PENGARUH VARIETAS DAN DOSIS PELET Trichoderma harzianum TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI (Capsicum annuum.L)

Eka Fitria, Elly Kesumawati, Bakhtiar Bakhtiar

Abstract


The use of superior seeds and certified hybrids is one of the efforts to increase the productivity of chili. Absorption of nutrients and water is strongly supported by root growth, with the administration of Trichoderma sp. hence root growth becomes better so that the process of absorption of nutrients and water will also be optimal which also results in the growth and production of chili plants. This study aims to determine the effect of varieties and dosages of T. harzianum pellets as well as their interactions with the growth and production of chili. The design used in this study was a factorial randomized block design (RBD) with 3 replications. The results showed that the treatment of varieties had a very significant effect on the average plant height and canopy width at 20, 40, and 60 DAP, wet stover weight, dry stover weight, fruit length and fruit diameter. Varieties have a significant effect on leaf length, and root length. The growth and production of chili plants is better found in the Lado variety. The dose of T. harzianum has a very significant effect on the average root length and has a significant effect on the average weight of dry stover. The better growth and production of chili plants is found in the administration of 20 g of T. harzianum / plant.

Keywords


chili, T. harzianum pellets, varieties

Full Text:

PDF

References


Akin, H. M dan Nurdin M. 2003. Pengaruh Infeksi TMV (Tobacco mosaic virus) Terhadap Pertumbuhan Vegetatif dan Generatif Beberapa Varietas Cabai Merah (Capsicum annum L.). Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika 3 (1) : 10-12.

Apoendi, M. 1991. Pengantar Agronomi. Erlangga. Jakarta. 437 hal.

Arterburn, M.A. dan A. Dhingra. 2010. Crop genetics and Physiology. Soils, Plant Growth and Crop Production. Encyclopedia of Life Support System. Vol. 2.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. 2013. Studi Pendahuluan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Bidang Pangan dan Pertanian 2015-2019. Direktorat Pangan dan Pertanian. Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional. Jakarta Pusat. 403 hal.

Baihaqi, A., M. Nawawi, dan A.L. Abadi. 2013. Teknik Aplikasi Trichoderma sp. terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L). Jurnal Produksi Tanaman. 1 (3) : 30-39.

Ban G, Akanda S dan Maino M. 2013. Study on the effectiveness of Trichoderma spp. on the growth of bean and tomato plants under greenhouse condition. Department of Agriculture, PNG University of Technology PMB. Papua.

Direktorat Jenderal Hortikultura. 2012. Pusat Data dan Informasi Pertanian. Departemen Pertanian.

Djafaruddin.2000. Dasar-dasar Pengendalian Penyakit Tanaman. PT Bumi Aksara. Jakarta.

Gadner, F. P., R. B. Pierce, dan R. L. Mitchell. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. UI Press, Jakarta.

Gardner, P.F., R.B., Pearce., dan R.L., Mitchell. 1985. Physiology of Crop Plants. The lowa State University Press.

Gardner, P.F., R.B., Pearce., dan R.L., Mitchell. 1985. Physiology of Crop Plants. The lowa State University Press.

Hapsari, R., D. Indradewa, dan E. Ambarwati. 2017. Pengaruh Pengurangan Jumlah Cabang dan Jumlah Buah terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat (Solanum lycopersicum L.). Jurnal Vegetalika. 6 (3) : 37-49.

Hardianti AR, Rahayu YS, Asri MT, 2014. Efektivitas Waktu Pemberian Trichoderma harzianum dalam Mengatasi Serangan Layu Fusarium pada Tanaman Tomat Varietas Ratna. J. Lentera Bio. 3 (1): 21-25.

Harman GE., Howell CH., Chet I and Lorito M. 2004. Trichoderma species-Opportunistic, Avirulent Plant Symbionts Nature Rev. Microbiol. 2: 43-56.

Harrison, MJ. dan ML. van Buuren. 1995. A Phosphate Transporter from the Mycorrhizal Fungus Glomus Versiforme. Nature. 378 (6557): 626-629.

Hermawan, R., M.D. Maghfoer, dan T. Wardiati. 2013. Aplikasi Trichoderma harzianum terhadap Hasil Tiga Varietas Kentang di Dataran Medium. Jurnal Produksi Tanaman. 1 (5) : 464-470.

Hermosa R, Chet AVI dan Monte E. 2012. Plant beneficial effects of Trichoderma and of its genes. J. Microbiology.158: 17-25.

Hermosa R, Rubio M.B, Cardoza R.E, Nicolas C, Monte E and Guteirrez S. 2013. The Contribution of Trichoderma to Balancing the Cost of Glant growth and Defense. J. Microbiology.16:69-80.

Hersanti., Endah. Y. D. dan Luciana. 2000. Pengaruh Introduksi Jamur Trichoderma sp. dan Efektive Mikroorganisme MS (EM4) terhadap Perkembangan Penyakit Layu (Fusarium oxysporum f.sp. Lycopersicii) pada Tanaman Tomat. Laporan Penelitian. Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Bandung, Bandung.

Kirana, R, dan E, Sofiari. 2007. Heterosis dan Heterobeltiosis pada Persilangan Lima Genotipe Cabai dengan Metode Diallel. J. Hort. 17 (2) : 11-17.

Lorito M., Woo SL., Harman GE and Monte E. 2010. Translational Research on Trichoderma from Omics to the Field. Annu Rev. Phytopath. 48: 395:417.

Lugtenberg Ben J.J., Malfanova N., Kamilova F dan Berg G. 2013. Molecular Microbial Ecology of the Rhizosphere: Plant Growth Promotion by Microbes. Volume 2. Edited by Frans J. de Bruinj.

Majid, S.I. 2012. Pengaruh Pemangkasan terhadap Pertumbuhan dan Hasil beberapa Varietas Tomat. Skripsi, Universitas Sebelas Maret.

Marliah A, Nasution M dan Armin. 2011. Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Cabai Merah Pada Media Tumbuh Yang Berbeda. J. Floratek (6): 84-91.

Rao, N.S.S. 1992. Mikroorganisme Tanah dan Pertumbuhan Tanaman. Diterjemahkan oleh H. Susilo. 1994. UI Press, Jakarta. 353hal.

Rostini, N. 2011. Enam Jurus Bertanam Cabai Bebas Hama dan Penyakit. Jakarta. Agromedia Pustaka. 166 hal.

Sadjad, S. 1993. Dari Benih Kepada Benih. Gramedia, Jakarta.

Setyamidjaja. 1989. Pupuk dan Pemupukan. Simplex, Jakarta.

Sitompul, S.M dan B.Guritno. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Sobir. 1994. Stabilitas Superiotas Beberapa Genotipe Cabai pada Lingkungan Kering [tesis]. Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Susanti. 2013. Formulasi pelet berbahan aktif Trichoderma sp. untuk pengendalian penyakit rebah kecambah (pythium sp.) Ppda tanaman mentimun. Skripsi. Institut Pertanian Bogor.

Suwahyono. 2003. Trichoderma harzianum, Indigeneous untuk Pengendalian Hayati. Studi Dasar Menuju Komersialisi. Disampaikan pada Seminar Biologi. Yogyakarta: Fakultas Biologi UGM.

Syukur M, Sujiprihati, S., Yunianti, R., dan Kusumah, D. A., 2010. Evaluasi Daya Hasil Cabai Hibrida dan Daya Adaptasinya di Empat Lokasi dalam Dua Tahun. J. Agron. Indonesia. 38 (1): 43-51.

Tarman, P.E. 2006. Pengaruh Lama Masa Inkubasi Jamur Antagonis Trichoderma harzianum terhadap Daya Hambat Perkembangan Jamur Patogen Fusarium oxysporum Penyebab Penyakit Layu Tanaman Tomat secara In Vitro. jurnal.unbar.ac.id.

Wahyu, Y dan E, Pasetriyani. 2006. Pengaruh Introduksi Jamur Trichoderma sp. terhadap Perkembangan Penyakit Layu (Fusarium oxysforum), Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat. BPTP Jawa Barat.

Yudha, M.K., L. Soesanto, dan E. Mugiastuti. 2016. Pemanfaatan Empat Isolat Trichoderma sp. untuk Mengendalikan Penyakit Akar Gada pada Tanaman Caisin. Jurnal Kultivasi, 15 (3) : 143-149.

Zikriah, 2016. Potensi Daun Katuk Dan Lamtoro Sebagai Nutrisi Cendawan Trichoderma sp. Pada Pelet Media Tumbuh Dalam Menekan Pertumbuhan Patogen Tular Tanah. Skripsi. Unsyiah. Banda Aceh.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ISSN / E-ISSN1907-2686 / 2597-9108
Copyright © 2018 Program Studi Agroteknologi
Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala.