows' reproductive organ condition, and pregnancy rate. The quality of POBA bulls semen was low or bad as indicated by the results of microscopic and macroscopic analysis; but had pretty high libido, which was an average of about 4 minutes and 25 seconds, starting to sniff or being brought near to teaser until ejaculation. In general, the reproductive organs of POBA cows were normal so that they were ready to become productive sires. As many as 66.67% showed estrus behavior, especially visible mucus that was hanging on the lips of the vagina, even among them chasing and/or riding other cattle. However, the results of pregnancy examination through rectal palpation showed that there were no pregnant cows. It can be concluded that POBA bulls are infertile, which was indicated by the results of semen examination and the absence of successfully conceived cows through natural mating for 3 (three) months. Meanwhile, POBA cows have normal reproductive organs and show good estrus expression.

Keywords


Kawin alam; kualitas semen; organ reproduksi; sapi POBA; Natural mating; reproductive organs; semen quality; POBA cattle

Full Text:

PDF

References


Aisah, S., Isnaini, N., Wahyuningsih, S., 2017. Kualitas semen segar dan recovery rate sapi Bali pada musim yang berbeda. J. Ilmu-Ilmu Peternakan. 27(1): 63-79. Doi: 10. 21776/ub.jiip.2017.027.01.06.

Anggraini, S., Sulastri., Suharyati, S., 2016. Status reproduksi dan estimasi output berbagai bangsa sapi di Desa Sriwedari Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran. J. Ilmiah Peternakan Terpadu. 4(1): 47-54. Doi: 10.23960/jipt.v4i1.p%25p.

Azzahra, F.Y., Setiatin, E.T., Samsudewa, D., 2016. Evaluasi motilitas dan persentase hidup semen segar sapi PO Kebumen pejantan muda. J. Sain Pet. Ind. 11(2): 99-107. Doi: 10.31186/jspi.id.11.2.99-107.

Dewi, A. S., Ondho, Y.S., Kurnianto, E., 2012. Kualitas semen berdasarkan umur pada sapi jantan Jawa. Anim. Agric. J. 1(2): 126-133.

Efendy, J., Firdaus, F., 2021. Deskpripsi dan fenomena yang terjadi pada perkawinan alami sapi Peranakan Ongole (PO) dengan sapi Bali di Kandang Percobaan Loka Penelitian Sapi Potong. Livest. Anim. Res. 19(1): 54-62. Doi: 10.20961/lar.v19i1.

Frandson, R.D., Wilke, W.L., Fails, A.D., 2003. Anatomy of The Female Reproductive System. In. Anatomy and Physiology of Farms Animals. 6th ed. Lippincott Williams & Wilkins. Baltimore-Maryland, USA.

Ihsan, M.N. Wahjuningsih, S., 2011. Penampilan reproduksi sapi potong di Kabupaten Bojonegoro. J. Ternak Tropika. 12(2): 76-80.

Indahwati, A., E. T. Setiatin, dan A. Setiadi. 2019. Analisis teknis dan ekonomis terapi kasus hipofungsi ovarium pada sapi potong di Kabupaten Rembang Jawa Tengah Indonesia. Agromedia. 37(2): 51-61. Doi: 10.47728/ag.v37i2.256.

Inounu, I., 2017. Dukungan sains dan teknologi reproduksi untuk mensukseskan Program Sapi Indukan Wajib Bunting. Wartazoa. 27(1): 23-34. Doi: 10.14334/wartazoa. v27i1.1368.

Khairi, F., Muktiani, A., Ondho, Y.S., 2014. Pengaruh suplementasi vitamin E, mineral Selenium dan Zink terhadap konsumsi nutrien, produksi dan kualitas semen sapi Simmental. J. Agripet. 14(1): 6-16. Doi: 10. 17969/agripet.v14i1.1199.

Komariah, R.I., Arifiantini., Aun, M., Sukmawati, E., 2020. Produksi semen beku sapi pejantan Madura pada musim yang berbeda. J. Ilmu Prod. dan Tek. Hasil Peternakan. 8(1): 15-21. Doi: 10.29244/jipthp.8.1.

Kurnia, A., Soeparna., Arifiantini, I., Hidayat, R., 2020. Performa sapi Simmental yang diberi imbuhan Selenium dan Zink dalam pakan. Acta Vet. Indonesiana. 8(1): 24-31. Doi: 10.29244/avi.8.1.24-31.

