Identifikasi Sifat Kuantitatif dan Sifat Kualitatif pada Sapi Aceh Dalam Rangka Pelestarian Sumber Daya Genetik Ternak Lokal

Masduqi Masduqi, Eka Meutia Sari, Mohd. Agus Nashri Abdullah

Abstract


ABSTRACT. Sapi Aceh merupakan sumber daya genetik ternak lokal dan merupakan rumpun sapi lokal Indonesia yang tersebar di Provinsi Aceh, dan telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian nomor: 2907/Kpts/OT.140/6/2011 pada 17 Juni 2011. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keragaman sapi Aceh di Kabupaten Aceh Besar saat ini dengan SNI 7651.3:2013. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – April 2020. Jumlah sampel sapi Aceh jantan berumur 24-36 bulan sebanyak 62 ekor dan 106 ekor sapi Aceh betina berumur 15-18 bulan. Peubah yang diamati (1) tinggi pundak (TP), (2), panjang badan (PB). dan (3) lingkar dada (LD). Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian, nilai sifat kuantitatif sapi Aceh jantan dan betina masing-masing memiliki tinggi pundak (TP) 108,08±3,59 cm dan 89,53±4,26 cm, panjang badan (PB) 110,26±4,92 cm dan 88,77±6,52 cm dan lingkar dada (LD) 141,02±7,34 cm dan 107,22±8,92 cm. Sebanyak 48,39 % sapi Aceh jantan termasuk kategori kelas III dan 30,19 % sapi Aceh betina termasuk kategori kelas II berdasarkan SNI 7651.3:2013. Sifat kualitatif bentuk muka sapi Aceh jantan dan betina secara keseluruhan berbentuk cekung dengan persentase 80,65 % dan 90,57 %. Sementara tanduk pada sapi Aceh jantan berbentuk ke samping melengkung ke atas dengan rataan persentase 51,61 % dan sapi Aceh betina secara umum hanya membentuk lingkaran tanduk pendek dengan rataan persentase sebesar 67,92 %. Bentuk garis punggung sapi Aceh jantan dan betina berbentuk cekung dengan persentase sebesar 72,58 % dan 79,25 %.

 

((Identification of quantitative traits and qualitative traits in Aceh cattle in the context of preserving animal genetic resources)

ABSTRAK. Aceh cattle are a genetic resource for local livestock and are a clump of local Indonesian cattle spread across Aceh Province, and have been determined based on the Decree of the Minister of Agriculture number: 2907 / Kpts / OT.140 / 6/2011 on 17 June 2011. This study aims to compare the diversity of Aceh cattle in Aceh Besar district currently with SNI 7651.3: 2013. This research was conducted in January - April 2020. The total samples of male Aceh cattle aged 24-36 months were 62 cows and 106 female Aceh cattle aged 15-18 months. The variables observed were (1) shoulder height (TP), (2), body length (PB). and (3) chest circumference (LD). Determination of the sample using purposive sampling method. Based on the results of the study, the quantitative traits of male and female Aceh cattle each had shoulder height (TP) 108.08 ± 3.59 cm and 89.53 ± 4.26 cm, body length (PB) 110.26 ± 4, 92 cm and 88.77 ± 6.52 cm and chest circumference (LD) 141.02 ± 7.34 cm and 107.22 ± 8.92 cm. A total of 48.39% of Aceh male cattle are in class III category and 30.19% of female Aceh cattle are categorized as class II based on SNI 7651.3: 2013. The qualitative characteristics of the face shape of male and female Aceh cattle are overall concave with a percentage of 80.65% and 90.57%. While the horns on male Aceh cattle are curved sideways upward with an average percentage of 51.61% and female Aceh cattle in general only form a short horn circle with an average percentage of 67.92%. The form of the back line of male and female Aceh cattle is concave with a percentage of 72.58% and 79.25%.

Keywords


sapi Aceh; sifat kuantitatif; sifat kualitatif; Aceh cattle; quantitative traits; qualitative traits

Full Text:

PDF

References


Abdullah, M.A.N., Noor, R.R., Martojo, H., 2005. Kelenturan fenotipik sifat-sifat produksi dan reproduksi mencit (Mus musculus) sebagai respons terhadap air minum yang mengandung tingkat garam berbeda. Jurnal Pengembangan Peternakan Tropis 30(2): 63-74.

Abdullah M.A.N, Noor, R.R., Murtojo, H., Solihin, D.D., Handiwirawan, E., 2007. Keragaman fenotipe sapi Aceh di Nanggroe Aceh Darussalam. J.Indon. Trop. Anim. Agric. 32(1): 11-20.

Adiwinarti, R., Fariha, U.R., Lestari, C.M.S., 2011. Pertumbuhan sapi jawa yang diberi pakan jerami padi dan konsentrat dengan level protein berbeda. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner 16(4): 260-265.

[BSN] Badan Standardisasi Nasional. 2013. SNI 7651.3:2013. Bibit Sapi Potong Aceh. Badan Standardisasi Nasional: Jakarta.

Budisatria, I.G.S., Baliarti, E., Widi, T.S.M., Ibrahim, A., 2017. Body size of Aceh cattle in smallholder farm level and in Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Indrapuri Aceh. The First International Conference and Agriculture. ISBN 978-602-14917-7-5

Handiwirawan, E., Subandriyo. 2004. Potensi keragaman sumberdaya genetik sapi Bali. Wartazoa. 14 (3): 107-115.

Hartati., Sumadi., Subandriyo., Hartatik, T., 2010. Keragaman morfologi dan diferensiasi genetik sapi peranakan ongole di peternakan rakyat. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner 15(1): 72-80.

Karthickeyan, SMK., Saravanan, R., Thangaraju, P.. 2006. Krishna valley cattle in India: status, characteristics and utility. AGRI. 39: 25-37.

Kurnianto, E., 2009. Pemuliaan Ternak. Yogyakarta. Graha Ilmu.

Merkens, J., 1926. De Paarden en Runderteelt in Nederlandsch Indie. Veeartsenijkundige Mededeeling. No. 51. Landsdrukkerij-Weltevreden, Nederland.

Mukhtar., Jamaliah., Saumar, H., 2015. Keragaman fenotipe sapi Aceh betina pada BPTU-HPT Indrapuri. Jurnal Ilmiah Peternakan. 3(2): 34-38 (2015).

Noor, R.R., 2008. Genetika Ternak. Jakarta: Penebar Swadaya.

Otsuka, J., Kondo, K., Simamora, S., Mansjoer, SS., Martojo, H., 1980. Body measurements of the Indonesian native cattle. The Origin and Phylogeny of Indonesia Native Livestock (Part I). The Research Group of Overseas Scientific Survey. Tokyo, Japan. 7-18.121.

Putra, W.P.B., Sumadi, Hartatik, T., Saumar, H., 2015. Seleksi awal calon pejantan sapi Aceh berdasarkan berat badan. Jurnal Sain Peternakan Indonesia. 10(1).

Sari, E.M, Jianlin, H., Noor, R.R., Sumantri, C., Margawati, E.T., 2016. Phylogenetic analysis of Aceh cattle breed of Indonesia through mitochondrial D-Loop region. J.Genet. Eng. Biotechnol, 14 (1): 227-231.

Sari T.P.P,, Dasrul., Hamdan., 2020. Kualitas spermatozoa sapi Aceh pasca pembekuan dengan menggunakan pengencer sitrat kuning telur angsa dengan konsentrasi yang berbeda. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner (JIMVET) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala. 4(1): 9-18.

Setiadi, B., Diwyanto, K., 1997. Karakterisasi morfologi sapi Madura. JITV: 2(4): 218-224.

Steel, R.G.D., dan Torrie. J.H., 1995. Prinsip dan Prosedur Statistika. Cetakan ke-3. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Syamsu, A.J., 2003. Daya dukung limbah pertanian sebagai sumber pakan ternak ruminansia di Indonesia. Wartazoa.13(1): 30-37.




DOI: https://doi.org/10.17969/agripet.v21i2.21185

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Agripet

License URL: http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/agripet/about/submissions#copyrightNotice


Creative Commons LicenseISSN: 1411-4623E-ISSN: 2460-4534
Copyright© 2000-2021 | ISSN: 1411-4623 | EISSN: 2460-4534 
Jurnal Agripet is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by: 
Animal Husbandry DepartmentThe Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University 
associated with Animal Scientist's Society of Indonesia (HILPI)
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Phone: +62-81383736633
Email: jurnalagripet@unsyiah.ac.id


Online Submissions & Guidelines Editorial Policies | Contact Statistics Indexing | Citations