Program Penelitian Paus oleh Jepang Ditinjau dari International Convention for the Regulation of Whaling

Farah Elsa Nova

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengkaji penelitian terhadap Paus oleh Jepang dengan mengacu pada Internasional Convention for the Regulation of Whaling. Pasal VIII ICRW telah menimbulkan interpretasi yang berbeda dimana adanya celah terhadap isi pasal konvensi ICRW terkait pelegalan perburuan paus untuk kepentingan ilmiah. ICJ memutuskan bahwa Jepang harus menghentikan pelaksanaan penelitian ilmiahnya karena terbukti melanggar ketentuan dalam Pasal VIII ICRW. Namun, putusan tersebut tidak menghentikan perburuan paus yang dilakukan oleh Jepang. Pada tahun 2014 Jepang mengajukan kembali proposal program penelitian baru yang menimbulkan banyak pertentangan dari negara anggota anti whaling. Dengan menggunakan metode yuridis normatif, penelitian ini menggunakan pendekatan kasus, menemukan bahwa melalui pendekatan tekstual ICJ menafsirkan pasal VII ICRW dengan mempertimbangkan unsur-unsur rancangan dan pelaksanaan program itu wajar dalam kaitannya dengan tujuan ilmiah atau tidak. Sampai saat ini IWC terus melaporkan bahwa pelaksanaan program penelitian Jepang yang baru masih dalam hal yang wajar sehubungan dengan tujuan penelitiannya.

 

The Scientific Whale Research Program by Japan Under the International Convention for the Regulation of Whaling

 

This study aims to examine the research on whales by Japan with reference to the International Convention for the Regulation of Whaling. Article VIII ICRW has led to different interpretations where there is a gap in the contents of the ICRW convention articles related to legalizing whaling for scientific purposes. The ICJ decided that Japan should stop carrying out its scientific research because it was proven to violate the provisions in Article VIII of the ICRW. However, the ruling did not stop whaling by the Japanese. In 2014 Japan resubmitted a new research program proposal which caused much opposition from anti-whaling member countries. Using a normative juridical method, this research uses a case study approach, finding that through the textual approach ICJ interprets Article VII of the ICRW by considering the elements of program design and implementation that are reasonable in relation to scientific objectives or not. Until now the IWC continues to report that the implementation of the new Japanese research program is still in reasonable terms with respect to its research objectives.


Keywords


perburuan paus; kepentingan ilmiah; icrw; whaling; research purposes.

Full Text:

PDF

References


Buku-buku

Kusumaatmaja, M., Agoes, E. R. (2003). Pengantar Hukum Internasional. Bandung: PT. Alumni.

Whitcombe. (2005). Paus dan Hiu. Jakarta: Niaga Swadaya.

Jurnal

Aditama, I. G. K. (2017). Penyebab Jepang Melakukan Penangkapan Paus di Antartika. Journal of International Relations, 3 (2).

Airlangga, B. D. (2014). Implementasi Keanggotaan Jepang Dalam International Whaling Commission (IWC) Terkait Kebijakan Scientific Whaling. Jurnal Analisis Hubungan Internasional, 3 (3).

Murti, B. R. (2018). Ketidakefektifan Peran IWC (International Whaling Commision dalam Upaya Penyelamatan Lumba-Lumba di Taiji, Jepang. Jurnal Ilmiah Mahasiswa. Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dikutip dari http://repository.umy.ac.id/bitstream/ handle/123456789/7664/Jurnal.pdf?sequence=1, Diunduh 2 Deseber 2018.

Putri, R. O. T., Trihastuti, N., Warno, N. D. (2016). Implikasi Putusan ICJ Berkaitan Dengan Sengketa Antara Jepang dan Australia Mengenai Perburuan Paus Ilegal di Wilayah Antartika (Studi Terhadap Putusan ICJ No. 226 Tahun 2014). Diponegoro Law Journal, 5 (3).

Sinclair, I. M. (1970). Vienna Conference on the Law of Treaties. The International and Comparative Law Quarterly, 19 (1).

Usmawadi. (1988). Tinjauan Singkat Tentang Interpretasi Perjanjian Internasional Menurut konvensi Wina Tahun 1969. Jurnal Hukum dan Pembangunan, http://jhp.ui.ac.id/index.php/home/article/download/1269/1192, diunduh 20 November 2019.

Hasil Penelitian

Ariani, D. A. (2013). Tanggung Jawab Negara Terhadap Tindakan Perburuan Ikan Paus Secara Ilegal Berdasarkan Perspektf International Convention for Regulation of Whaling (ICRW). Skripsi. Malang: Universitas Brawijaya.

JEAIL. (2014). The Whaling Dispute in the South Pacific: A Japanese Perspective, IV.

Web

Akbar, J. (2018). “Haus Berburu Paus”. https://historia.id/kuliner/articles/haus-berburu-paus-vxKnD, diunduh 14 November 2018.

ICJ (2014). “International Court Of Justice, Reports Of Judgments, Advisory Opinions And Orders Whaling In The Antarctic (Australia v. JAPAN : New Zealand intervening) judgment of 31 March 2014”, https://www.icj-cij.org/files/case-related/148/148-20140331-JUD-01-00-EN.pdf, diunduh 6 November 2018.

ICR (2016). “Outline of the New Scientific Whale Research Program in the Antarctic Ocean (NEWREP-A)”, https://www.icrwhale.org/NEWREP-AgaiyouEng.html, diunduh 22 Desember 2018 pukul 18.56 WIB.

IWC. (2019). The International Whaling Commission, https://iwc.int/home, diunduh 3 Desember 2018.

Manage, JTR. (2016). “Report of The Scientific Committee, Annex P Process for the Review of Special Permit Proposals and Research Results from Existing and Completed Permits as Modified at SC/66a in Light of Resolution 2014-5”, archive.iwc.int › pages › download.

Utomo. (2018). “Nelayan Jepang Menangkap dan Membunuh 122 Ekor Paus Hamil”. https://www.liputan6.com/global/read/3545148/nelayan-jepang-menangkap-dan-membunuh-122-ekor-paus-hamil, diunduh 22 Desember 2018.

Bahan Kuliah

Latipulhayat, A. (2018). “Perkuliahan tentang Interpretasi Perjanjian Internasional”. Bandung: Universitas Padjadjaran.




DOI: https://doi.org/10.24815/kanun.v21i3.14197

Refbacks





KANUN : Jurnal Ilmu Hukum

 

ISSN (Print): 0854 – 5499

ISSN (Online): 2527 – 8428

 

Published by: 

Redaksi Kanun: Jurnal Ilmu Hukum

Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Jl. Putroe Phang No. 1, Darussalam, Banda Aceh 23111

Telp. (0651) 7552295; Faks. (0651) 7552295

E-mail: kanun.jih@unsyiah.ac.id

Website: http://jurnal.unsyiah.ac.id/kanun

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.