Pemetaan Kerapatan Hutan Mangrove Di Segara Anakan, Cilacap, Jawa Tengah Mengunakan Citra Landsat 8 Di Lembaga Penerbangan Dan Antariksa Nasional (Lapan), Jakarta

Lalu Wima Risdha Pratama

Abstract


Tujuan dari penulisan jurnal ini adalah untuk mengetahui kerapatan hutan mangrove pada Segara Anakan, Cilacap Jawa Tengah. Metode pengolahan menggunakan NDVI (Normalize Difference Vegetation Index) tanpa melakukan validasi data ke lapangan. Analisa NDVI menggunakan perbandingan digital number dari Citra satelit Landsat 8. Untuk membedakan mangrove dan non mangrove dan melakukan klasifikasi kerapatan dalam tiga kelas yaitu tinggi, rendah , dan sedang. Tingkat kerapatan sedang mendominasi distribusi hutan mangrove di Segara Anakan 59%; sedangkan kerapatan tinggi 27% dan kerapatan rendah 14%.

Full Text:

PDF

References


Ardli, E.R. 2013. Ekosistem Mangrove Segara Anakan . Laporan Penelitian Universitas Jenderal Soedirman (belum dipublikasikan).

Asriningrum, 2014. Analisis Sebaran Dan Kerapatan Mangrove Menggunakan Citra Landsat 8 Di Segara Anakan, Cilacap. Jakarta. LAPAN.

Danoedoro. P, 1996. Pengolahan Citra Digital, Teori dan Aplikasinya dalam Penginderaan Jauh. Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. 253 hal

NASA. 2010. Landsat Data Continuity Mission Brochure . http://www.landsat.gsfc.nasa.gov diakses pada tanggal 20 januari 2017 pukul 20.00 WIB.

Google image, 2017 http://www.google.com diakses pada tanggal 20 januari 2017 pukul 20.00 WIB.

Waas, H.J.D., Nababan. B. 2005. Pemetaan dan Analisis Index Vegetasi Mangrove di Pulau Saparua, Maluku Tengah. E-Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Vol. 2, No. 1, Hal. 50-58, Juni 2010.

Lillesand T.M, W.R. Kiefer. 1997. Penginderaan Jauh dan Interpretasi Citra . Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. Prahasta, 2008 dalam Waas, 2010

Sobingah, Siti. 2016. Hutan Mangrove Segara Anakan Wisata Bahari Penyelamat Bumi. Cilacap


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


ISSN / E-ISSN1907-2686 / 2597-9108
Copyright © 2018 Program Studi Agroteknologi
Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala.