Potensi sinbiotik lokal terhadap respon imun non spesifik udang vaname (Litopenaeus vannamei)

Indri Saputri Ramadhani, Esti Harpeni, Tarsim Tarsim, Limin Santoso

Abstract


Udang merupakan salah satu komoditas unggulan perikanan di indonesia. Dalam budidaya udang, serangan penyakit menjadi salah satu masalah utama. Pencegahan terhadap munculnya penyakit sangat penting dilakukan untuk menunjang kegiatan budidaya. Salah satu upaya pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan sinbiotik pada udang sebagai imunostimulan. Dalam penelitian ini digunakan ekstrak tepung ubi jalar sebagai prebiotik, dikombinasikan dengan isolat lokal Bacillus sp. D2.2 sebagai probiotik yang diaplikasikan secara bersamaan sebagai sinbiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase prebiotik yang tepat dalam sinbiotik, yang diberikan melalui pakan, sehingga dapat meningkatkan respon imun non spesifik pada udang vaname. Pakan yang diberikan adalah pakan dengan perlakuan 0% sinbiotik (perlakuan A/kontrol), 0% prebiotik dan 6% probiotik (perlakuan B), 2% prebiotik dan 6% probiotik (perlakuan C), 4% prebiotik dan 6% probiotik (perlakuan D). pemeriksaan respon imun non spesifik pada udang meliputi total hemocyte count (THC), aktifitas fagositosis (AF), indeks fagositosis (IF), aktifitas phenoloxidase (PO), dan aktifitas superoxide dismutase (SOD). Pengamatan pada respon imun non spesifik udfang vaname setelah diberi perlakuan menunjukan bahwa prebiotik dengan persentase 2% dalam sinbiotik yang diberikan melalui pakan merupakan persentase prebiotik terbaik untuk meningkatkan respon imun non spesifik pada udang vaname.

Kata kunci : prebiotik, probiotik, sinbiotik, ubi jalar, Bacillus sp. D2.2, imunitas, udang vaname.




DOI: https://doi.org/10.13170/depik.6.3.7613

Refbacks

  • There are currently no refbacks.