Pendugaan Cadangan Karbon Gambut pada Agroekosistem Kelapa Sawit

M. B. Prayitno, Sabaruddin Sabaruddin, D. Setyawan, Yakup Yakup

Abstract


ABSTRAK. Peranan gambut terhadap lahan degradasi menjadi sangat penting dan bernilai dalam hal cadangan karbon karena berdampak terhadap hilangnya vegetasi akibat penggundulan dan kebakaran hutan. Penelitian ini dilaksanakan pada lahan gambut pada agrosistem kelapa sawit di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Tujuan penelitian ini untuk menduga cadangan karbon gambut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman gambut berkisar antara 200 – 850 cm, bulk density antara 0,211 – 0,347 g cm-3 dan kandungan organik C sekitar 56,30 - 58,31%. Prediksi cadangan karbon adalah sebesar 1,675.361 - 9.055,922 ton C ha-1.

 

The Prediction of Peatland Carbon Stocks in Oil Palm Agroecosystems

ABSTRACT. The role of peat on degraded land becomes extremely important and valuable, for being the last carbon stocks because of the loss of vegetation due to deforestation and forest fires. This research was conducted in peatlands that have been used for oil palm agro-ecosystem, Ogan Komering Ilir District,  South Sumatra. The purpose of the study was to estimate carbon stocks in peatlands. The results showed that the peat depth ranged from 200 to 850 cm, the bulk density between 0.211 to 0.347 g cm-3 and the organic C content of approximately 56.30 -58.31%. The prediction of carbon stock ranged from 1.675,361 ton C ha-1 to 9.055,922 ton C ha-1.

Keywords


cadangan karbon; degradasi gambut; carbon stock; degraded peatlands

Full Text:

PDF

References


Agus, F., 2007. Cadangan, Emisi dan Konservasi Karbon pada Lahan Gambut. Bunga Rampai Konservasi Tanah dan Air. Pengurus Pusat Masyarakat Konservasi Tanah dan Air Indonesia. 2004-2007.

Agus F, & Subiksa I. G. M., 2008. Lahan Gambut: Potensi untuk pertanian dan aspek lingkungan. Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre, Bogor.

Agus, F., E. Runtunuwu, T. June, E. Susanti, H. Komara, H. Syahbuddin, I. Las, & M. Van Noordwijk. 2009. Carbon Dioxide Emmision in Land Use Transitions to Plantation. Jurnal Litbang Pertanian 28(4) : 119-126.

Agus F, K. Hairiah, & A. Mulyani 2011. Pengukuran Cadangan Karbon Tanah Gambut. Petunjuk Praktis. World Agroforestry Centre-ICRAF, SEA Regional Office dan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Bogor, Indonesia.

Andriesse, J. P. 1988. Nature and Management of Tropical Peat Soils. Soil Resources, Management and Conser-vation Service, FAO Land and Water Development Division. FAO. Rome.

Balai Penelitian Tanah. 2005. Petunjuk Teknis Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air, dan Pupuk.

Handayani, I. P., P. Prawito, & P. Lestari. 2001. Fraksional Pool Bahan Organik Labil pada Hutan dan Lahan Pasca Deforestasi. J. Ilmu Ilmu Pertanian Indonesia. 2 (2): 75-83.

Hardjowigeno, S. 1993. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. Akademika Pressindo. Jakarta.

Hooijer, A., M. Silvius, H. Wosten, & S. E. Page, 2006. Peat-CO2, Assessment of CO2 E Emissions from Drained Peat Lands in SE Asia. Delf Hydroulics report Q3943.

Kees van Dijk & H. Savenije. 2011. Kelapa sawit atau hutan? Lebih dari sekedar definisi. Tropenbos International Indonesia Programme. Desa Putera, Jakarta, Indonesia.

Lal, R. 2008. Sequestration of Atmospheric CO2 in Global Carbon Pools. Energy Environ. Sci. 1: 86-100.

Melling, L. Hatano, R. & Goh, K. J. 2005. Soil CO2 Flux From Ecosystem in Tropical Peat Land of Serawak. Malaysia. Tell us. 57: 1-11

Melling, L., K. J Goh, C. Beavies, & R. Hatanto. 2007. Carbon Flow and Budget in A Young Mature Oil Palm Agroekosistem on Deep Tropical Peat. Proceding of The International Symposium on Tropical Peat Land. Jakarta.

Noor, M. 2001. Pertanian Lahan Gambut: Potensi dan Kendala. Penerbit Kanisius. Jakarta.

Page S. E., Siegert F., Rieley J. O., Boehm H. D.V., A. Jaya & S. Limin. 2002. The amount of carbon released from peat and forest fires in Indonesia during 1997. Nature 420:61-65.

Page, S., R. Wust, & C. Banks. 2010. Past and present carbon accumulation and loss in southeast Asian peatlands. In: Scientific Highlights: Peatlands Pages News.Vol 18, No 1.

Prayitno, M. B. & Bakri. 2005. Laporan Survai Kajian Karakteristik Gambut di Wilayah Hutan Kayu Agung, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. South Sumatra Forest Fire Management Project. 60

Prayitno, M. B. 2006. Laporan Survai Studi Karakteristik Lahan Gambut Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. South Sumatra Forest Fire Management Project.

Pribyl, D.W. 2010. A Critical Review of The Conventional SOC to SOM Conversion Factor. Geoderma, 156: 75-83.

Salampak. 1999. Peningkatan Produktivitas Tanah Gambut yang Disawahkan dengan Pemberian Bahan Amelioran Tanah Mineral Berkadar Besi Tinggi. Disertasi. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.

South Sumatra Forest Fire Management Project, 2005. Sistem Informasi Kebakaran Hutan dan Lahan.

Wahyunto, S. Ritung, Suparto, & H. Subagjo. 2005. Sebaran Gambut dan Kandungan Karbon di Sumatera dan Kalimantan. Watlands International. Bogor.

Soil Survey Staff. 1998. Kunci Taksonomi Tanah. Edisi Kedua. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor.

Yulianti, N. 2009. Cadangan Karbon Lahan Gambut Dari Agroekosistem Kelapa Sawit PTPN IV Ajamu Kabupaten Labuhan Batu Sumatera Utara. Thesis. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons LicenseISSN: 1411-4623E-ISSN: 2460-4534
Copyright© 1997-2018 | ISSN: 1410-3389 | EISSN: 2597-9973 
Jurnal Agrista is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Published by: 
The Faculty of AgricultureSyiah Kuala University 
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam, 
Banda Aceh, 23111, Indonesia. 
Phone: +62-81383736633 
Email: agrista@unsyiah.ac.id


Online Submissions & Guidelines Editorial Policies | Contact Statistics Indexing | Citations