Pengaruh Pemberian Tepung Limbah Udang Fermentasi dalam Ransum Puyuh terhadap Kualitas Telur

Andi Mulyadi, Edjeng Suprijatna, Umiyati Atmomarsono

Abstract


ABSTRAK. Limbah udang merupakan limbah hasil industri pengupasan udang yang terdiri dari kepala dan kulit yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif dalam ransum puyuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian Tepung Limbah Udang Fermentasi (TLUF) dalam ransum puyuh untuk meningkatkan kecernaan. Materi penelitian menggunakan 250 ekor puyuh umur 6 minggu dengan bobot awal rata-rata 140,95±9,58 (CV=6,80). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, setiap unit percobaan terdiri dari 10 ekor puyuh. Pakan perlakuan yang digunakan adalah 0%, 5%, 7,5% dan 10% tepung limbah udang fermentasi, serta 7,5% tepung limbah udang tidak fermentasi. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dengan uji F pada taraf 5% dan apabila terdapat pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemberian tepung limbah udang fermentasi dalam ransum puyuh berpengaruh nyata (P<0,05) meningkatkan skor warna kuning telur tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap indeks kuning telur, indeks putih telur dan nilai Haugh Unit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian tepung limbah udang fermentasi 10% mampu meningkatkan skor warna kuning telur.

 

(The effect of supplementation of quails diet with fermented shrimp waste meal on eggs quality)

ABSTRACT. Shrimp waste is a waste product of shrimp peeling industry which consists of head and skin. These waste product, can be used as alternative feed stuffs for quails diet. The research was conducted to study the effect of supplemenetation of the diet with fermented shrimp waste meal on quails egg quality. The experimental animals used were 250 quails of 6 weeks old with the initial weight of 140,95±9,58 (CV=6,80). Completely Randomized Design was used with 5 treatments and 5 replicate cages of 10 quails each cage. The treatments were fermented shrimp waste meal with the levels of 0%, 5%, 7,5% and 10%, and 7,5% unfermented shrimp waste meal. Data were analyzed using analysis of variance and any differences among treatment means found in the analysis of variance were further tested by Duncan Multiple Range Test. The results showed that the fermented shrimp waste meal had significant affect on yolk colour (P<0,05), but produced no significant effet (P>0,05) on yolk index, albumen index and haugh unit. In conclusion 10% fermented shrimp waste meal can increased yolk colour.


Keywords


Tepung limbah udang fermentasi; kualitas telur; puyuh; shrimp waste fermentation meal; eggs quality; quails.

Full Text:

PDF

References


Alleoni, A.C.C., and Antunes. A.J., 2004. Albumen foam stability and s-ovalbumin contents in eggs coated with whey protein concentrate. J. Braz. Poul. Sci. 6 : 105-110.

Amin, N. S., Anggraeni dan Dihansih, E., 2015. Pengaruh penambahan larutan ekstrak kunyit (Curcuma domestica) dalam air minum terhadap kualitas telur burung puyuh. J. Peternakan Nusantara. 1 (2) : 115 – 125.

Argo, L. B., Tristiarti dan Mangisah, I., 2013. Kualitas fisik telur ayam arab petelur fase I dengan berbagai level Azolla microphylla. J. Anim. Agric.2 (1) : 445- 457.

Astriana, Y., Widyaningrum, P. dan Susanti, R., 2013. Intensitas warna kuning dan kadar omega-3 telur burung puyuh akibat pemberian undur-undur laut. J. Life Sciences. 2 (2): 105 - 110.

Babu, C. M., Chakrabartib, R. and. Sambasivarao, K. R. S., 2008. Enzymatic isolation ofcarotenoid-protein complex from shrimp head waste and its use as a source ofcarotenoids. J. LWT Food Sci. and Tech. 41 (2) : 227–235.

Badan Standardisasi Nasional. 2008. SNI-01-3926-2008. Telur Ayam Konsumsi. Standar Nasional Indonesia, Jakarta.

Bakrie, B., E. Masnshur dan Sukadana, I. M., 2011. Pemberian berbagai level tepung cangkang udang kedalam ransum anak puyuh dalam masa pertumbuhan (umur 1 -6 minggu). J. Penelitian Pertanian Terapan. 12 (1) : 58 – 68.

Bhale, S., No, H.K., Priyawiwatkul, W., Farr, A.J., Nadarajah, K. dan Meyers, S.P., 2003. Chitosan coating improves shelf – life of eggs. J. Food Sci. 68 (7) : 2378 – 2383.

Buckle, K. A., Edward, R. A. Fleet, G. H. dan Wooten, M., 1987. Ilmu Pangan (Penerjemah: H. Purnomo dan Adiono). Universitas Indonesia Press, Jakarta.

Direktoral Jenderal Budidaya Departemen Perikanan dan Kelautan. 2005. Pengolahan limbah cangkang udang.

Djaelani, M. A., 2017. Kualitas telur puyuh Jepang (Coturnix – coturnix Japonica) berdasarkan variabel pH telur, kandungan protein telur dan indeks putih telur setelah dilakukan pencucian dan disimpan selama waktu tertentu. J. Buletin Anatomi dan Fisiologi. 2 (1) : 26 – 30.

Fety, S. Khotimah, dan Mukarlina. 2015. Uji antagonis jamur rizosfer isolat lokal terhadap Phytophthora sp. yang diisolasi dari batang langsat (Lansium domesticum Corr.). J. Protobiont. 4 (1) : 218-225.

Gernat, A. G. 2001. The effect of using different levels of shrimp meal in laying hen diets. Poult. Sci. 80 : 633 – 636.

Hafez, E. S. E. 2000. Reproduction in farm animals. 7th. Ed. Lea & Febiger. Philadelphia. P : 385 – 398.

Haugh, R. 1937. The haugh unit for measuring egg quality. U. S. Egg Poult. Mag. (552 – 553).

Juliambarwati, M., Ratriyanto, A. dan Hanifa, A. 2012. Pengaruh penggunaan tepung limbah udang dalam ransum terhadap kualitas telur itik. J. Sains Peternakan. 10 (1) : 1 – 6.

Khotimah, N., Susilowati, R., dan Syarifah, U. 2014. Pengaruh pemberian kombinasi tepung kayambang (Salvinia molesta) dan limbah udang terfermentasi dalam ransum terhadap kualitas telur itik. J. Ilmu Pertanian dan Peternakan. 2 (1) : 1 – 10.

Kumari, B. P., Gupta, B. R., Prakash M. G. and Reddy, A.R., 2008. A study on egg quality traits in japanese quails (Coturnix-coturnix Japonica). J. Vet. and Anim. Sci. 4 (6) : 227-231.

Kurtini, T., Nova, K., dan Septinova, D. 2014. Produksi ternak unggas,anugrah utama raharja (aura), Bandar Lampung.

Kusumaningsih, T., Masykur, A., Arief U. 2004. Pembuatan kitosan dari kitin cangkang bekicot (Achatina fulica). J. Biofarmasi. 2 (2) : 64-68.

Lestari, W. T., Tana, S. dan Isdadiyanto, S., 2016. Indeks kuning telur dan nilai haugh unit telur puyuh (Coturnix – coturnix Japonica) hasil pemeliharaan dengan cahaya monokromatik. J. Buletin Anatomi dan Fisiologi. 24 (1) : 42-49.

Mirzah. 2006. Pengaruh pengukusan terhadap kualitas protein limbah udang yang telah direndam dengan filtrat air abu sekam. J. Peternakan Indonesia. 11(2):141-150.

Muzzarelli, R.A.A. dan Joles, P.P. 2000. Chitin and Chitinases; Biochemistry of Chitinase. Switzerland, Birkhauser Verlag.

Palupi, R., Insya, A. 2011. Pemanfaatan Kapang Trichoderma viride dalam proses fermentasi untuk meningkatkan kualitas dan daya cerna protein limbah udang sebagai pakan ternak unggas. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor 7 – 8 Juni 2011. Puslitbang Peternakan. Hal : 672 – 675.

Rachmawaty dan Madihah. 2013. Potensi perlakuan awal limbah kulit udang untuk produksi enzim kitinase oleh trichoderma virens pada fermentasi substrat padat. J. Bionature. 14 (1) : 33 - 37.

Rahayu, L. H dan. Purnavita, S. 2007. Optimasi pembuatan kitosan dari kitin limbah cangkang rajungan (portunus pelagicus) untuk adsorben ion logam merkuri.

Sahara, E. 2011. Penggunaan kepala udang sebagai sumber pigmen dan kitin dalam pakan ternak. J. Agrinak. 1 (1) : 31 – 35.

Siahaya, A. F., Nurhajati, T. dan Koestanti, E. S. 2014. Perbedaan substitusi tepung kulit udang, cangkang kepiting dan kunyit dalam pakan komersial terhadap produksi dan warna kuning telur itik. J. Agroveteriner. 2 (2) : 139 -146.

Song, K. T., Choi, S. H. and Oh, H. R. 2000. A comparison of egg quality of pheasant, chukar, quail and guinea fowl. Asian-Aust. J. Anim. Sci. 13 (7) : 986-990.

Stojcic, M. D., Milosevic, N. dan Peric, L. 2012. Determining some exterior and interior quality traits of japanese quail eggs (Cotunix japonica). J. Agro. Know. 13 (4) : 667 – 672.

Stadelman, W.J. and Cotterill, O.J. 1995. Egg science and technology. Fourth Ed Food Product Press. An Imprint of the Haworth Press. Inc. New York.

Sudaryani, T. 2006. Kualitas Telur. PT. Penebar Swadaya. Jakarta.

Sujana, E., Wahyuni, S. dan Burhanuddin, H. 2006. Efek pemberian ransum yang mengandung tepung daun singkong, daun ubi jalar, dan eceng gondok sebagai sumber pigmen karotenoid terhadap kualitas kuning telur itik Tegal. J. Ilmu Ternak, 6 (1): 53 - 56.

Tolik, D., Polawska, E., Charuta, A., Nowaczewski, S. and Cooper, R., 2014. Characteristics of egg parts, chemical composition and nutritive value of Japanese quail egg – a review. J. Fol. Biol. 62 (4) : 287-292.

Tuleun, C. D., Adekola, A. Y. and Yenke, F. G. 2013., Performance and erythrocyte osmotic membrane stability of laying Japanese quails (Coturnix – coturnix Japonica) fed varying dietary protein level in a hot-humid tropics. J. Agric. Biol. N. Am. 4 (1) : 6-13.

United States Department of Agriculture (USDA). 2000. Egg Grading Manual. Agricultural Handbook, No. 75, Wasington, D. C.

Vinale, F., Sivasithamparan, K., Gisalberti, E.L., Marra, R., Wao, S.L. dan Lorito, M., 2008. Trichoderma plant pathogen interactions. Soil Biology and Biochemistry.40: 1-10.

Wilson, B. J., 2007. The performance of male ducking given starter diets with different concentration of energy and protein. J. British Poult. Sci. 16 : 625-657.

Winarno, F. G., dan Koswara, S. 2002. Telur : komposisi, penanganan dan pengolahannya. M-Brio Press. Bogor.

Wowor, A.R.T.I., Bagai, B., Untuk, L. dan Liwe. H., 2015. Kandungan protein kasar, kalsium, dan fosfor tepung limbah udang sebagai pakan yang diolah dengan asam asetat (CH3COOH). J. Zootek. 35 (1) : 1-9.

Yuliansyah, M. F., Widodo, E. dan Djunaidi, I. H. Pengaruh penambahan sari belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) sebagai acidifier dalam pakan terhadap kualitas internal telur ayam petelur. J. Nutrisi Ternak. 1 (1) : 19-26.

Yuwanta, T. 2004. Telur dan Produksi Telur. Universitas Gadjah Mada Press, Yogyakarta.




DOI: https://doi.org/10.17969/agripet.v17i2.8069

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Agripet

License URL: http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/agripet/about/submissions#copyrightNotice


Creative Commons LicenseISSN: 1411-4623E-ISSN: 2460-4534
Copyright© 2000-2016 | ISSN: 1411-4623 | EISSN: 2460-4534 
Jurnal Agripet is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by: 
Animal Husbandry DepartmentThe Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University 
associated with Animal Scientist's Society of Indonesia (HILPI). 
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Phone: +62-81383736633
Email: samadi177@yahoo.de & info.agripet@gmail.com


Online Submissions & Guidelines Editorial Policies | Contact Statistics Indexing | Citations