Nugroho, E. 2010. Analisa usaha peternakan sapi Rambon pada skala usaha peternakan rakyat di Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. J. Ilmu-Ilmu Peternakan. 20(1): 77-85.

Nurgiartiningsih, V.M.A., 2011. Peta potensi genetik sapi Madura murni di empat kabupaten di Madura. J. Ternak Tropika. 12 (2): 23-32.

Ogbuewu, I.P., Aladi, N.O., Etuk, I.F., Opara, M.N., Uchegbu, M.C., Okoli, I.C., Iloeje, M.U., 2010. Relevance of oxygen free radicals and antioxidants in sperm production and function. J. Res. Vet. Sci. 3(3): 138-164. Doi: 10. 3923 /rjvs. 2010. 138.164.

Puspitasari, I.F., Isnaini, N., Yekti, A.P.A., Susilawati, T., 2018. Tampilan reproduksi sapi Rambon betina pada paritas yang berbeda. J. Ternak Tropika. 19(2): 80-86. Doi: 10. 21776/ub.jtapro.2018.019.02.2.

Putri, A.N., Suharyati, S., Santosa, P.E., Pengaruh paritas terhadap persentase estrus dan kebuntingan sapi Peranakan Ongole yang disinkronisasi estrus menggunakan prostaglandin F2Α (PGF2Α). J. Ilmiah Pet. Terpadu. 2(2): 31-36. Doi: 10. 23960 /jipt.v2i2.p%25p.

Ramli, M., Siregar, T.N., Tasmi, C.N., Dasrul, Wahyuni. S., 2016. Hubungan antara intensitas estrus dengan konsentrasi estradiol pada sapi Aceh pada saat inseminasi. J. Med. Vet. 10(1): 27-30.

Ratnawati, D., Widyaningrum, Y., dan Sulistya. T.A., 2015. Perlakuan exercise pada sapi jantan PO terhadap peningkatan kualitas semen. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Hal: 81-87. Doi: 10. 14334/Pros. Semnas.TPV-2015-p.81-87.

Rikhanah, 2008. Sistem pemuliaan inti terbuka upaya peningkatan mutu genetik sapi potong. Mediagro. 4(1): 37-43. Doi: 10. 31942/md.v4i1.901.

Souhoka, D.F., Matatula, M.J., Mesang-Nalley, W.M., Rizal. M., 2009. Laktosa mempertahankan daya hidup spermatozoa kambing Peranakan Etawah yang dipreservasi dengan plasma semen domba Priangan. J. Veteriner. 10(3): 135-142.

Sawo, K., 2017. Evaluasi efisiensi reproduksi ternak sapi Bali betina di Distrik Makimi. J. Fapertanak. 2(2): 20-29.

Suartini, N.K., Trilaksana, I.G.N.B., Pemayun, Tj.G.O., 2013. Kadar estrogen dan munculnya estrus setelah pemberian Buserelin (Agonis GnRH) pada sapi Bali yang mengalami anestrus postpartum akibat hipofungsi ovarium. J. Ilmu dan Kesehatan Hewan. 1(2): 40-44.

Syarifuddin, N.A., 2018. Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Guna Meningkatkan Libido dan Kualitas Semen Pejantan Sapi Bali. Disertasi Sekolah Pascasarjana. Universitas Hasanudin Makassar.

Yotov, S., Fasulkov, I., Vassilev, N., 2011. Effect of ejaculation frequency on spermatozoa survival in diluted semen from Pleven Blackhead rams. Turk. J. Vet. Anim. Sci. 35(2): 117-122. Doi: 10.3906/vet-0911-229.




DOI: https://doi.org/10.17969/agripet.v21i2.20409

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Agripet

License URL: http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/agripet/about/submissions#copyrightNotice


Creative Commons LicenseISSN: 1411-4623E-ISSN: 2460-4534
Copyright© 2000-2021 | ISSN: 1411-4623 | EISSN: 2460-4534 
Jurnal Agripet is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by: 
Animal Husbandry DepartmentThe Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University 
associated with Animal Scientist's Society of Indonesia (HILPI)
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Phone: +62-81383736633
Email: jurnalagripet@unsyiah.ac.id


Online Submissions & Guidelines Editorial Policies | Contact Statistics Indexing | Citations